Hati memiliki ruang yg luas untuk ditempati.
Namun sayang, hati pun memiliki peluang yg sangat2 luas untuk dipenuhi oleh hal2 yg malah menimbulkan penyakit hati.
Ketika hati
ditempati oleh sesuatu hal yg tidak layak.
Ketika hati ditempati oleh sesuatu hal yg tidak seharusnya.
Ketika hati ditempati oleh sesuatu hal yg merusak.
Ketika hati ditempati oleh sesuatu hal yg tidak sepatutnya.
Untuk itulah mengapa hati yg luas perlu ditempati dan dipenuhi oleh pemilik hati, bahkan hanya oleh pemilik hati.
Agar tak ada penyakit hati.
Agar tak ada kerusakan hati.
Agar hanya ada ketentraman hati.
Agar hanya ada kedamaian hati.
Hati itu adalah segumpal darah, yg jika dirinya baik maka baiklah seluruhnya namun jika dirinya tidak baik maka tidak baik pula lah seluruhnya.
Lantas, jika Raja hati adalah manusia, semua urusan akan disandarkan pada manusia. Pandangan manusia, penilaian manusia, harapan manusia.
Sedang manusia tak ada yg sempurna tak kekal abadi selamanya. Hingga, rasa hanya akan menjadi hampa saja.
Berbeda jika Raja hati adalah pemiliknya, semua urusan akan disandarkan kepada-Nya.
Pandangan-Nya, penilaian-Nya, perhitungan-Nya.
Dan hanyalah Allah yg sempurna, kekal abadi selamanya. Hingga, rasa hanya akan menjadi sabar dan syukur saja.
Mungkin tak mudah, namun itu bukanlah sesuatu yg sepertinya boleh dicoba melainkan kewajiban kita sebagai hamba-Nya.
Bismillaah ya Allah. Bi idznillaah. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة انك انت الوهاب
Qs. Ali Imran:8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar