Senin, 07 Oktober 2013

Jaga hati, Jaga lisan dan Intonasi Suaramu


“Wahai istri-istri nabi ! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkan perkataan yang baik” (Q.S. Al-Ahzab ayat 32)
Ayat ini melarang perempuan berbicara dengan dilemah lembutkan dihadapan laki-laki, karena dikhawatirkan akan berbuat keji padanya.
#Risalah Inspirasi 27 September 2013 M.Ramadhan

Wanita.. saat mendengar kalimat tersebut, mungkin terlintas dalam benak kita bahwa ia adalah sosok yang penuh dengan kelembutan, ramah terhadap siapapun yang dijumpai olehnya, tersenyum kepada semua orang yang menyapanya ataupun disapa terlebih dahulu olehnya. Namun wanita, juga merupakan sesosok yang mampu membuat seseorang merasa ingin memujinya atas semua pesona yang ditunjukkan olehnya. Sayangnya, pujian tersebut bisa berupa ucapan dan perbuatan yang baik atau bahkan sebaliknya yaitu ucapan dan perbuatan yang kurang baik bahkan tidak bisa disebut sebagai suatu kebaikan sama sekali.
Ketika seorang lelaki berbicara dengan suara yang sangat tegas, akan membuat sekelilingnya merasa sedang berada dalam situasi yang penuh dengan ketegangan dan semangat yang membara. Namun ketika seorang wanita yang berbicara, bisa saja tak hanya sedikit orang yang akan memperhatikan nada dan intonasi suaranya yang mungkin sangat menarik untuk diperhatikan dengan seksama. Suara tegas saja bisa diperhatikan, terlebih lagi suara yang dilemah lembutkan.
Pada intinya, bagi setiap muslim memang ada keharusan untuk selalu menjaga hati dan perbuatannya agar tidak mendekati hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Selain itu, setiap muslim pun perlu untuk menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak mempunyai manfaat atau bahkan membuat seseorang tersinggung dan merasa tidak nyaman atas pembicaraan kita.
Dan bagi seorang wanita ada tambahannya dimana tidak hanya hati dan lisannya yang mesti dijaga dengan baik, namun juga intonasi suara yang harus bisa dikendalikan dan diatur sebaik mungkin olehnya. Karena tak ada yang dapat menebak, ketika seorang wanita sedang berbicara dengan intonasi yang lemah lembut ada seorang lelaki yang berniat untuk merekam suara tersebut dalam benaknya hingga berbuat sesuatu yang tidak layak karenanya.
Entah itu hanya dengan cara membayangkan sosok seorang wanita dengan suara yang terekam dalam benaknya, atau mungkin dengan cara lain yang mungkin sebagian wanita tidak menginginkannya. Perbuatan keji itu bukan hanya melakukan suatu pelecehan, tetapi bagi seorang akhwat yang sangat menjaga dirinya hal yang dianggap wajar pun tak kan mungkin ia rela untuk menjadi korbannya. Meski hanya dengan memegang tangannya dengan terpaksa dan tidak sengaja, ia tak kan rela.. tak akan pernah rela.
Oleh karenanya, untuk para wanita muslim yang shalehah mari kita menjaga diri dan kehormatan kita dengan menjaga hati, lisan, dan juga intonasi suara. =9
Wallaahu A’lam Bi Shawwaab.. Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar