“Wahai istri-istri nabi !
Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertaqwa. Maka
janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga
bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkan perkataan yang
baik” (Q.S. Al-Ahzab ayat 32)
Ayat ini melarang perempuan berbicara dengan dilemah lembutkan dihadapan laki-laki, karena dikhawatirkan akan berbuat keji padanya.
Ayat ini melarang perempuan berbicara dengan dilemah lembutkan dihadapan laki-laki, karena dikhawatirkan akan berbuat keji padanya.
#Risalah Inspirasi 27
September 2013 M.Ramadhan
Wanita.. saat mendengar
kalimat tersebut, mungkin terlintas dalam benak kita bahwa ia adalah sosok yang
penuh dengan kelembutan, ramah terhadap siapapun yang dijumpai olehnya,
tersenyum kepada semua orang yang menyapanya ataupun disapa terlebih dahulu
olehnya. Namun wanita, juga merupakan sesosok yang mampu membuat seseorang
merasa ingin memujinya atas semua pesona yang ditunjukkan olehnya. Sayangnya,
pujian tersebut bisa berupa ucapan dan perbuatan yang baik atau bahkan
sebaliknya yaitu ucapan dan perbuatan yang kurang baik bahkan tidak bisa
disebut sebagai suatu kebaikan sama sekali.
Ketika seorang lelaki
berbicara dengan suara yang sangat tegas, akan membuat sekelilingnya merasa
sedang berada dalam situasi yang penuh dengan ketegangan dan semangat yang
membara. Namun ketika seorang wanita yang berbicara, bisa saja tak hanya sedikit
orang yang akan memperhatikan nada dan intonasi suaranya yang mungkin sangat
menarik untuk diperhatikan dengan seksama. Suara tegas saja bisa diperhatikan,
terlebih lagi suara yang dilemah lembutkan.
Pada intinya, bagi setiap
muslim memang ada keharusan untuk selalu menjaga hati dan perbuatannya agar
tidak mendekati hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Selain itu, setiap muslim
pun perlu untuk menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak
mempunyai manfaat atau bahkan membuat seseorang tersinggung dan merasa tidak
nyaman atas pembicaraan kita.
Dan bagi seorang wanita
ada tambahannya dimana tidak hanya hati dan lisannya yang mesti dijaga dengan
baik, namun juga intonasi suara yang harus bisa dikendalikan dan diatur sebaik
mungkin olehnya. Karena tak ada yang dapat menebak, ketika seorang wanita
sedang berbicara dengan intonasi yang lemah lembut ada seorang lelaki yang
berniat untuk merekam suara tersebut dalam benaknya hingga berbuat sesuatu yang
tidak layak karenanya.
Entah itu hanya dengan
cara membayangkan sosok seorang wanita dengan suara yang terekam dalam
benaknya, atau mungkin dengan cara lain yang mungkin sebagian wanita tidak
menginginkannya. Perbuatan keji itu bukan hanya melakukan suatu pelecehan, tetapi
bagi seorang akhwat yang sangat menjaga dirinya hal yang dianggap wajar pun tak
kan mungkin ia rela untuk menjadi korbannya. Meski hanya dengan memegang
tangannya dengan terpaksa dan tidak sengaja, ia tak kan rela.. tak akan pernah
rela.
Oleh karenanya, untuk para
wanita muslim yang shalehah mari kita menjaga diri dan kehormatan kita dengan
menjaga hati, lisan, dan juga intonasi suara. =9
Wallaahu A’lam Bi Shawwaab..
Semoga bermanfaat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar