Program Pendampingan UMKM Syariah oleh Akademisi dan Praktisi
ini lebih dikenal dengan kegiatan PUSPA. Pembicaraan tentang program ini
dimulai bahkan jauh sebelum kami memasuki tahun ajaran baru. Kabarnya
diharapkan acara ini diikuti oleh pengurus SCIEmics yang sudah berada di
tingkat akhir perkuliahannya. Alhasil, terpilih lah dan terdaftar lah 10 orang
perwakilan dari kampus tercinta kami, Universitas Pendidikan Indonesia. Jumlah
total dari peserta PUSPA adalah 30 orang, sedang 20 orang lagi berasal dari
kampus STIE Ekuitas dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan jumlah
masing-masing kampus sebanyak 10 orang. Sedang pihak panitia dan pengurus
adalah pihak CIES BI, Misykat DPU DT dan BJB Syariah.
Banyak yang kami dapatkan dari kegiatan PUSPA ini.
1.
Ilmu
Sekitar bulan september, dilakukan pembekalan terlebih dahulu.
Isi dari pembekalan itu adalah mengenai teori-teori yang diharapkan dapat
membantu peserta PUSPA selama kegiatan berlangsung dalam penerapannya di
lapangan.
2.
Pengalaman
Waktu yang ditempuh untuk pembekalan, pelaksanaan hingga
evaluasi dan penutupan adalah sekitar 5-6 bulan. Dan dalam waktu 6 bulan itu
tentu banyak pengalaman yang didapatkan. Seperti saat-saat dimana kami
menghadapi UMKM bersangkutan yang tentunya dapat dikatakan tidak mudah untuk
dapat merealisasikan program kerja yang telah dirumuskan. Sebagian menerima
dengan baik sedang sebagian lagi menolak dengan tegas.
Tapi jauh daripada itu, yang terpenting bagi kami bukanlah
hanya tentang pencapaian keterlaksanaan program yang telah dirancang melainkan
kebermanfaatan. Bagaimana caranya agar dengan adanya proses pendampingan ini
pihak UMKM tidak merasa terganggu melainkan terbantu, juga dengan adanya
peserta PUSPA sebagai pendamping UMKM akan memberikan dampak positif serta
peningkatan yang baik bagi pihak UMKM, perubahan yang membanggakan. Bukan hanya
dari segi pendapatan, tapi yang utama adalah penerapan nilai-nilai syariah.
3.
Kerja sama tim
Kelompok yang dibentuk dalam kegiatan ini adalah 10 kelompok,
dimana terdapat 3 orang anggota pada masing-masing kelompok dan setiap orang
dalam kelompok tersebut berasal dari kampus yang berbeda. Terkadang ada rekan
tim yang sangat mudah dan menyenangkan diajak kerja sama namun ada juga yang
cukup sulit bahkan untuk membuat janji pertemuan kelompok. Terkadang ada rekan
tim yang memiliki waktu luang untuk melakukan pendampingan kapan pun itu, namun
ada juga yang berada dalam kondisi dan tuntutan yang super sibuk. Tapi dibalik
itu semua, ukhuwah sebagai saudara, angkatan pertama PUSPA, sejauh ini sudah dapat
berjalan baik.
4.
Penghargaan
Meski pelaksanaan kegiatan PUSPA ini belumlah dapat dikatakan
sukses dan masih jauh dari kata sempurna, pihak penyelenggara benar-benar
memberikan apresiasi yang baik pada setiap peserta PUSPA. Adanya pemilihan
peserta terbaik bukan untuk menunjukkan bahwa ia adalah satu-satunya yang
sukses dalam kegiatan ini, melainkan ia adalah satu sosok yang menggambarkan
angkatan pertama PUSPA yang berjumlah 30 orang. Penentuan kelompok terbaik pun
bukan untuk menunjukkan bahwa hanya 3 atau 6 kelompok itu saja yang berhasil melakukan
pendampingan, melainkan itu adalah bentuk penghargaan dari segi ketercapaian
tujuan program. Karena tak dapat dipungkiri bahwa setiap usaha dan gerak dari
setiap kelompok bahkan setiap orang memiliki perbedaan.
Mengingat tentang usaha dan gerak, kebermanfaatan, itulah yang
utama dalam pencapaian dan ukuran keberhasilan PUSPA ini.
Semoga kebaikan senantiasa hadir pada diri setiap orang yang
terlibat dalam pelaksanaan PUSPA ini. Rasanya membanggakan sekali bisa menjadi
alumni PUSPA angkatan pertama. Alhamdulillah.
Siapapun yang membaca namun tak mengalaminya, ada hal penting
yang ingin disampaikan dalam tulisan ini.
Setiap kegiatan berlabel organisasi memang memiliki tujuan dan
ukuran ketercapaian program, namun yang paling utama dari semuanya adalah
tentang kebermanfaatan.
Salam, peserta PUSPA.
AlFatih? Pelopor bukan Pengekor, Siap dan Buktikan, Allahu
Akbar! =D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar