lihatlah betapa egois dan tidak bersyukurnya seorang melankolis.
saat benar dan merasa bahagia ia hanya tersenyum. Tak seperti sanguinis yang memancarkan keceriaan dengan sangat jelas di setiap tingkahnya.
Tak seperti plegmatis yang terlampau ceria seolah tertawa sepuas-puasnya.
Tak seperti koleris yang bangga pada dirinya dan pada apa yang telah diraih olehnya.
Lalu, saat salah ia bersedih dan merasa sangat terpuruk.
Tak seperti sanguinis yang bisa tetap tersenyum.
Tak seperti plegmatis yang tetap ceria dan melupakannya begitu saja.
Tak seperti koleris yang tetap bangga karena dirinya dapat belajar dari suatu kesalahan.
Ini bukan tentang kenapa aku harus menjadi orang dengan kepribadian melankolis, tapi ini tentang bagaimana seorang melankolis belajar untuk bersikap tenang, bahagia, dan bangga pada dirinya sendiri, pada apa yang telah diraihnya, pada apa yang telah dipelajari olehnya.
salam melankolis bahagia. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar