Kamis, 15 Januari 2015

Pelajaran besar pada kejadian kecil

Maa Syaa Allah, hari ini belajar banyak dari hal-hal kecil..
Sore tadi, saya melihat pasangan muda yang sedang membeli makanan. Kebetulan kami hendak membeli makanan yang sama. Secara tak sengaja saya melihat sang istri senantiasa memegang jari tangan suaminya. Sang suami sengaja, ia menghindar dan mengibaskan tangannya dengan senyuman lembut. Sang istri memukul tangan suaminya, lalu memegangnya dengan lebih erat dari sebelumnya. Tak hanya jari tangan yang dipegangnya, tapi juga tangannya. Akhirnya mereka bergandengan dan kulihat ada cincin yang terpasang tepat di jari manis sebelah kanan sang istri. Aku semakin yakin, mereka pasangan muda yang baru menikah. Bukan pasangan yang belum jelas kapan akan menghalalkan hubungannya. **
Dengan melihat kejadian tersebut saya mengerti bahwa pernikahan bukan hanya untuk hidup berdampingan dengan pasangan, tapi juga menjaga diri dari setiap hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan dengan yang bukan muhrimnya, cukup dengan pasangan kita berbicara dan saling berbagi. Seperti sang istri yang senantiasa menjaga dirinya agar tetap berada disamping suaminya. Dan sang suami yang senantiasa memberikan kebahagiaan sederhana yang dijanjikannya bahkan sebelum akad nikah terucap. Rabb, semoga mereka bisa menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah warahmah. Aamiin
Malam harinya saya merasa sangat letih, bahkan seusai shalat isya' saya niatkan untuk langsung beristirahat. Tanpa sadar saya melihat makanan yang tersaji di dekat meja makan. Tak tahan rasanya ingin menghangatkan makanan tersebut dan memakannya. Akhirnya saya mengalah dari jadwal tidur yang ingin dimajukan pada awalnya dan saya pergi ke dapur untuk menghangatkan makanan tersebut. Sesaat mata saya tersorot pada tempat pencucian piring. Aahh kenapa begitu menumpuk piring kotor disana? Bahkan alat" yang kubutuhkan untuk menghangatkan makanan pun kotor semuanya. Saya kembali mengalah dan akhirnya mencuci semua piring, sendok dan gelas kotor yang tertumpuk disana. Seusai itu, akhirnya saya bisa menghangatkan makanan dengan disajikan teh lemon hangat di meja depan. Rasanya sangat bersyukur untuk kenikmatan makanan dan minuman yang aaya santap malam ini.
Dengan kejadian tadi, saya mengerti bahwa tugas seorang istri sekaligus ibu nantinya bukan hanya sekedar mengurus rumah tangga saja, tetapi juga membuat orang didalamnya merasa nyaman berada didalam rumah, tak peduli bangun paling pagi dan tidur paling malam sekalipun. Karena mengurus rumah beserta setiap orang yang didalamnya adalah kewajiban. Itulah mengapa ketika anak tertidur, ibu masih sibuk dengan rumahnya. Itulah mengapa ketika anak terbangun, ibu sudah tak ada disampingnya saat ia membuka mata. Itulah mengapa ketika siang hari, ibu sering tertidur pulas saat menemani anaknya yang sedang bermain secara tanpa sadar.
Ibu lelah, ibu butuh istirahat, karena jika ia sakit, maka siapa yang akan mengurus rumah beserta penghuninya?
Rabb, saya sangat menyayangi beliau, seorang ibu yang senantiasa rela mengorbankan setiap hal yang ia miliki dan ia butuhkan untuk anak dan keluarganya. Semoga rasa sayang-Mu padanya akan lebih besar daripadaku. Aamiin
Terakhir, hari ini ada seorang kakak baik hati yang menghubungi dan menanyakan kabar mengenai kegiatan yang sedang menjadi tanggung jawab saya untuk saat ini dan beberapa bulan kedepan. Ia memberikan waktu luangnya untuk berbagi cerita tentang semangat dan beban yang saya hadapi dalam menjalankan amanah. Ia pun mengingatkan bahwa setiap apa yang membuat kita lelah, tak boleh membuat kita menyerah. Karena ada Allah yang senantiasa mampu memberikan kekuatan yang tak terkira bagi hamba-Nya.
Dengan kejadian tadi, saya juga mengerti bahwa sesulit apapun keadaan, seberat apapun masalah yang datang, dan sesepi apapun diri ini merasa sendirian, akan selalu ada Allah. Allah yang senantiasa memberikan kekuatan tak terkira bagi hamba-Nya, Allah yang senantiasa memberikan keringanan dan kemudahan tak tersadarkan bagi hamba-Nya, dan Allah yang senantiasa berada didekat hamba-Nya, mendampingi hamba-Nya yang selalu ingat kepada-Nya.
Rabbii, semoga ia bisa selalu menjadi penguat hati bagi siapapun yang ada didekatnya. Penenang hati bagi siapapun yang meminta nasihatnya. Atas kuasa dan izin dari-Mu tentunya. Aamiin ��
Fadzkuruunii adzkurkum wasykuruulii wa laa takfuruun.
Alhamdulillah 'alaa kulli haal, Rabbii ��
Semoga hamba bisa semakin memahami makna hidup, ibadah, khalifah, dan hamba. Aamiin ��