Jumat, 20 Mei 2016

MayDay



Hay Bep *kedipcentil*
Siang tadi, sepertinya ada sedikit kode buat nisa biar nulis sesuatu tentang kamu. Atau mungkin lebih tepatnya mengungkapkan sesuatu untukmu lewat tulisan.
Sejujurnya aku tak tahu apa yang sebaiknya aku sampaikan padamu dengan kondisi seperti ini. Apakah memang benar-benar tentang bertambah umur, atau tentang hal lainnya yang mungkin secara tidak sadar perlu untuk ku sampaikan padamu.
Oke kita mulai dengan Shelfira Meisarani, SUP. Muehehe
Terkadang kita tak tahu apa yang direncanakan Allah dibalik setiap apa yang terjadi dan ditetapkan pada diri kita. Kita pernah bersitegang yang mungkin waktunya kurang lebih adalah satu tahun yang lalu. Kejadian itu memang memalukan, menyakitkan, mengharukan atau entahlah bagaimana kita perlu membahasakannya. Tapi mungkin itu memang harus terjadi, karena dengannya aku bisa belajar untuk mengontrol diri, menghindari perkataan yang meski di niatkan untuk candaan namun tak berakhir dengan menyakiti hati orang lain. Saat itu, kau sudah memberikan pelajaran yang berharga, terima kasih. Memalukan sekali rasanya jika aku mengingatnya.
Sekitar akhir Maret pun, sesuatu terjadi. Ada emosi tak tertahankan darimu setelah pelaksanaan sidang di bulan itu. Dengannya aku pun belajar bahwa mungkin kau membutuhkan sesuatu untuk diungkapkan, kau membutuhkan seseorang untuk mendengarkan, kau membutuhkan pemahaman dari teman-teman disekitarmu, sekaligus penguatan untuk terus yakin dan berjuang.
Hingga akhirnya pada bulan April, apa yang kau nantikan pun terjadi. Kau menjalani seminar usulan proposal dengan lancar dan penuh senyuman. Tenang rasanya melihat kau begitu polos menghadapi seminar dengan senyuman(maut *wkwk).
Bep, setiap apa yang kita jalani dan kita hadapi adalah ketetapan dari Allah bukan? Aku percaya bahwa ada rencana dan pelajaran dibalik setiap apa yang ditetapkan itu. Mungkin kau ditetapkan untuk melaksanakan seminar di bulan April agar kau mengajukan judul pembelajaran, bukan lagi tentang SIM. Mungkin kau ditetapkan seperti itu agar kau berada di bawah bimbingan Papi baru. Mungkin kau ditetapkan seperti itu agar kelak teman-teman di sekitarmu bisa membantumu dan mendengarkanmu dengan lebih leluasa. Sesuai dengan apa yang telah mereka alami dan rasakan.
Jujur saja, aku ingin meminta maaf karena mungkin seringkali aku tak mampu memahami kondisimu, aku juga tak mampu menyesuaikan pembicaraan yang sesuai denganmu, atau aku tak mampu membahasakan dengan baik apa yang ingin kusampaikan padamu untuk memberikan kekuatan padamu.
Tapi bep, meski begitu, aku harap aku tetap bisa mendengarkan keluh kesahmu tentang kelanjutan perjuangan skripsimu. Aku harap aku tetap bisa sedikit banyak membantumu dalam penelitian atau dalam penyusunan skripsimu. Aku harap aku tetap bisa kepo dengan perkembangan kisah cintamu *lho *abaikan bagian ini.
Intinya, yang ingin kusampaikan adalah Ayo berjuang bersama !!
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk menentukan kapan tanggal kelulusan kita di perkuliahan, tapi kita diberikan kewajiban untuk senantiasa berdoa, berusaha dan berikhtiar bukan?
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk belajar, membaca dan membuat diri menjadi seseorang yang mampu untuk segera mengakhiri studi dan skripsi, tapi kita diberikan kewajiban untuk memahami dengan baik bahwa tiada daya dan upaya melainkan atas kehendak Allah bukan?
Mungkin kita tidak punya hak sepenuhnya untuk bahagia dan mendapatkan hasil yang diharapkan, tapi kita diberikan kewajiban untuk meyakini bahwa apa yang Allah tetapkan adalah yang terbaik untuk kita bukan?
Bep, selamat berjuang dengan skripsimu. Andai saja kamu tidak terlambat saat kemarin atau saat pagi tadi, mungkin MAY DAY akan benar-benar menjadi hari yang sangat berarti dan berharga untukmu karena waktu dimana kamu bertemu dengan Papi untuk bimbingan pertama kalinya berdampingan dengan waktu bertambahnya umurmu menjadi duadua *haha. Anggap saja ini pelajaran, mungkin dengan cara ini Allah memberikan peringatan agar kita bisa lebih disiplin waktu. Bukankah begitu, bagaimana menurutmu?
Akhir kata,
Bep, agustus wisuda barengan yuk !! ^^
Terima kasih sudah bersedia menjadi salah satu sahabat terbaik.
Salam,
Rekan calon S.Pd. mu.

1 komentar:

  1. Hahahaha maafkan ku baru berkomentar :')
    Sedih masa bacanya :( wkwk makasih looooh sudah membuatkan ku tulisan (baru) lagi, bisa jadi motivasiku menulis lagi di blog yg penuh debu itu *hmmm*

    Entahlah sebenernya dengan semua yg sudah aku jalani sekarang banyak pelajaran yg diambil. Salah satu contohnya mungkin dari disiplin waktu itu. Dan terima kasih karena kamu sudah mau dan bersedia denger keluh kesah aku selama mengerjakan tugas akhir ini yaaa uuuuuw.
    Aku bersyukur bisa kenal sama teman-teman yg menguatkan. Sekali lagi makasih looooh ��

    BalasHapus