Minggu, 21 September 2014

Wanita biasa

Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa terdiam dan memendam segala apa yang dirasakannya. Entah itu berarti kebahagiaan tak terkira untuknya, atau justru kesedihan yang mendalam didalam hatinya.
Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa berkata-kata lewat tulisan yang takkan terbaca. Terhiraukan oleh insan-insan yang tak menyadari apa maksud dari semua tatanan kata yang terangkai disana. Pembicaraan hanya dengan hati, kata, tulisan, dan tentu tak lupa Tuhan.
Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa tersenyum atas setitik kebahagiaan akan peluang yang mungkin ada sebagai balasan atas kesabaran dan penantian panjangnya. Atau meneteskan air mata tak terlihat didalam hati yang hanya bisa terbaca dalam sorot sendu dan sesal di matanya.
Layaknya seorang wanita biasa yang hanya bisa berdoa memohon petunjuk dan kesempatan terbaik yang kelak ia dapatkan dengan cara terbaik diwaktu yang terbaik pula dari Sang Maha Baik.

Dan aku, layaknya seorang wanita biasa.

Nisa Wiyati Ilahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar