Hati memiliki dua sisi.
Saat ada keinginan yang memenuhi relung hati di satu sisi, maka akan selalu ada sisi lain yang menunjukkan apakah keinginan itu
Senin, 25 Februari 2019
Minggu, 27 Januari 2019
Tanpa Kata
Pernahkah kau merasa sangat emosional hingga tak mampu berkata-kata?
Pernahkah kau merasa sangat rapuh hingga tak mampu bercerita?
Pernahkah kau merasa sangat lelah hingga tak mampu mengungkapkan alasannya?
Tak apa,
Pernahkah kau merasa sangat rapuh hingga tak mampu bercerita?
Pernahkah kau merasa sangat lelah hingga tak mampu mengungkapkan alasannya?
Tak apa,
Senin, 19 November 2018
Edisi sekolah ^^
Bukti bahagia itu sederhana, ini salah satunya tapi khusus buat buguru baperan macem saya sih yaa ●▽●
Jadi gini,
Jadi gini,
Jumat, 26 Oktober 2018
Tentang Marah
Marah itu butuh energi yang banyak. Bahkan lebih banyak dari energi sabar.
Kalo sabar, energi yang dibutuhkan hanya untuk menahan diri.
Kalo marah, energi yang dibutuhkan tidak hanya untuk melampiaskan emosi namun juga menenangkan diri agar bisa berhenti merasakan marah.
Tapi kadang seringnya malah marah daripada sabar.
Seringnya buang2 energi buat melampiaskan emosi daripada buat menahan diri.
Seringnya nyesel dulu udah ngomel2 panjang lebar daripada mengendalikan diri supaya nggak bicara meski hanya satu kata.
Belum lagi, seringkali diawali dengan astaghfirullaah.
Padahal nyatanya kalimat astaghfirullaah itu lebih banyak diucap ketika gak enak hati karena abis ngerasa emosi, ngomel2 karena marah tadi.
Benarlah adanya bahwa yang kuat bukanlah pegulat, bukanlah orang yang tak terkalahkan dalam sebuah pertarungan adu kuat. Namun yang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya, mampu mengendalikan dirinya ketika sedang marah.
- ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب - متفق عليه
Dan benarlah adanya bahwa kata2 yang keluar saat marah seringkali berlebihan, karena didominasi oleh perasaan dibandingkan pikiran. Berbeda dengan nasihat yang berupa penyampaian pikiran yang disampaikan dengan penuh perasaan.
Akhir kata, bukankah pada kenyataannya nasihat lebih mudah diterima oleh pikiran dan perasaan dibandingkan dengan omelan dan kemarahan?
...teriring doa,
اللهم اغفرلي ذنبي و اذهب غيظ قلبي و اجرني من مضلات الفتن آمين
Kalo sabar, energi yang dibutuhkan hanya untuk menahan diri.
Kalo marah, energi yang dibutuhkan tidak hanya untuk melampiaskan emosi namun juga menenangkan diri agar bisa berhenti merasakan marah.
Tapi kadang seringnya malah marah daripada sabar.
Seringnya buang2 energi buat melampiaskan emosi daripada buat menahan diri.
Seringnya nyesel dulu udah ngomel2 panjang lebar daripada mengendalikan diri supaya nggak bicara meski hanya satu kata.
Belum lagi, seringkali diawali dengan astaghfirullaah.
Padahal nyatanya kalimat astaghfirullaah itu lebih banyak diucap ketika gak enak hati karena abis ngerasa emosi, ngomel2 karena marah tadi.
Benarlah adanya bahwa yang kuat bukanlah pegulat, bukanlah orang yang tak terkalahkan dalam sebuah pertarungan adu kuat. Namun yang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya, mampu mengendalikan dirinya ketika sedang marah.
- ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب - متفق عليه
Dan benarlah adanya bahwa kata2 yang keluar saat marah seringkali berlebihan, karena didominasi oleh perasaan dibandingkan pikiran. Berbeda dengan nasihat yang berupa penyampaian pikiran yang disampaikan dengan penuh perasaan.
Akhir kata, bukankah pada kenyataannya nasihat lebih mudah diterima oleh pikiran dan perasaan dibandingkan dengan omelan dan kemarahan?
...teriring doa,
اللهم اغفرلي ذنبي و اذهب غيظ قلبي و اجرني من مضلات الفتن آمين
Sabtu, 20 Oktober 2018
Restu dari Semesta part 1
Saat rasa selalu memaksa,
juga seringkali tak bisa dipaksa,
aku terpikir tentang pentingnya restu dari semesta.
Semesta, selalu punya cara.
juga seringkali tak bisa dipaksa,
aku terpikir tentang pentingnya restu dari semesta.
Semesta, selalu punya cara.
Langganan:
Postingan (Atom)