Minggu, 17 Juli 2016

Prasangka



Ini tentang Prasangka
Iyyakum wa dzanna fa inna dzanna akdzabul hadits
(Jauhilah oleh kalian prasangka karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya perkataan).
Dzann, prasangka, pernah dengar istilah suudzan dan husnudzan? Atau mungkin bahkan sudah paham?
Suudzan mengarah kepada prasangka buruk sedangkan husnudzan mengarah kepada prasangka baik.
Lantas, bagaimana kita menanggapi prasangka yang akan selalu ada dalam diri kita? Karena manusia tidak luput dari kesalahan bukan? Dan mungkin saja prasangka itu adalah sesuatu yang termasuk dalam kesalahan itu sendiri.
Jadi kita perlu mengingat 2 hal,
Pertama, hal yang diawali dengan buruk akan berakhir dengan buruk pula. Jikalau akhirnya prasangka buruk itu salah, maka sungguh perasaan malu dan bersalah akan menyelimuti hati dan pikiran kita. Jikalau pun benar, yakin akan membawa kebaikan dan ketenangan pada hati dan pikiran? See. Hindari prasangka buruk.
Kedua, hal yang diawali dengan baik akan berakhir dengan baik pula. Jikalau akhirnya prasangka baik itu salah, meskipun perasaan kesal dan kecewa akan menyelimuti hati dan pikiran tapi sungguh itu bukti bahwa Allah menyayangi kita. Allah menunjukkan hal tersebut agar kita tak semakin tenggelam dalam hal yang hanya berakhir pada kekecewaan dan kesalah pahaman yang berlarut-larut. Jikalau pun benar, sudah barang pasti membawa ketenangan pada hati dan pikiran. See, usahakanlah untuk selalu berprasangka baik.
Meski begitu, ada seseorang yang pernah memberi tahu saya bahwa berprasangka mengenai perasaan seseorang adalah hal yang keliru alias ‘teu kaci’ katanya. Dan saya paham karena bahkan seseorang yang hangat pun tak selalu mengekspresikan perasaannya melalui keramahan sikap. Begitupun dengan seseorang yang terhitung kasar dan egois pun tak selalu mengekspresikan perasaannya melalui keacuhan sikap. setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menanggapi perasaan yang ia rasakan. *maaf sedikit intermezzo
Salam,
Seseorang yang penuh ‘prasangka’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar