Budaya Sayang Teman
1. Berkata baik kepada teman
2. Berbuat baik kepada teman
3. Mendoakan teman
Senin, 28 November 2016
Kamis, 29 September 2016
DUNIA ANAK
Seru, menantang, diluar sangkaan,
penuh pelajaran.
#1
Guru:
“Anak-anak sudah boleh pulang”
Murid:
*ribut sun tangan kemudian lari keluar kelas
Guru:
*beresin kelas bekas belajar anak2
Murid:
*lari-lari balik lagi ke kelas, kemudian bilang “Bu guru, makasih yah”
Guru:
*melted ibu nak~
#2
Guru
badmood = murid susah diatur pas belajar, murid ngantuk, pembelajaran gaje
Guru
goodmood = murid belajar dengan senang tanpa beban~
Kamis, 15 September 2016
Tentang Kata
Kata, yang dengannya dapat memotivasi.
Kata, yang dengannya dapat menginspirasi.
Kata, yang dengannya dapat membuat tersenyum.
Kata, yang dengannya dapat membuat semangat.
Kata, yang dengannya dapat merasakan bahagia.
Kata, yang dengannya dapat..... ahh bersyukur atas hidup yang dijalani, atas setiap hal yang terjadi.
Tapi, siapa sangka bahwa terkadang,
Kata, yang dengannya dapat menginspirasi.
Kata, yang dengannya dapat membuat tersenyum.
Kata, yang dengannya dapat membuat semangat.
Kata, yang dengannya dapat merasakan bahagia.
Kata, yang dengannya dapat..... ahh bersyukur atas hidup yang dijalani, atas setiap hal yang terjadi.
Tapi, siapa sangka bahwa terkadang,
Minggu, 04 September 2016
Tentang perbincangan sederhana
Apa kau tahu, berbincang denganmu memunculkan begitu banyak inspirasi kata. Tapi sayang kau bertindak curang, kau memberiku begitu banyak kata tanpa memberi tahu bagaimana caraku untuk menyusunnya.
Selasa, 09 Agustus 2016
Hati
“Ada sesuatu hal yang seringkali berada diluar kendali pribadiku, namun siapa sangka justru hal tersebut mengendalikan segalanya?”
Sabtu, 06 Agustus 2016
Kerja
Bekerja itu....
Bisa menjadi suatu kebutuhan, entah itu berhubungan dengan
kebutuhan fisik dalam melakukan sesuatu hal maupun kebutuhan finansial yang
akan dapat terpenuhi dengan cara bekerja, meskipun hanya dengan melakukan
sesuatu hal yang ringan dan sederhana.
Bisa menjadi suatu kewajiban, seperti halnya beban atau
mungkin tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang, yang secara tidak langsung
menuntut seseorang untuk melakukan sesuatu hal.
Bisa menjadi suatu bentuk pengakuan, ibarat kata ada perasaan bangga
dan percaya diri ketika sedang ditanya, apa pekerjaanmu atau dimana kau
bekerja?
Bisa menjadi suatu bentuk pengabdian, dengan alasan tidak
diterima di perusahaan atau yayasan lain, maka bentuk terima kasih atas
ketersediaan kesempatan untuk bekerja di tempat yang bersangkutan dilakukanlah
sebuah pengabdian dengan cara melakukan sesuatu hal untuk tempat terkait.
Bisa menjadi suatu keterpaksaan, dikarenakan tak ada hal lain
yang bisa dilakukan, atau karena tak ada pilihan lain lagi, maka mau tidak mau
harus melakukan pekerjaan ini.
Lantas, apa arti pekerjaan bagimu? Apakah ia adalah sebuah
kebutuhan, kewajiban, pengakuan, pengabdian atau justru keterpaksaan?
Minggu, 31 Juli 2016
Langkah pilihan
Pernahkah kau melangkah namun tak tahu alasan kenapa kau
mengambil langkah tersebut?
Pernahkah kau melakukan sesuatu yang rasanya bukan keinginan
dirimu sendiri juga bukan tuntutan dari lingkungan sekitarmu?
Pernahkah kau memilih dan memihak terhadap sesuatu hal namun
kau tak mengerti dorongan apa yang membuatmu bersikeras untuk memilih dan
memihaknya?
Jika kau pernah mengalaminya, bisakah kau ceritakan padaku hal
apa yang terjadi setelahnya?
Minggu, 17 Juli 2016
Prasangka
Ini
tentang Prasangka
Iyyakum wa
dzanna fa inna dzanna akdzabul hadits
(Jauhilah oleh
kalian prasangka karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya
perkataan).
Dzann, prasangka,
pernah dengar istilah suudzan dan husnudzan? Atau mungkin bahkan sudah paham?
Suudzan mengarah
kepada prasangka buruk sedangkan husnudzan mengarah kepada prasangka baik.
Lantas, bagaimana
kita menanggapi prasangka yang akan selalu ada dalam diri kita? Karena manusia
tidak luput dari kesalahan bukan? Dan mungkin saja prasangka itu adalah sesuatu
yang termasuk dalam kesalahan itu sendiri.
Jadi kita perlu
mengingat 2 hal,
Pertama, hal yang
diawali dengan buruk akan berakhir dengan buruk pula. Jikalau akhirnya
prasangka buruk itu salah, maka sungguh perasaan malu dan bersalah akan
menyelimuti hati dan pikiran kita. Jikalau pun benar, yakin akan membawa
kebaikan dan ketenangan pada hati dan pikiran? See. Hindari prasangka buruk.
Kedua, hal yang
diawali dengan baik akan berakhir dengan baik pula. Jikalau akhirnya prasangka
baik itu salah, meskipun perasaan kesal dan kecewa akan menyelimuti hati dan
pikiran tapi sungguh itu bukti bahwa Allah menyayangi kita. Allah menunjukkan
hal tersebut agar kita tak semakin tenggelam dalam hal yang hanya berakhir pada
kekecewaan dan kesalah pahaman yang berlarut-larut. Jikalau pun benar, sudah
barang pasti membawa ketenangan pada hati dan pikiran. See, usahakanlah untuk
selalu berprasangka baik.
Meski begitu, ada
seseorang yang pernah memberi tahu saya bahwa berprasangka mengenai perasaan
seseorang adalah hal yang keliru alias ‘teu kaci’ katanya. Dan saya paham
karena bahkan seseorang yang hangat pun tak selalu mengekspresikan perasaannya
melalui keramahan sikap. Begitupun dengan seseorang yang terhitung kasar dan
egois pun tak selalu mengekspresikan perasaannya melalui keacuhan sikap. setiap
orang memiliki caranya masing-masing untuk menanggapi perasaan yang ia rasakan.
*maaf sedikit intermezzo
Salam,
Seseorang yang
penuh ‘prasangka’.
Selasa, 05 Juli 2016
Jika Anda Bersedia Membaca
Seperti yang telah kita ketahui bahwa hari raya Idul Fitri
telah datang, tanpa terasa bulan Ramadhan yang suci telah pergi. Semoga amalan
kita selama bulan Ramadhan dapat di terima oleh Allah SWT. Aamiin. Karenanya
saya pribadi mengucapkan.
تقبل الله منا و منكم
صيامنا و صيامكم من العائدين و الفائزين كل عام و أنتم بخير آمين
Sebelumnya, perkenalkan nama saya Nisa Wiyati Ilahi.
Saya mungkin adalah salah satu dari beberapa teman dekat anda,
atau salah satu orang yang hanya sekedar anda kenal dan anda tahu saja.
Tulisan ini saya buat dalam rangka permohonan maaf, yang
tentunya diharapkan juga dapat menjadi pengingat bagi kita semua.
Berbicara tentang manusia yang merupakan sosok dengan berbagai
macam kesalahan dan khilaf yang dilakukan, maka tentu sudah pasti saya pribadi
pun memiliki kesalahan kepada setiap orang yang saya kenal baik itu disadari
maupun tidak.
Jika ada yang menganggap bahwa saya adalah orang yang baik,
maka mari kita ingat bahwa terkadang seseorang dipandang baik adalah karena
Allah telah menutupi aibnya. Oleh karenanya sudah pasti bahwa saya pun telah
tertutup aibnya ketika dipandang sebagai orang yang baik. Dan jika ada yang
menganggap bahwa saya adalah orang yang tidak baik, maka saya harap akan ada
pengingat dan pemberitahuan kepada saya pribadi agar saya bisa memperbaiki
diri, bukan dengan tujuan agar terlihat baik, tetapi agar benar-benar belajar
dan membiasakan diri untuk menjadi seorang hamba Allah yang taat.
Siapa sangka jika nyatanya secara sadar ataupun tidak saya
pernah bersikap sebagai seseorang yang ingin terlihat baik, menunjukkan
ketulusan yang bahkan tidak terasa sedikitpun dalam hati saya. Bukankah itu
termasuk dalam sebuah kesalahan?
Siapa sangka jika nyatanya secara sadar ataupun tidak saya
pernah bersikap sebagai seseorang yang begitu perhatian, padahal nyatanya
terlihat dan terkesan mengganggu, atau mungkin justru sebagai seseorang yang
begitu cuek dan tidak peka. Bukankah itu termasuk dalam sebuah kesalahan?
Siapa sangka jika nyatanya secara sadar ataupun tidak saya
pernah berucap pujian atau justru kekecewaan pada seseorang, yang bahkan tanpa
terpikir sekali pun bahwa ada kekeliruan dalam diri saya sehingga terucaplah
kalimat pujian dan kekecewaan itu, yang bahkan tanpa terpikir sekali pun
bagaimana perasaan dari orang yang mendengarnya. Bukankah itu termasuk dalam
sebuah kesalahan?
Siapa sangka jika nyatanya secara sadar ataupun tidak saya
pernah melakukan kesalahan berulang, entah itu kesalahan yang bisa dimaklumi atau
kesalahan fatal yang dilakukan pada teman yang sangat dekat dan akrab, hingga
rasanya sudah merasa yakin dan percaya diri bahwa dia akan bersedia memaafkan
dan memaklumi. Bukankah itu termasuk dalam sebuah kesalahan?
Siapa sangka jika nyatanya secara sadar ataupun tidak saya
pernah berlagak seperti orang yang paling paham, orang yang paling tahu, orang
yang paling benar, dalam sesuatu hal, tidak bersedia mendengarkan pendapat atau
pandangan orang lain yang bisa memperbaiki pemikiran saya, perilaku saya.
Bukankah itu termasuk dalam sebuah kesalahan?
Siapa sangka jika nyatanya secara sadar ataupun tidak saya
pernah menyebabkan orang lain membicarakan saya di belakang, merasakan emosi
dan amarah berlebih yang entah tertahankan atau terlepaskan, merasakan ketidak
nyamanan akan keberadaan saya di sekitarnya, merasakan ketidak terbukaan dalam
bercerita tentangnya sedang saya terus menerus mengganggunya dan bercerita
padanya, menyebabkan orang lain mengalami penyakit hati, menyebabkan orang lain
berprasangka buruk akibat perilaku yang buruk dari saya, atau mungkin bahkan
sebaliknya, saya lah yang membicarakan di belakang, memiliki penyakit hati dan
berprasangka buruk. Bukankah itu termasuk dalam sebuah kesalahan?
Manusia itu tempatnya salah dan lupa bukan?
Oleh karenanya saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dari
hati yang sedalam-dalamnya. Jika saya pernah melakukan kesalahan dan melupakan
kebaikan, semoga dapat dimaklumi dan dimaafkan serta untuk ke depannya diberikan
teguran.
Terima kasih banyak untuk kesediaan dalam membaca tulisan ini.
Semoga Allah memberikan ampunan-Nya kepada kita semua. Wassalam.
Jumat, 20 Mei 2016
Sidang Ibun ^^
Buat ibun(der) yang besok mau sidang.
Tau gak? Skripsi kita ini bukan cuman tentang penelitian, tapi
juga tentang keyakinan dan kemampuan.
Kita sama-sama punya keyakinan, tapi ada bedanya.
Keyakinan ibun kuat sejak jauh-jauh hari menuju bulan April,
jadi besok ibun bisa sidang ekekek. Keyakinan nisa lemah jauh-jauh hari sebelum
menginjak bulan April, jadi sampe detik ini belum dapet ACC huhu.
Di sisi lain kita sama-sama mampu tapi dalam hal yang berbeda
juga, Allah sama-sama memampukan kita. Untuk ibun dalam hal sidang bulan ini,
mungkin aja kalo bulan depan detun terlalu lelah ya bun muehehe. Dan lagi
dengan kondisi dospem skripsi yang seperti itu seolah percuma di lama-lamain
kalo ujung-ujungnya gitu aja cara revisi dan bimbingannya, iya gak bun? Salah gak
aku? Wkwk.
Untuk nisa dalam hal menanti bimbingan dan acc biar bisa
sidang bulan depan (Aamiin). Mungkin nisa kudu usaha lebih keras lagi ya bun,
atau lebih sabar lagi, atau lebih teliti lagi, dan nisa (yang bahkan jomblo ini
*lho, maksudnya belum punya tuntutan sama imam dan calon malaikat kecil kayak
ibun) mungkin lebih mampu buat sabar, teliti dan usaha lebih keras dibanding
sidang dengan prepare ala ala deadliner muehehe piiss.
Yang pasti keyakinan kita yang atur kan bun, dengan catatan
kehendak Allah yang mewujudkannya. Seperti banyak teman yang mengingatkan kita
bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Dan kemampuan kita yang
usahakan, dengan catatan kehendak Allah yang memutuskan hasilnya. Meskipun
hasil tergantung usaha, tetap saja mesti ada peran kapabilitas diri didalam
perolehan itu, iya gak sih bun bahasanya gitu? Wkwk.
Maap bun tulisan ini abstrak, tapi gak se teoritis abstrak
skripsi kok. Haha.
Oke bun, selamat dan sukses buat sidangnya.
Note: pesan ini dibuat pada malam sebelum pelaksanaan sidang,
dibaca ibun pada siang seusai pelaksanaan sidang, ditangisi setelah selesai
membaca dan selesai pengumuman yudisium *ini gak nyambung *oke bhay.
Akhir kata, mapyabun nisa jadi bawang merah terus buat ibun.
Lopyubun <3.
MayDay
Hay Bep *kedipcentil*
Siang tadi, sepertinya ada sedikit kode buat nisa biar nulis
sesuatu tentang kamu. Atau mungkin lebih tepatnya mengungkapkan sesuatu untukmu
lewat tulisan.
Sejujurnya aku tak tahu apa yang sebaiknya aku sampaikan
padamu dengan kondisi seperti ini. Apakah memang benar-benar tentang bertambah
umur, atau tentang hal lainnya yang mungkin secara tidak sadar perlu untuk ku
sampaikan padamu.
Oke kita mulai dengan Shelfira
Meisarani, SUP. Muehehe
Terkadang kita tak tahu apa yang direncanakan Allah dibalik
setiap apa yang terjadi dan ditetapkan pada diri kita. Kita pernah bersitegang
yang mungkin waktunya kurang lebih adalah satu tahun yang lalu. Kejadian itu
memang memalukan, menyakitkan, mengharukan atau entahlah bagaimana kita perlu
membahasakannya. Tapi mungkin itu memang harus terjadi, karena dengannya aku
bisa belajar untuk mengontrol diri, menghindari perkataan yang meski di niatkan
untuk candaan namun tak berakhir dengan menyakiti hati orang lain. Saat itu,
kau sudah memberikan pelajaran yang berharga, terima kasih. Memalukan sekali
rasanya jika aku mengingatnya.
Sekitar akhir Maret pun, sesuatu terjadi. Ada emosi tak
tertahankan darimu setelah pelaksanaan sidang di bulan itu. Dengannya aku pun
belajar bahwa mungkin kau membutuhkan sesuatu untuk diungkapkan, kau
membutuhkan seseorang untuk mendengarkan, kau membutuhkan pemahaman dari
teman-teman disekitarmu, sekaligus penguatan untuk terus yakin dan berjuang.
Hingga akhirnya pada bulan April, apa yang kau nantikan pun
terjadi. Kau menjalani seminar usulan proposal dengan lancar dan penuh
senyuman. Tenang rasanya melihat kau begitu polos menghadapi seminar dengan
senyuman(maut *wkwk).
Bep, setiap apa yang kita jalani dan kita hadapi adalah
ketetapan dari Allah bukan? Aku percaya bahwa ada rencana dan pelajaran dibalik
setiap apa yang ditetapkan itu. Mungkin kau ditetapkan untuk melaksanakan
seminar di bulan April agar kau mengajukan judul pembelajaran, bukan lagi
tentang SIM. Mungkin kau ditetapkan seperti itu agar kau berada di bawah
bimbingan Papi baru. Mungkin kau ditetapkan seperti itu agar kelak teman-teman
di sekitarmu bisa membantumu dan mendengarkanmu dengan lebih leluasa. Sesuai
dengan apa yang telah mereka alami dan rasakan.
Jujur saja, aku ingin meminta maaf karena mungkin seringkali
aku tak mampu memahami kondisimu, aku juga tak mampu menyesuaikan pembicaraan
yang sesuai denganmu, atau aku tak mampu membahasakan dengan baik apa yang
ingin kusampaikan padamu untuk memberikan kekuatan padamu.
Tapi bep, meski begitu, aku harap aku tetap bisa mendengarkan
keluh kesahmu tentang kelanjutan perjuangan skripsimu. Aku harap aku tetap bisa
sedikit banyak membantumu dalam penelitian atau dalam penyusunan skripsimu. Aku
harap aku tetap bisa kepo dengan perkembangan kisah cintamu *lho *abaikan
bagian ini.
Intinya, yang ingin kusampaikan adalah Ayo berjuang bersama !!
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk menentukan kapan
tanggal kelulusan kita di perkuliahan, tapi kita diberikan kewajiban untuk
senantiasa berdoa, berusaha dan berikhtiar bukan?
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk belajar, membaca
dan membuat diri menjadi seseorang yang mampu untuk segera mengakhiri studi dan
skripsi, tapi kita diberikan kewajiban untuk memahami dengan baik bahwa tiada
daya dan upaya melainkan atas kehendak Allah bukan?
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk bahagia dan
mendapatkan hasil yang diharapkan, tapi kita diberikan kewajiban untuk meyakini
bahwa apa yang Allah tetapkan adalah yang terbaik untuk kita bukan?
Bep, selamat berjuang dengan skripsimu. Andai saja kamu tidak
terlambat saat kemarin atau saat pagi tadi, mungkin MAY DAY akan benar-benar
menjadi hari yang sangat berarti dan berharga untukmu karena waktu dimana kamu
bertemu dengan Papi untuk bimbingan pertama kalinya berdampingan dengan waktu
bertambahnya umurmu menjadi duadua *haha. Anggap saja ini pelajaran, mungkin
dengan cara ini Allah memberikan peringatan agar kita bisa lebih disiplin
waktu. Bukankah begitu, bagaimana menurutmu?
Akhir kata,
Bep, agustus wisuda barengan yuk !! ^^
Terima kasih sudah bersedia menjadi salah satu sahabat
terbaik.
Salam,
Rekan calon S.Pd. mu.
Kamis, 24 Maret 2016
Skripsi~
Skripsi itu kadang berkaitan sama hati, mood ngerjain skripsi, segala macam tahapan uji yang bikin baper. hadeuh -,- -,-
Kadang berkaitan juga sama diri sendiri, dosen pembimbing skripsi, sama sekolah yang mau diteliti yang bikin emosi. hadeuh -,- -,-
-Senin, 22 Maret 2016-
Skripsi itu bukan hanya tentang ngerjain bab per bab nya, tapi skripsi itu adalah suatu karya, karya tulis ilmiah, penentuan syarat kelulusan, yang kelak harus dipertanggung jawabkan saat sidang.
dan berbicara tentang sidang, bukan hanya tentang acc dan tanda tangan dari dosen pembimbing skripsi, tapi juga tentang usaha yang dilakukan, waktu yang dihabiskan, tenaga yang dikorbankan.
setelah itu semua, yang terpenting adalah keyakinan, kapan pengerjaan skripsi ini akan selesai, kapan karya ilmiah ini dipertanggung jawabkan, kapan waktunya sidang, itu sangat berhubungan erat dengan keyakinan.
keyakinan pada kemampuan diri sendiri, setelah keyakinan pada Allah SWT untuk memampukan dan menghendaki acc, tanda tangan, dan sidang itu terjadi.
-Senin, 18 April 2016-
Pengerjaan skripsi itu tidak membutuhkan waktu yang lama, begitupun dengan pengerjaan revisian. Komentar dan perbaikan oleh dosen pembimbing di setiap bab nya, entah itu dicoret, entah itu dilipat, entah itu dibicarakan saja, sebenarnya tak butuh waktu berhari-hari untuk mengerjakannya. Jika dihitung-hitung maka mungkin hanya dibutuhkan waktu maksimal sekitar 5 hingga 9 jam lamanya. Terkecuali ada hal yang harus kau lakukan dibalik itu semua demi kelancaran skripsi, kita tandai pembahasan ini dengan pengolahan data yang mana setiap peneliti akan membutuhkan waktu yang berbeda untuk mengolah data yang menghasilkan jawaban atau pernyataan yang sesuai harapan. Kembali lagi pada waktu, sungguh hanya butuh beberapa jam saja untuk melakukan revisi bahkan tidak sampai satu hari satu malam, cukup dengan satu hari saja atau satu malam saja. Itulah mengapa ada yang mampu mengerjakan skripsi dalam rentang waktu 1 sampai 3 bulan, namun ada juga yang justru menghabiskan waktu selama 4 sampai 6 bulan atau lebih. Terlepas dari bagaimana tanggapan dosen pembimbing, jika kita membahas waktu sungguh hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk revisi. Lantas, apa yang membuatnya menjadi berhari-hari? Sepertinya, harus ada semangat dalam mengerjakan skripsi, semangat yang terkadang terkumpul hanya dalam beberapa menit atau justru membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendapatkannya. Fokus yang terkadang tak bisa terganggu oleh hal apapun, namun juga terkadang sangat terganggu oleh hal se-sepele apapun. Detail, ideal, sikap yang terkadang membuat pengerjaan menjadi terlihat sempurna namun terkadang juga seolah terlihat masih saja terdapat kesalahan didalamnya.
Tapi, yang paling penting dalam pengerjaan skripsi adalah menyeimbangkan waktu dimana tugas duniawi ini dengan kebutuhan ukhrawi. Jika waktunya shalat, maka shalatlah sesegera mungkin di awal waktu. Jika ada kesempatan mengerjakan yang sunnah, maka kerjakanlah dengan tanpa ada perasaan terbebani dengan belum selesainya pengerjaan skripsi dan revisi. Jika buku panduan skripsi senantiasa kau jadikan buku landasan, maka buku panduan kehidupan pun tak pernah boleh kau abaikan.
Menurutku, dengan menyeimbangkan dan mengerjakan setiap hal sesuai porsinya, sesuai kebutuhan dalam diri kita, maka itulah pengerjaan skripsi dan revisi yang paling efektif dan efisien. Percayalah.
-Sabtu, 23 April 2016-
Kadang berkaitan juga sama diri sendiri, dosen pembimbing skripsi, sama sekolah yang mau diteliti yang bikin emosi. hadeuh -,- -,-
-Senin, 22 Maret 2016-
Skripsi itu bukan hanya tentang ngerjain bab per bab nya, tapi skripsi itu adalah suatu karya, karya tulis ilmiah, penentuan syarat kelulusan, yang kelak harus dipertanggung jawabkan saat sidang.
dan berbicara tentang sidang, bukan hanya tentang acc dan tanda tangan dari dosen pembimbing skripsi, tapi juga tentang usaha yang dilakukan, waktu yang dihabiskan, tenaga yang dikorbankan.
setelah itu semua, yang terpenting adalah keyakinan, kapan pengerjaan skripsi ini akan selesai, kapan karya ilmiah ini dipertanggung jawabkan, kapan waktunya sidang, itu sangat berhubungan erat dengan keyakinan.
keyakinan pada kemampuan diri sendiri, setelah keyakinan pada Allah SWT untuk memampukan dan menghendaki acc, tanda tangan, dan sidang itu terjadi.
-Senin, 18 April 2016-
Pengerjaan skripsi itu tidak membutuhkan waktu yang lama, begitupun dengan pengerjaan revisian. Komentar dan perbaikan oleh dosen pembimbing di setiap bab nya, entah itu dicoret, entah itu dilipat, entah itu dibicarakan saja, sebenarnya tak butuh waktu berhari-hari untuk mengerjakannya. Jika dihitung-hitung maka mungkin hanya dibutuhkan waktu maksimal sekitar 5 hingga 9 jam lamanya. Terkecuali ada hal yang harus kau lakukan dibalik itu semua demi kelancaran skripsi, kita tandai pembahasan ini dengan pengolahan data yang mana setiap peneliti akan membutuhkan waktu yang berbeda untuk mengolah data yang menghasilkan jawaban atau pernyataan yang sesuai harapan. Kembali lagi pada waktu, sungguh hanya butuh beberapa jam saja untuk melakukan revisi bahkan tidak sampai satu hari satu malam, cukup dengan satu hari saja atau satu malam saja. Itulah mengapa ada yang mampu mengerjakan skripsi dalam rentang waktu 1 sampai 3 bulan, namun ada juga yang justru menghabiskan waktu selama 4 sampai 6 bulan atau lebih. Terlepas dari bagaimana tanggapan dosen pembimbing, jika kita membahas waktu sungguh hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk revisi. Lantas, apa yang membuatnya menjadi berhari-hari? Sepertinya, harus ada semangat dalam mengerjakan skripsi, semangat yang terkadang terkumpul hanya dalam beberapa menit atau justru membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendapatkannya. Fokus yang terkadang tak bisa terganggu oleh hal apapun, namun juga terkadang sangat terganggu oleh hal se-sepele apapun. Detail, ideal, sikap yang terkadang membuat pengerjaan menjadi terlihat sempurna namun terkadang juga seolah terlihat masih saja terdapat kesalahan didalamnya.
Tapi, yang paling penting dalam pengerjaan skripsi adalah menyeimbangkan waktu dimana tugas duniawi ini dengan kebutuhan ukhrawi. Jika waktunya shalat, maka shalatlah sesegera mungkin di awal waktu. Jika ada kesempatan mengerjakan yang sunnah, maka kerjakanlah dengan tanpa ada perasaan terbebani dengan belum selesainya pengerjaan skripsi dan revisi. Jika buku panduan skripsi senantiasa kau jadikan buku landasan, maka buku panduan kehidupan pun tak pernah boleh kau abaikan.
Menurutku, dengan menyeimbangkan dan mengerjakan setiap hal sesuai porsinya, sesuai kebutuhan dalam diri kita, maka itulah pengerjaan skripsi dan revisi yang paling efektif dan efisien. Percayalah.
-Sabtu, 23 April 2016-
Langganan:
Komentar (Atom)