Malam ini, bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2013, tinggal
beberapa menit lagi menuju malam pergantian tahun Masehi 2014. Ditemani
suara-suara terompet dan langit malam yang dipenuhi dengan hiasan kembang api
yang diluncurkan hampir setiap menitnya diseluruh penjuru kota, bahkan desa.
Begitupun dengan para tetangga di lingkungan rumahku, anak-anak kecil pun ikut
turut serta merayakan malam pergantian tahun ini. Beruntung, adik kecilku dapat
tertidur dengan lelap dan tidak terbangunkan oleh bisingnya suara-suara di
lingkungan sekitar rumah.
Kebanyakan orang, tentu sedang sibuk mempersiapkan penyambutan
malam pergantian tahun dengan cara yang berbeda-beda. Untuk golongan yang
membunyikan terompet ataupun menyalakan kembang api tentu sudah tak dapat dihitung
jumlahnya, contohnya tetanggaku ini tentunya. Atau mungkin golongan yang
mengikuti acara muhasabah akhir tahun yang dilaksanakan di majlis-majlis
tertentu, contohnya salah satu teman baikku yang berkesempatan untuk
melakukannya.
Lalu, apa yang dilakukan oleh keluarga kecilku? Setiap tahunnya
kami tak pernah merayakan malam pergantian tahun baru. Bahkan ketika umurku
masih kecil sekalipun, masih sangat kecil. Hingga saat ini pun, keluarga kami
tidak melakukan perayaan malam tahun baru seperti yang dilakukan para tetangga
di lingkungan sekitar rumah kami.
Namun, hal yang menjengkelkan adalah kebisingan yang membuatku tak
bisa tidur nyenyak malam ini. Meskipun setiap tahunnya aku tak pernah merayakan
malam tahun baru, tak bisa kupungkiri bahwa saat tengah malam di malam
pergantian tahun aku selalu terbangun akibat kebisingan yang memekakkan
telinga. Begitupun saat ini, percuma saja rasanya jika aku mencoba untuk tidur
dan sejenak merebahkan tubuhku untuk beristirahat dari semua kegiatan yang
dilakukan hari ini.
Kulihat ibuku sedang menyaksikan program Tabligh Akbar dalam salah
satu channel TV. Pada awalnya aku berniat untuk menonton film di channel lain,
namun kuurungkan niatku hingga akhirnya aku pun dengan tak sadar menyaksikan
program tersebut. Ada beberapa hal yang disampaikan didalamnya, hal yang
terdengar olehku adalah cara terbaik bagaimana kita menyambut tahun baru ini.
Dimana kita harus bisa menyadari akan semua kesalahan dan
kekurangan kita namun menutup diri dari mengingat kesalahan orang lain. Selain
itu, kita harus senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT atas semua hal yang
kita lakukan di setiap harinya. Tak lupa pula untuk senantiasa melihat ke bawah
pada hal yang bersifat duniawi dan melihat ke atas pada hal yang bersifat
ukhrawi.
Sontak, aku merasa tersindir akan semua itu. Seringkali aku
menjalani hidup dengan tidak menyadari bahwa pengawasan Allah SWT akan selalu
bersamaku. Lalu apa aku sudah bisa memaafkan semua kesalahan orang lain padaku
dan meminta maaf atas semua kesalahanku pada orang lain, atau sekedar
beristighfar memohon ampun pada Allah SWT atas semua dosa yang telah kuperbuat.
Terlebih, saat aku tak berusaha untuk melihat ke arah yang tepat pada posisi
dan tujuan yang seharusnya.
Ya Rabb.. terima kasih atas peringatan dan kasih sayang yang telah
Engkau berikan di malam ini. Syukurku pada-Mu yang masih memberikan kesempatan
kepadaku untuk terus berusaha memperbaiki diri dan memenuhi semua kewajibanku
selaku hamba-Mu. Ucap doaku semoga aku bisa menjadi hamba yang produktif. Hamba
yang selalu membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin dan merencanakan hari
esok lebih baik dari hari ini. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar