6 Oktober 2011
Cinta bagaikan sebuah pohon atau tumbuhan
Yang dimana biji atau bibit merupakan benih cinta
Yang akan tumbuh dan berkembang,
Seiring dengan berjalannya waktu..
Akar (keimanan) adalah bagian paling penting dari tumbuhan
Tanpa akar, tumbuhan tidak akan berdiri dengan kokoh
Tanpa akar, tumbuhan tidak akan menancap pada tanah (kesungguhan)
Dan yang pasti, tanpa akar, tumbuhan tidak layak untuk hidup
Setelah akar kuat,
Mulailah tumbuh daun yang berupa pucuk (rasa ingin memiliki)
Yang akan terus naik, naik dan semakin naik
Hingga menduduki puncak tempat tertinggi dalam hidupnya
Barulah muncul batang (kesetiaan)
Yang akan selalu berusaha menjaga dan menahan
Dari segala cobaan, halangan dan rintangan
Dengan penuh kesabaran serta keikhlasan
Hingga tumbuhlah daun-daun (kehangatan), bunga (keharmonisan), dan buah (buah hati)
Yang akan senantiasa menghiasi dan melengkapi pohon tersebut
Namun sayang,
Seiring dengan berlalunya waktu
Tanpa disadari dan dirasakan semuanya itu gugur dan berjatuhan
Daun-daun menguning nan kering
Bunga yang semakin hari semakin layu
Buah yang membusuk, batang yang rapuh, dan akar pun tidak kuat lagi
Untuk menahan dan menopang segala beban yang dipikulnya
Hanya Edelweiss (cinta yang suci) yang bisa hidup
Tumbuh dan berkembang dimana dan kapan saja
Akan selalu kekal dan abadi (surga)
1 Juni 2014
Kau sempat mengungkapkan bahwa cinta itu seperti pohon atau tumbuhan
Maka kusadari sepenuhnya, bahwa ada satu cinta yang memang sudah menjelma menjadi sebuah tumbuhan, sebuah pohon yang mulai menumbuhkan pucuk daunnya
Kau pun sempat mengungkapkan bahwa pohon yang tumbuh itu kelak akan membuat daun-daunnya mengering dan membusuk, dengan batang yang rapuh
Maka kusadari sepenuhnya, bahwa ada satu cinta yang memang sudah melewati fase itu
Keadaan dimana tak ada rasa ingin memiliki antara satu sama lain
Bagaimana mungkin bisa memunculkan kesetiaan?
Bahkan halangan dan tantangan pun mengalahkan setitik penyemangat yang tersisa didalamnya
Beruntung, kau sempat mengungkapkan bahwa tumbuhan yang abadi itu ada, satu-satunya, yaitu edelweiss
Maka kusadari sepenuhnya, bahwa ada satu cinta yang sedang mencoba memantaskan dirinya untuk mencapai keabadian dalam kepribadiannya sebagai cinta yng suci
Berharap dapat bertumpu pada keridhaan sang Ilahi
Hanya saja, ada hal yang tidak sempat kau ungkapkan
Hingga kusadari sepenuhnya
Entah milik siapa satu cinta itu
Sapaan Harapan
Nisa Wiyati Ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar