Saat ini mungkin hatiku merasa sepi, rasa sepi yang berbeda..
Entah sepi karena belum bertemu dengan seseorang yang tertulis di lauhul mahfudz,
Atau rasa sepi sederhana dari seorang gadis yang belum bisa membedakan antara kesepian dan menjauh dari keramaian..
Saat ini mungkin hatiku merasa sendiri, rasa sendiri yang bukan dalam arti yang sebenarnya..
Entah sendiri karena belum bertemu dengan seseorang yang kelak akan menjadi pemimpin hidup dan imam yang sebenar-benarnya,
Atau rasa sendiri yang sederhana dari seorang gadis yang belum bisa membedakan antara mandiri dan kesendirian..
Saat ini mungkin hatiku merasa rindu, rasa rindu yang entah pada siapa dilabuhkannya, rindu yang tak tahu dimana ujung dari penantian ini akan berakhir..
Entah merindukan seseorang yang masih belum kutemukan di waktu sekarang,
Atau rasa rindu akan kebersamaan pada orang yang sebenarnya berada di sekitar, berada di sekeliling, rasa rindu yang mungkin harusnya tak pernah kurasakan adanya..
Namun aku tahu, bersama-Nya aku takkan pernah merasa sepi, jika setiap hari ku luangkan waktu untuk selalu membaca surat cinta dari-Nya..
Bersama-Nya, aku takkan merasa sendiri, jika dalam setiap langkahku disertai oleh ridha dan kehendak dari-Nya..
Bersama-Nya aku takkan merasa rindu, karena aku tahu bahwa Ia selalu melihatku, menjagaku, dan memberikan yang terbaik untukku..
Ya Allah, aku tak pernah mau menduakan cinta-Mu hanya karena terlena dengan semua rasa yang justru Kau karuniakan..
Oleh karena itu biarkanlah aku bertemu dengan dirinya, dirinya yang aku cintai karena-Mu, dirinya yang mencintaiku karena-Mu..
Ya Allah, aku tak mau merasa bahwa aku adalah orang yang paling sempurna, maka pertemukanlah aku dengan dirinya, dirinya yang sedang mempersiapkan apa adanya ia sebelum bertemu denganku.. Dirinya yang menjadi alasan mengapa aku senantiasa mempersiapkan diri..
Dan jika berbicara tentang persiapan diri, izinkanlah hamba untuk tak pernah merasa cukup, agar hamba bisa selalu berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi..
Karena diri ini mempunyai dua alasan untuk mempersiapkan diri,
Alasan pertama adalah alasan yang berada dalam kehendakku, yaitu mempersiapkan diri agar bertemu dengan calon imam yang kuharapkan,
Dan alasan kedua adalah alasan yang berada dalam kehendak-Mu, yaitu dipersiapkan diri untuk dipertemukan dengan calon imam yang mampu membimbingku..
Seseorang yang telah Kau tetapkan,
Pertemuan yang telah Kau rencanakan,
Hari dimana dengan izin-Mu kami bertemu,
Berkahilah kami Ya Allah..
Ya Allah, aku tak pernah mau tak menjalankan perintah-Mu untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang, atau hanya sekedar menjalin hubungan baik dalam kadar hamlumminannaas..
Namun, apa yang kurasakan saat ini, aku butuh seseorang yang mampu membantu dan membimbingku untuk menjalankannya..
Ya Allah, aku tak pernah mau menggantungkan perjalanan hidup dan kondisi hatiku pada makhluk yang sudah jelas tak bisa memberikan kepastian..
Namun, apa yang kurasakan saat ini, aku butuh kondisi dimana aku bisa menangis dengan melepas semua keluh kesah dan beban hidup di pundaknya..
Mereka yang tahu kondisi hatiku,
Mereka yang mau meminjamkan pundaknya untukku,
Dan mereka yang selalu membimbingku untuk terus mencintai-Mu,
Aku menginginkannya dan sangat membutuhkannya..
Kuatkan dan sabarkan hati ini Ya Rabb..
Aamiin.