Rabu, 03 September 2014

Maaf, aku sedang lelah

Maaf, meski kesabaran seseorang ada batasnya ternyata energi dan kekuatan yg aku punya tak bisa lebih besar dari harapan yang selama ini tertanam jauh di lubuk hatiku yg terdalam padamu..
Akhir akhir ini aku merasa lemah tak berdaya, tak ada satupun tanda bahwa harapan yang sangat kujaga ini kelak akan menjadi kenyataan..
Dan ternyata saat ini aku sedang berada di puncaknya, aku lelah menunggu kepastian yang tak kunjung kau berikan..
Aku sangat menyadari bahwa aku bukanlah siapa-siapa melainkan hanya hamba Allah, aku tak bisa menolak apa yang diberikan Allah kepadaku, termasuk perasaan dan harapan yang berkali kali ku coba untuk menghilangkannya. Dan tanpa izin Allah, rasanya sangat sulit aku bisa melupakan dan menghilangkan rasa itu begitu saja.
Aku pun tak bisa menyangkal akan semua rencana yang telah Allah tetapkan jauh sebelum aku terlahir ke dunia ini sekalipun. Dan hanya atas izin Allah sajalah semua hal yang diinginkan dan diharapkan bisa terjadi, tanpa doa, ikhtiar dan tawakkal semua hal akan terasa sangat sulit untuk dapat terwujudkan.
Sekali lagi maaf, karena aku sedang lelah.

Ungkapan seorang perempuan yang sedang berada dalam masa penantian. Masa yang terlalu cepat terjadi secara versinya. Tapi ia tak bisa memungkiri itu semua, yang ia tahu adalah Allah sedang memberikan pelajaran yang tak henti hentinya dengan cara terbaik yang bisa dilalui olehnya.
Perempuan itu selalu mengingat perkataan temannya, bahwa penantian seorang perempuan akan hadirnya kepastian bukanlah mengenai kesuksesan. Melainkan rasa aman meski hatinya dititipkan pada orang lain, lelaki yang diharapkannya.
Tegarlah hai kau perempuan.

Sapaan Penantian
Nisa Wiyati Ilahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar