Kamis, 30 Januari 2014

malam tahun baru

Malam ini, bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2013, tinggal beberapa menit lagi menuju malam pergantian tahun Masehi 2014. Ditemani suara-suara terompet dan langit malam yang dipenuhi dengan hiasan kembang api yang diluncurkan hampir setiap menitnya diseluruh penjuru kota, bahkan desa. Begitupun dengan para tetangga di lingkungan rumahku, anak-anak kecil pun ikut turut serta merayakan malam pergantian tahun ini. Beruntung, adik kecilku dapat tertidur dengan lelap dan tidak terbangunkan oleh bisingnya suara-suara di lingkungan sekitar rumah.

Kebanyakan orang, tentu sedang sibuk mempersiapkan penyambutan malam pergantian tahun dengan cara yang berbeda-beda. Untuk golongan yang membunyikan terompet ataupun menyalakan kembang api tentu sudah tak dapat dihitung jumlahnya, contohnya tetanggaku ini tentunya. Atau mungkin golongan yang mengikuti acara muhasabah akhir tahun yang dilaksanakan di majlis-majlis tertentu, contohnya salah satu teman baikku yang berkesempatan untuk melakukannya.

Lalu, apa yang dilakukan oleh keluarga kecilku? Setiap tahunnya kami tak pernah merayakan malam pergantian tahun baru. Bahkan ketika umurku masih kecil sekalipun, masih sangat kecil. Hingga saat ini pun, keluarga kami tidak melakukan perayaan malam tahun baru seperti yang dilakukan para tetangga di lingkungan sekitar rumah kami.

Namun, hal yang menjengkelkan adalah kebisingan yang membuatku tak bisa tidur nyenyak malam ini. Meskipun setiap tahunnya aku tak pernah merayakan malam tahun baru, tak bisa kupungkiri bahwa saat tengah malam di malam pergantian tahun aku selalu terbangun akibat kebisingan yang memekakkan telinga. Begitupun saat ini, percuma saja rasanya jika aku mencoba untuk tidur dan sejenak merebahkan tubuhku untuk beristirahat dari semua kegiatan yang dilakukan hari ini.

Kulihat ibuku sedang menyaksikan program Tabligh Akbar dalam salah satu channel TV. Pada awalnya aku berniat untuk menonton film di channel lain, namun kuurungkan niatku hingga akhirnya aku pun dengan tak sadar menyaksikan program tersebut. Ada beberapa hal yang disampaikan didalamnya, hal yang terdengar olehku adalah cara terbaik bagaimana kita menyambut tahun baru ini.

Dimana kita harus bisa menyadari akan semua kesalahan dan kekurangan kita namun menutup diri dari mengingat kesalahan orang lain. Selain itu, kita harus senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT atas semua hal yang kita lakukan di setiap harinya. Tak lupa pula untuk senantiasa melihat ke bawah pada hal yang bersifat duniawi dan melihat ke atas pada hal yang bersifat ukhrawi.

Sontak, aku merasa tersindir akan semua itu. Seringkali aku menjalani hidup dengan tidak menyadari bahwa pengawasan Allah SWT akan selalu bersamaku. Lalu apa aku sudah bisa memaafkan semua kesalahan orang lain padaku dan meminta maaf atas semua kesalahanku pada orang lain, atau sekedar beristighfar memohon ampun pada Allah SWT atas semua dosa yang telah kuperbuat. Terlebih, saat aku tak berusaha untuk melihat ke arah yang tepat pada posisi dan tujuan yang seharusnya.


Ya Rabb.. terima kasih atas peringatan dan kasih sayang yang telah Engkau berikan di malam ini. Syukurku pada-Mu yang masih memberikan kesempatan kepadaku untuk terus berusaha memperbaiki diri dan memenuhi semua kewajibanku selaku hamba-Mu. Ucap doaku semoga aku bisa menjadi hamba yang produktif. Hamba yang selalu membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin dan merencanakan hari esok lebih baik dari hari ini. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar