Selasa, 23 September 2014

Muhasabah balasan diri

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره - و من يعمل مثقال ذرة شرا يره (الزلزلة : ٨-٧)

"Barang siapa yang mengerjakan kebajikan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejelekan sebesar dzarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasan) nya"

Hukum karma, aku mengenal kata itu jauh sebelum aku merangkai kata demi kata untuk mengungkapkan apa makna yang kurasakan dalam hidup ini tentang karma.
Tapi ternyata karma bukan sekedar kata, karma adalah hal yang pernah kurasakan. Begitu mendalam pengaruhnya hingga ayat ini selalu kuingat saat aku merasa sedang karma.

Dulu, aku pernah menjauhi seorang adik kecil yang penuh dengan keceriaan hanya karena alasan yang tak masuk akal. Mungkin aku memang lelah berhadapan dengannya, tapi ternyata sesaat setelah aku menjauhinya rasa sayang dan perhatian itu semakin ada. Bahkan terkadang aku tak rela melepasnya meski ia sudah dewasa. Dia yang dulu pernah sempat kuabaikan, kini mengabaikanku. Bukan karena alasan yang tak masuk akal sepertiku, tapi karena ia memang sudah dewasa. Menjadi seorang kakak yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan mengambil keputusan terbaik menurutnya sendiri.
Bahkan saat ini, akhir-akhir ini kulihat ia sedang bersedih. Ingin rasanya aku bisa mengukir senyuman di wajahnya dan bercanda tawa bersamanya. Memberikan pendapat dan nasihat dariku untuk kebaikannya. Namun apa daya, ia tak membutuhkan semua itu, malahan ia masih saja tak berani bercerita padaku.
Dan waktu tak kan pernah kembali, maka kini saatnya aku tersadar untuk tak pernah mengabaikan seseorang yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian dariku. Sebelum aku menjalani kondisi seperti ini, ingin memperhatikan seseorang yg tak butuh diperhatikan olehku.

Di waktu yang lain, aku terlalu terfokus pada seorang sahabat. Atau mungkin lebih tepatnya orang yang kuanggap sangat sangat dekat. Ia adalah sosok sahabat yang sangat dewasa yang bisa mengayomiku tanpa menyakiti atau menyinggung perasaanku. Apa yang dikatakan olehnya adalah sebuah peringatan, bukan ancaman. Dan saat ia mulai menjauh, kami berjarak dengan tak sengaja, aku tak bisa menerima itu semua dengan mudah, begitu saja terlepas dari setiap kata nasihatnya. Rasanya ingin sekali aku tetap bersamanya, bercanda tawa dan bercerita penuh suka cita.
Tanpa kusadari, ada seorang sahabat lain yang juga ternyata kuabaikan perhatiannya. Mungkin memang dia tak terlalu menunjukkan itu semua, tapi yang kusadari saat ini adalah, aku istimewa baginya. Aku jarang memperhatikan keadaannya, tapi ia memperhatikanku. Aku tak menganggapnya lebih istimewa dibanding dengan yang lain, tapi ia melakukan hal yang sebaliknya.
Maka kini saatnya aku tersadar, untuk tak pernah mengabaikan seseorang yang menganggapku istimewa. Sebelum aku menjadi seperti saat ini, terlalu mengistimewakan seseorang yang tak menganggapku istimewa.

Setiap orang perlu perhatian, dan setiap orang yang pandai memperhatikan selalu membutuhkan penghargaan. Maka hargailah mereka yang memperhatikanmu, mereka yang menyayangimu. Sebelum mereka sedikit melupakanmu, dan mengabaikanmu tanpa sengaja.

Dan ada hal yang harus senantiasa kita ingat bersama.

Siapa bilang tak ada orang yang menyayangimu? Sadarlah.. Ada mereka yang selalu membutuhkan nasihatmu, perhatianmu, rangkulan dan kekuatan darimu, dan rasa serta anggapan keistimewaan dirinya bagimu.

Siapa bilang tak ada orang yang menyayangimu? Sadarlah.. Ada orang tuamu yang selalu merawatmu meski saat ini kau sudah bertumbuh dewasa. Dan yang ia butuhkan hanyalah melihatmu hidup bahagia dan sejahtera bersamanya, hidup bersamanya, di depan matanya.

Siapa bilang tak ada orang yang menyayangimu? Sadarlah.. Ada ampunan yang selalu Allah berikan pada hamba-Nya yang memohon ampun dan bertaubat. Ada nikmat karunia yang selalu Allah berikan pada hamba-Nya yang senantiasa pandai bersyukur dan bekerja keras.

Siapa bilang tak ada orang yang menyayangimu? Sadarlah.. Jauh didalam dirimu ada rasa egois yang mementingkan perasaan dan kondisi dirimu sendiri.

Nisa Wiyati Ilahi

Senin, 22 September 2014

Sikap yang hilang

Proses pendewasaan, selalu bisa mengantarkan seseorang pada tahap yang cukup sulit dalam kehidupan yang dijalani. Menjadi pribadi analitis yang selalu saja menerka-nerka kemungkinan apa yang akan terjadi, hal apa yang harus dilakukan, dan bagaimana cara bersikap dalam mengatasi setiap permasalahan.
Terkadang seseorang bisa bersikap dewasa sesuai dengan lingkungannya, saat ia merasa menjadi adik yang diperhatikan kakaknya disana tentu ia akan lebih bersikap manja. Tapi berbeda saat ia berada dilingkungan sahabat dan rekan kerjanya, ia akan bersikap dewasa sambil tetap menyesuaikan dengan tuntutan lingkungannya.
Atau bahkan seseorang bisa terlalu cepat dewasa diumur remajanya. Selalu bisa bersikap tenang menghadapi setiap permasalahan, bersikap sopan saat berhadapan dengan lawan ataupun kawan, dan tentu selalu berfikir hal positif pada setiap kejadian, hingga akhirnya setiap permasalahan dirinya ataupun lingkungan dan rekan yang membutuhkannya mampu terselesaikan.
Sosok dewasa itu, sosok bijaksana itu, bisa terbentuk oleh lingkungan bukan? Lalu apakah ia juga bisa hilang ditelan lingkungan juga?
Jika memang jauh didalam hatinya ia menerima, jika memang dasar dari kepribadiannya adalah bijaksana, dan memang sikap yang selalu bisa terlihat darinya adalah dewasa, semoga itu semua bisa terlihat kembali.
Dan semoga kau bisa menemukan lingkungan yang membuatmu tersadar akan setiap hal yang perlahan pudar dan menghilang dalam dirimu. Sekaligus mengembalikan secara utuh kepadamu.
Aku disini hanya bisa mendoakanmu, teman.

Nisa Wiyati Ilahi

Minggu, 21 September 2014

Wanita biasa

Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa terdiam dan memendam segala apa yang dirasakannya. Entah itu berarti kebahagiaan tak terkira untuknya, atau justru kesedihan yang mendalam didalam hatinya.
Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa berkata-kata lewat tulisan yang takkan terbaca. Terhiraukan oleh insan-insan yang tak menyadari apa maksud dari semua tatanan kata yang terangkai disana. Pembicaraan hanya dengan hati, kata, tulisan, dan tentu tak lupa Tuhan.
Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa tersenyum atas setitik kebahagiaan akan peluang yang mungkin ada sebagai balasan atas kesabaran dan penantian panjangnya. Atau meneteskan air mata tak terlihat didalam hati yang hanya bisa terbaca dalam sorot sendu dan sesal di matanya.
Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa berdoa memohon petunjuk dan kesempatan terbaik yang kelak ia dapatkan dengan cara terbaik diwaktu yang terbaik pula dari Sang Maha Baik.

Dan aku, layaknya seorang wanita biasa.

Nisa Wiyati Ilahi

Jumat, 19 September 2014

Kembali ke Masa Itu

Saat ini aku merasa kembali seperti dulu, aku yang sangat mudah terserang sakit. Aku yang selalu menangis setengah berteriak menahan sakit. Aku yang bersikap seperti anak kecil karena tak kuat menahan air mata dan kekesalan pada rasa sakit.
Saat ini aku merasa kembali seperti dulu, aku yang hanya bisa memendam setiap perasaan, aku yang hanya bisa bersikap diam melawan setiap perasaan, aku yang hanya bisa tersenyum dan tak lama kemudian berfikir keras dengan kebingungan atas setiap perasaan.
Saat ini aku merasa kembali seperti dulu, aku yang punya begitu banyak teman dekat yang memperhatikan. Aku yang tak bergantung pada seseorang yang hanya padanyalah setiap kisah kan kuceritakan. Aku yang bisa tertawa lepas setiap detiknya bersama-sama rekan seperjuangan yang membimbingku dalam jalan kebaikan dan kedewasaan.
Saat ini aku merasa kembali seperti dulu, kembali ke masa itu. Masa dimana hatiku rapuh karena sesuatu, dan yang tersedia tak bisa mengobati secara sempurna setiap kerapuhan di sudut-sudut hatiku.
Saat ini aku merasa kembali seperti dulu, kembali ke masa itu. Masa dimana kepribadianku ingin kurubah jauh dari apa yang ada dalam diriku saat ini.
Saat ini aku merasa kembali seperti dulu, kembali ke masa itu. Masa dimana aku harus belajar keras dalam memahami arti bersyukur dan memohon ampun.

Nisa Wiyati Ilahi

Rabu, 17 September 2014

Hal berarti

Hari yang penting dan hari yang berarti untuk seseorang, terkadang diidentikkan dengan hari ulang tahun, hari kelulusan, hari bahagia, dan lain sebagainya.
Hari itu membuat seseorang merasa senang dan menjadi sosok yang baru. Dan ya, itu semua memang benar. Hari itu adalah tanda akan adanya status baru, kehidupan baru dalam diri seseorang.
Hari itu adalah salah satu bukti bahwa hanya orang-orang yang menyayangimu akan mengingatnya, akan ikut merayakannya bersamamu. Berada disampingmu untuk ikut bahagia atas apa yang terjadi padamu.
Tapi ternyata, ada sedikit kekeliruan disana.
Terkadang mereka hanya ada saat kau merasa senang, tapi tidak saat kau merasa sedih. Terkadang mereka hanya ada saat kau merasa kuat, tapi tidak saat kau merasa lemah.
Terkadang mereka tak ada, diwaktu yang membuatmu benar-benar membutuhkan mereka.
Hari ini aku belajar, belajar mengingat dan menyadari bahwa ada saat yang lebih berharga dan menunjukkan kasih sayang dan perhatian orang-orang yang menyayangimu jika dibandingkan dengan hari-hari diatas.
Saat kau sakit dan saat kau terjatuh, percayalah bahwa mereka yang tulus dan benar-benar menyayangimu akan ada untuk menemanimu kembali pada kesehatan dan membantumu untuk bangkit dan bangun meski kau terjatuh begitu dalam disana.
Saat kau sakit dan saat kau terjatuh, percayalah bahwa ada orang yang rela mengorbankan fikiran dan hatinya untukmu. Mendoakanmu dengan ikhlas tanpa kau minta sekalipun padanya.
Saat kau sakit dan saat kau terjatuh, ingatlah siapa mereka dan hargailah mereka.
Tak usah berharap pada seseorang yang hanya bisa bersamamu saat kau merasa senang dan saat dia merasakan kesedihan.
Dan tak usah memaksakan diri dan bersikeras untuk memperhatikan dia yang memang tidak mau kau perhatikan.
Mungkin terdengar jahat, tapi yang pasti kasih sayang dan perhatianmu lebih dibutuhkan oleh mereka yang menyayangimu.

Semoga kita adalah mereka, bukan dirinya.

Nisa Wiyati Ilahi

Senin, 15 September 2014

Belajar

Semua ini tentang belajar, belajar menerima kenyataan dan ketetapan dari Allah yang memang merupakan hal terbaik untuk dijalankan.
Semua ini tentang belajar, belajar mengikhlaskan seseorang yang sangat berarti meski sebenarnya hati tak pernah tahu apakah rasa yang tumbuh dalam dirinya juga berarti?
Semua ini tentang belajar, belajar memaafkan diri sendiri beserta masa lalu yang penuh dengan khilaf, keegoisan, dan mengutamakan perasaan sendiri tanpa memperdulikan dampak apa yang akan terjadi.
Semua ini tentang belajar, belajar mendoakan orang lain dengan hati yang penuh keikhlasan tanpa ada rasa ingin dibalas budi dengan berharap agar orang lain mendoakan.
Semua ini tentang belajar, belajar menyayangi orang lain sebagai saudara sesama muslim seperti halnya menyayangi diri sendiri.
Semua ini tentang belajar, belajar mengalah dan mengutamakan orang lain dengan syarat tulusnya sikap dan tak ada satupun pihak yang merasa tersakiti dan terabaikan.
Semua ini tentang belajar, belajar menjadi pribadi yg lebih baik dari sebelumnya.
Semua ini tentang belajar, kata yang tak kan pernah ada habisnya saat dijelaskan dan diperbincangkan, layaknya pendidikan.

Sapaan Pembelajaran
Nisa Wiyati Ilahi

Masa Depan

Rancangan masa depan adalah hal yang harus dipersiapkan oleh setiap orang. Dan bagi seorang muslim, masa depan terindahnya hanyalah ada dalam ketetapan dan ketentuan Allah. Ditambah lagi, semua rancangan kan berdasar pada niat dan usaha untuk mencapai keridhaan Allah.
Rancangan masa depan adalah hal yang harus dipersiapkan dari sekarang. Karena apa yang akan terjadi di masa depan adalah akibat dari apa yang terjadi saat ini. Karena apa yang diniatkan akan menjadi alasan mengapa seseorang melakukan sesuatu dengan tekun dan hati-hati.
Rancangan masa depan, kalimatnya pun sudah mengungkapkan masa depan. Tentu sangatlah menuntut persiapan dari sekarang menuju kesiapan dimasa yang akan datang.
Rancangan masa depan, tak hanya tentang penambahan ilmu pengetahuan dan pendidikan, pencarian pengalaman, berbagai pemahaman akan setiap kejadian yang dapat dijadikan pelajaran, dan juga pasangan yang akan menjadi rekan hidup sampai waktu yang telah ditentukan.
Rancangan masa depan, semoga rancangan terbaik adalah rancangan untuk berhadapan dan menjemput kematian. Cara yang bisa mempertemukan hamba dengan Tuhannya, cara yang bisa membuat setiap hamba berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhannya, cara yang bisa menunjukkan hasil akan setiap langkah dan sikap di dunianya, cara yang bisa membuktikan sebanyak apakah amal yang dilakukan dengan hati penuh keikhlasan serta harapan dan doa yang digantungkan pada Tuhannya.
Rancangan masa depan, izinkan hamba merancang hal-hal yang bisa membuat hamba layak untuk bertemu dengan-Mu dan menempati syurga-Mu Rabbii.. Aamiin

Nisa Wiyati Ilahi

Sabtu, 13 September 2014

Keluarga

Kau tidak bisa memilih keluargamu, tapi kau bisa memilih teman terdekatmu atau orang-orang dilingkungan sekelilingmu untuk kau anggap sebagai keluargamu bahkan kau jadikan keluargamu.
Sayangnya ternyata lingkungan pun tak hanya satu yang akan kau masuki. Ada beberapa lingkungan yang menarikmu, atau membuatmu tertarik untuk bertahan dilingkungan tersebut. Ada beberapa lingkungan yang membutuhkanmu, atau kau butuhkan karena kau sudah merasa nyaman disana.
Lalu, saat kau jadikan kesemua lingkungan itu adalah keluarga barumu, keluarga yang kau bentuk, keluarga yang kau anggap membuatmu nyaman, keluarga yang tercipta karena suatu perhatian dan kasih sayang tanpa paksaan, maka kau harus sadar bahwa kau memiliki keluarga yang tak sedikit diluar sana.
Hingga akhirnya, saat kau sadar bahwa keluarga itu tak hanya satu, kau harus memilih keluarga yang menjadi prioritasmu.
Tapi ada yang mengganggu hati dan perasaanmu disana. Haruskah keluarga berlabel prioritas, tuntutan dan paksaan?
Keluarga yang berhubungan baik rasanya takkan ada itu semua, yang ada hanyalah kasih sayang yang bisa menumbuhkan sikap mengutamakan dengan hati dan sesuai kondisi.
Sekali lagi, haruskah keluarga berlabel prioritas?

Sapaan Kekeluargaan
Nisa Wiyati Ilahi

Rabu, 10 September 2014

Doa, ikhtiar, dan tawakkal

Dalam doa, namamu kan kusebut dalam setiap sujud terakhir dalam shalatku.
Dalam ikhtiyar, dirimu kan menjadi seseorang yang kupertahankan dan kuperjuangkan dalam langkah persiapan dan perbaikan diriku.
Dalam tawakkal, waktu dan kondisi terbaik yang kan Allah berikan kan ku nantikan dengan penuh kesabaran karena aku yakin aku akan dipertemukan denganmu.
Hingga akhirnya kan ada kesempatan bagi kita untuk bersama dan bersatu.

Dalam doa, tanpa kita ketahui ada seseorang yang baik dan lembut perangainya senantiasa mendoakan kita di setiap sujud terakhir dalam shalatnya.
Dalam ikhtiyar, tanpa kita sadari ada seseorang yang senantiasa memperbaiki dan memantaskan dirinya agar menjadi hamba Allah yang seutuhnya dalam penantiannya berjumpa dengan kita.
Dalam tawakkal, tanpa kita sadari ada seseorang yang senantiasa mengikhlaskan kita untuk berdampingan bersama siapapun itu karena harapnya adalah mendapatkan pasangan terbaik yang diberikan Allah untuknya dan untuk kita jauh sejak ia masih menyebut kita dalam doanya.
Hingga akhirnya kan kita sadari sepenuhnya bahwa Allah selalu mempersiapkan yang terbaik bagi hamba-Nya. Terlebih untuk pasangan hidup di dunia maupun di akhirat selamanya.

Hubungan yang baik akan membutuhkan koneksi hati, harap, fikiran, keyakinan dan perasaan yang dihubungkan secara langsung oleh Allah. Bukan hubungan yang diciptakan oleh diri kita sendiri yang diwarnai dengan corak godaan, ketidakjelasan status kehalalan, dan impian yang berujung pada kesalahan.
Cara berhubungan yang baik adalah berharap dan menyampaikan rasa yang disadari pada sandaran terkuat yaitu Allah. Bukan cara yang sudah jelas ketidakbenarannya namun tetap mengatas namakan Allah dengan seenaknya.
Jaga hati, jaga fikiran, dan serahkan pada Allah siapa pendamping hidup kita di dunia sekaligus perantara akhirat kita untuk mencapai syurga-Nya.

Semoga mereka adalah kita.
Aamiin

Nisa Wiyati Ilahi

Selasa, 09 September 2014

Masalah

Permasalahan, setiap orang punya permasalahan masing-masing. Entah itu berupa konflik dalam keluarga, lingkungan berteman, atau bahkan diri sendiri.
Permasalahan, setiap permasalahan punya tingkat kerumitan yang berbeda beda. Entah itu dikategorikan sebagai permasalahan yang mudah untuk diselesaikan, cukup sulit, atau sangat sulit untuk dicari solusinya.
Permasalahan, setiap kerumitannya akan membutuhkan pemikiran dan energi yang sama meski penekanannya berbeda. Entah itu menggunakan pemikiran saja, energi untuk bersabar saja, atau keduanya secara seimbang sekaligus.
Meski begitu, setiap permasalahan ada solusi terbaiknya.
Oleh karenanya, saat kau merasa punya masalah sekecil apapun itu, semudah apapun itu, hingga sesulit apapun itu atau serumit apapun itu, selesaikanlah karena semua akan berakhir dengan hadirnya solusi.
Solusi terbaik akan kau dapatkan hanya dari satu sumber, yaitu Allah. Entah itu dengan jalan adanya fikiran secara tiba-tiba, keyakinan yang tertanam begitu saja dalam dirimu atau melalui orang lain yang memberikan logika dan keyakinan dihatinya.
Saat permasalahanmu selesai, janganlah kau merasa mampu untuk menyelesaikannya dengan cara yang datang darimu sendiri, cara yang kau dapatkan karena kau mampu.
Saat permasalahanmu selesai, janganlah kau merasa sombong dengan semua itu. Karena kau mampu saat Allah yang membuatmu mampu, memampukanmu untuk menyelesaikan masalah itu.
Intinya semua terjadi karena kehendak Allah, bukan karena kemampuanmu apalagi kesombonganmu.

Memohon ampunlah dengan hati yang penuh syukur akan segala nikmat, karunia, kehendak dan ketetapan dari Allah.

Nisa Wiyati Ilahi

Kamis, 04 September 2014

Episode Kehilangan #2

Ada saat dimana semua yang kau miliki akan tiada, karena memang hakikatnya tak ada yang layak kita miliki seutuhnya, dan semua itu adalah milik Allah dan atas izin Allah.
Ada saat dimana semua yang kau rasakan hilang akan kembali, karena memang hakikatnya setiap yang pergi artinya adalah kembali, dan semua itu berupa kasih sayang Allah yang selalu memberikan apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Tapi kehilangan bukan berarti tak terganti, terlebih itu terlihat seperti sangat tidak baik. Kehilangan adalah salah satu tanda pergantian. Kehilangan lingkungan lama, akan ada lingkungan baru, kehilangan sosok lama, akan ada sosok baru, kehilangan benda pun akan ada benda baru. Semuanya hanya berpola hilang dan terganti.
Tapi pastikan, saat ini adalah saat dimana kau akan menjaga sesuatu yang sangat penting yang kau anggap tak terganti. Tanpa lupa mensyukuri setiap pola kehidupan yang ditetapkan Allah untuk semua hamba-Nya.
Episode kehilangan, hal menyakitkan yang berbuah pelajaran.
Bersyukurlah :)

Nisa Wiyati Ilahi

Rabu, 03 September 2014

Maaf, aku sedang lelah

Maaf, meski kesabaran seseorang ada batasnya ternyata energi dan kekuatan yg aku punya tak bisa lebih besar dari harapan yang selama ini tertanam jauh di lubuk hatiku yg terdalam padamu..
Akhir akhir ini aku merasa lemah tak berdaya, tak ada satupun tanda bahwa harapan yang sangat kujaga ini kelak akan menjadi kenyataan..
Dan ternyata saat ini aku sedang berada di puncaknya, aku lelah menunggu kepastian yang tak kunjung kau berikan..
Aku sangat menyadari bahwa aku bukanlah siapa-siapa melainkan hanya hamba Allah, aku tak bisa menolak apa yang diberikan Allah kepadaku, termasuk perasaan dan harapan yang berkali kali ku coba untuk menghilangkannya. Dan tanpa izin Allah, rasanya sangat sulit aku bisa melupakan dan menghilangkan rasa itu begitu saja.
Aku pun tak bisa menyangkal akan semua rencana yang telah Allah tetapkan jauh sebelum aku terlahir ke dunia ini sekalipun. Dan hanya atas izin Allah sajalah semua hal yang diinginkan dan diharapkan bisa terjadi, tanpa doa, ikhtiar dan tawakkal semua hal akan terasa sangat sulit untuk dapat terwujudkan.
Sekali lagi maaf, karena aku sedang lelah.

Ungkapan seorang perempuan yang sedang berada dalam masa penantian. Masa yang terlalu cepat terjadi secara versinya. Tapi ia tak bisa memungkiri itu semua, yang ia tahu adalah Allah sedang memberikan pelajaran yang tak henti hentinya dengan cara terbaik yang bisa dilalui olehnya.
Perempuan itu selalu mengingat perkataan temannya, bahwa penantian seorang perempuan akan hadirnya kepastian bukanlah mengenai kesuksesan. Melainkan rasa aman meski hatinya dititipkan pada orang lain, lelaki yang diharapkannya.
Tegarlah hai kau perempuan.

Sapaan Penantian
Nisa Wiyati Ilahi

Senin, 01 September 2014

Karena Kesedihan Mudah Dihilangkan

Saat kau merasa sendiri, jangan biarkan kau larut disana, karena kesedihan dan kesepian akan mudah datang disaat seperti itu.
Saat kau merasa sedih, jangan biarkan kau larut disana, karena kondisi hatimu bisa saja menguasai pola fikirmu.
Saat kau merasa kesepian, jangan biarkan kau larut disana, karena begitu banyak orang yang menyayangimu tanpa kau sadari sekalipun.

Setiap orang pasti punya masalah, atau sekedar hal hal kecil yang bisa membuatnya sedih dan kesepian. Begitupun dengan diri kita, karena itu adalah hal yang sangat wajar bagi setiap manusia.
Namun, Allah selalu mempersiapkan kemudahan dalam kesulitan, yang artinya juga mempersiapkan kebahagiaan dalam kesedihan. Kau bisa menemukan kebahagiaan itu saat kau berusaha untuk mencarinya. Jika kau tak mencarinya, maka tentu akan terasa sulit kebahagiaan itu kau dapatkan.

Setiap orang juga punya cara sendiri dalam menghadapi masalah, entah itu mencari solusi terbaik atau selalu menjauhkan diri dan menghindar dari permasalahannya. Tapi yang terbaik adalah menghadapi dengan mencari solusi dan jalan keluar.
Oleh karenanya, kita harus senantiasa sadar bahwa setiap masalah pasti akan ada solusinya. Dan caraku menghilangkan kesedihan adalah berkumpul bersama teman teman terdekat. Meski hanya sekedar berbincang dan bercanda tawa bersama sesaat saja, rasanya tak ada beban yang sedang dipikul, tak ada masalah yang harus dicari solusinya, yang ada hanya kebahagiaan bersama mereka.

Berkumpul bersama teman, entah itu meminta solusi dari permasalahan, atau berbincang sederhana selayaknya kawan, selalu saja berakhir dengan canda tawa dan senyuman.

Karena kesedihan itu mudah dihilangkan, saat kau tahu bagaimana caramu menghilangkannya. Terima kasih banyak sahabat.

Sapaan Persahabatan
Nisa Wiyati Ilahi