Selasa, 09 Februari 2016

Tentang PUSPA (tak terlalu penting ^^)



Program Pendampingan UMKM Syariah oleh Akademisi dan Praktisi ini lebih dikenal dengan kegiatan PUSPA. Pembicaraan tentang program ini dimulai bahkan jauh sebelum kami memasuki tahun ajaran baru. Kabarnya diharapkan acara ini diikuti oleh pengurus SCIEmics yang sudah berada di tingkat akhir perkuliahannya. Alhasil, terpilih lah dan terdaftar lah 10 orang perwakilan dari kampus tercinta kami, Universitas Pendidikan Indonesia. Jumlah total dari peserta PUSPA adalah 30 orang, sedang 20 orang lagi berasal dari kampus STIE Ekuitas dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan jumlah masing-masing kampus sebanyak 10 orang. Sedang pihak panitia dan pengurus adalah pihak CIES BI, Misykat DPU DT dan BJB Syariah.
Banyak yang kami dapatkan dari kegiatan PUSPA ini.
1.     Ilmu
Sekitar bulan september, dilakukan pembekalan terlebih dahulu. Isi dari pembekalan itu adalah mengenai teori-teori yang diharapkan dapat membantu peserta PUSPA selama kegiatan berlangsung dalam penerapannya di lapangan.
2.     Pengalaman
Waktu yang ditempuh untuk pembekalan, pelaksanaan hingga evaluasi dan penutupan adalah sekitar 5-6 bulan. Dan dalam waktu 6 bulan itu tentu banyak pengalaman yang didapatkan. Seperti saat-saat dimana kami menghadapi UMKM bersangkutan yang tentunya dapat dikatakan tidak mudah untuk dapat merealisasikan program kerja yang telah dirumuskan. Sebagian menerima dengan baik sedang sebagian lagi menolak dengan tegas.
Tapi jauh daripada itu, yang terpenting bagi kami bukanlah hanya tentang pencapaian keterlaksanaan program yang telah dirancang melainkan kebermanfaatan. Bagaimana caranya agar dengan adanya proses pendampingan ini pihak UMKM tidak merasa terganggu melainkan terbantu, juga dengan adanya peserta PUSPA sebagai pendamping UMKM akan memberikan dampak positif serta peningkatan yang baik bagi pihak UMKM, perubahan yang membanggakan. Bukan hanya dari segi pendapatan, tapi yang utama adalah penerapan nilai-nilai syariah.
3.     Kerja sama tim
Kelompok yang dibentuk dalam kegiatan ini adalah 10 kelompok, dimana terdapat 3 orang anggota pada masing-masing kelompok dan setiap orang dalam kelompok tersebut berasal dari kampus yang berbeda. Terkadang ada rekan tim yang sangat mudah dan menyenangkan diajak kerja sama namun ada juga yang cukup sulit bahkan untuk membuat janji pertemuan kelompok. Terkadang ada rekan tim yang memiliki waktu luang untuk melakukan pendampingan kapan pun itu, namun ada juga yang berada dalam kondisi dan tuntutan yang super sibuk. Tapi dibalik itu semua, ukhuwah sebagai saudara, angkatan pertama PUSPA, sejauh ini sudah dapat berjalan baik.
4.     Penghargaan
Meski pelaksanaan kegiatan PUSPA ini belumlah dapat dikatakan sukses dan masih jauh dari kata sempurna, pihak penyelenggara benar-benar memberikan apresiasi yang baik pada setiap peserta PUSPA. Adanya pemilihan peserta terbaik bukan untuk menunjukkan bahwa ia adalah satu-satunya yang sukses dalam kegiatan ini, melainkan ia adalah satu sosok yang menggambarkan angkatan pertama PUSPA yang berjumlah 30 orang. Penentuan kelompok terbaik pun bukan untuk menunjukkan bahwa hanya 3 atau 6 kelompok itu saja yang berhasil melakukan pendampingan, melainkan itu adalah bentuk penghargaan dari segi ketercapaian tujuan program. Karena tak dapat dipungkiri bahwa setiap usaha dan gerak dari setiap kelompok bahkan setiap orang memiliki perbedaan.
Mengingat tentang usaha dan gerak, kebermanfaatan, itulah yang utama dalam pencapaian dan ukuran keberhasilan PUSPA ini.
Semoga kebaikan senantiasa hadir pada diri setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan PUSPA ini. Rasanya membanggakan sekali bisa menjadi alumni PUSPA angkatan pertama. Alhamdulillah.
Siapapun yang membaca namun tak mengalaminya, ada hal penting yang ingin disampaikan dalam tulisan ini.
Setiap kegiatan berlabel organisasi memang memiliki tujuan dan ukuran ketercapaian program, namun yang paling utama dari semuanya adalah tentang kebermanfaatan.
Salam, peserta PUSPA.
AlFatih? Pelopor bukan Pengekor, Siap dan Buktikan, Allahu Akbar! =D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar