Hay Bep *kedipcentil*
Siang tadi, sepertinya ada sedikit kode buat nisa biar nulis
sesuatu tentang kamu. Atau mungkin lebih tepatnya mengungkapkan sesuatu untukmu
lewat tulisan.
Sejujurnya aku tak tahu apa yang sebaiknya aku sampaikan
padamu dengan kondisi seperti ini. Apakah memang benar-benar tentang bertambah
umur, atau tentang hal lainnya yang mungkin secara tidak sadar perlu untuk ku
sampaikan padamu.
Oke kita mulai dengan Shelfira
Meisarani, SUP. Muehehe
Terkadang kita tak tahu apa yang direncanakan Allah dibalik
setiap apa yang terjadi dan ditetapkan pada diri kita. Kita pernah bersitegang
yang mungkin waktunya kurang lebih adalah satu tahun yang lalu. Kejadian itu
memang memalukan, menyakitkan, mengharukan atau entahlah bagaimana kita perlu
membahasakannya. Tapi mungkin itu memang harus terjadi, karena dengannya aku
bisa belajar untuk mengontrol diri, menghindari perkataan yang meski di niatkan
untuk candaan namun tak berakhir dengan menyakiti hati orang lain. Saat itu,
kau sudah memberikan pelajaran yang berharga, terima kasih. Memalukan sekali
rasanya jika aku mengingatnya.
Sekitar akhir Maret pun, sesuatu terjadi. Ada emosi tak
tertahankan darimu setelah pelaksanaan sidang di bulan itu. Dengannya aku pun
belajar bahwa mungkin kau membutuhkan sesuatu untuk diungkapkan, kau
membutuhkan seseorang untuk mendengarkan, kau membutuhkan pemahaman dari
teman-teman disekitarmu, sekaligus penguatan untuk terus yakin dan berjuang.
Hingga akhirnya pada bulan April, apa yang kau nantikan pun
terjadi. Kau menjalani seminar usulan proposal dengan lancar dan penuh
senyuman. Tenang rasanya melihat kau begitu polos menghadapi seminar dengan
senyuman(maut *wkwk).
Bep, setiap apa yang kita jalani dan kita hadapi adalah
ketetapan dari Allah bukan? Aku percaya bahwa ada rencana dan pelajaran dibalik
setiap apa yang ditetapkan itu. Mungkin kau ditetapkan untuk melaksanakan
seminar di bulan April agar kau mengajukan judul pembelajaran, bukan lagi
tentang SIM. Mungkin kau ditetapkan seperti itu agar kau berada di bawah
bimbingan Papi baru. Mungkin kau ditetapkan seperti itu agar kelak teman-teman
di sekitarmu bisa membantumu dan mendengarkanmu dengan lebih leluasa. Sesuai
dengan apa yang telah mereka alami dan rasakan.
Jujur saja, aku ingin meminta maaf karena mungkin seringkali
aku tak mampu memahami kondisimu, aku juga tak mampu menyesuaikan pembicaraan
yang sesuai denganmu, atau aku tak mampu membahasakan dengan baik apa yang
ingin kusampaikan padamu untuk memberikan kekuatan padamu.
Tapi bep, meski begitu, aku harap aku tetap bisa mendengarkan
keluh kesahmu tentang kelanjutan perjuangan skripsimu. Aku harap aku tetap bisa
sedikit banyak membantumu dalam penelitian atau dalam penyusunan skripsimu. Aku
harap aku tetap bisa kepo dengan perkembangan kisah cintamu *lho *abaikan
bagian ini.
Intinya, yang ingin kusampaikan adalah Ayo berjuang bersama !!
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk menentukan kapan
tanggal kelulusan kita di perkuliahan, tapi kita diberikan kewajiban untuk
senantiasa berdoa, berusaha dan berikhtiar bukan?
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk belajar, membaca
dan membuat diri menjadi seseorang yang mampu untuk segera mengakhiri studi dan
skripsi, tapi kita diberikan kewajiban untuk memahami dengan baik bahwa tiada
daya dan upaya melainkan atas kehendak Allah bukan?
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk bahagia dan
mendapatkan hasil yang diharapkan, tapi kita diberikan kewajiban untuk meyakini
bahwa apa yang Allah tetapkan adalah yang terbaik untuk kita bukan?
Bep, selamat berjuang dengan skripsimu. Andai saja kamu tidak
terlambat saat kemarin atau saat pagi tadi, mungkin MAY DAY akan benar-benar
menjadi hari yang sangat berarti dan berharga untukmu karena waktu dimana kamu
bertemu dengan Papi untuk bimbingan pertama kalinya berdampingan dengan waktu
bertambahnya umurmu menjadi duadua *haha. Anggap saja ini pelajaran, mungkin
dengan cara ini Allah memberikan peringatan agar kita bisa lebih disiplin
waktu. Bukankah begitu, bagaimana menurutmu?
Akhir kata,
Bep, agustus wisuda barengan yuk !! ^^
Terima kasih sudah bersedia menjadi salah satu sahabat
terbaik.
Salam,
Rekan calon S.Pd. mu.