Bekerja itu....
Bisa menjadi suatu kebutuhan, entah itu berhubungan dengan
kebutuhan fisik dalam melakukan sesuatu hal maupun kebutuhan finansial yang
akan dapat terpenuhi dengan cara bekerja, meskipun hanya dengan melakukan
sesuatu hal yang ringan dan sederhana.
Bisa menjadi suatu kewajiban, seperti halnya beban atau
mungkin tanggung jawab yang dimiliki oleh seseorang, yang secara tidak langsung
menuntut seseorang untuk melakukan sesuatu hal.
Bisa menjadi suatu bentuk pengakuan, ibarat kata ada perasaan bangga
dan percaya diri ketika sedang ditanya, apa pekerjaanmu atau dimana kau
bekerja?
Bisa menjadi suatu bentuk pengabdian, dengan alasan tidak
diterima di perusahaan atau yayasan lain, maka bentuk terima kasih atas
ketersediaan kesempatan untuk bekerja di tempat yang bersangkutan dilakukanlah
sebuah pengabdian dengan cara melakukan sesuatu hal untuk tempat terkait.
Bisa menjadi suatu keterpaksaan, dikarenakan tak ada hal lain
yang bisa dilakukan, atau karena tak ada pilihan lain lagi, maka mau tidak mau
harus melakukan pekerjaan ini.
Lantas, apa arti pekerjaan bagimu? Apakah ia adalah sebuah
kebutuhan, kewajiban, pengakuan, pengabdian atau justru keterpaksaan?
Tujuan dari bekerja itu adalah to have, to be, dan valensi.
To have berarti, ingin mendapatkan sesuatu, yang artinya kita
bekerja untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan melalui pekerjaan itu atau
sebagai hasil dari pekerjaan yang kita lakukan.
To be berarti, ingin menjadi sesuatu, hal ini berhubungan
dengan pencapaian prestasi yang diraih dan dimiliki dengan mengerjakan sesuatu
hal.
Valensi berarti, ingin memiliki nilai, ibarat kata ketika
akhirat yang kita tuju maka dunia akan mengikuti sedangkan jika dunia lah yang
kita tuju maka bahkan dunia itu sendiri pun belum pasti mampu kita raih.
Hakikat dari bekerja itu hanyalah 2 pilihan.
I love my job atau I hate my job.
Lantas, bagaimana mungkin kita berkata bahwa kita mencintai
pekerjaan ini jika masih ada kata mengeluh didalamnya?
Materi di atas, saya dapatkan dari seorang pembina yayasan
tempat saya bekerja.
Atas izin Allah, melalui beliau saya berpikir, apakah mungkin
saya masih berada dalam hakikat “I hate my job” karena saya masih mengeluh saat
sedang menjalankannya? Lalu, apakah mungkin saya masih berada dalam tujuan to
be atau bahkan to have karena saya masih saja berhitung-hitung tentang apa yang
akan saya dapatkan? Dan yang paling membahayakan apakah mungkin saya masih
berada dalam pemahaman bahwa bekerja itu hanyalah sekedar sebuah tuntutan yang
mau tak mau harus saya lakukan?
Padahal harusnya saya sudah bisa mulai mempelajari bahwa
bekerja adalah bentuk dari ibadah, mengisi waktu luang sambil menunggu waktu
shalat dengan hal-hal yang bermanfaat. Juga bahwa bekerja haruslah menjadi washilah,
menjadi sebuah jalan, menjadi penguat langkah menuju perbaikan diri, tertuju
pada akhirat yang bersifat abadi. Dan bahwa “I love my job” memiliki sebuah
energi positif yang dapat disalurkan kepada sekian banyak orang melalui
ketulusan hati.
Saya tak tahu apakah tulisan ini cocok untuk orang lain atau
hanya untuk saya sendiri. Karena tulisan ini hanya sebagai bentuk dari sebuah
pembelajaran saya pribadi mengenai kata “bekerja”.
Salam, pembelajar kata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar