Bismillah
Perkenankan saya, Nisa Wiyati Ilahi membagikan sedikit yang saya ketahui tentang menghafalkan Al Qur’an.
Anggap saja saya sebagai
seseorang yang sedang belajar bagaimana cara menghafalkan Al Qur’an. Jangan
anggap saya sebagai seseorang yang sudah menghafal Al Qur’an dan menguasai cara
menghafalkannya tersebut. Mari kita sama-sama belajar.
Hal pertama yang ingin saya
sampaikan adalah mengenai langkah awal kita sebelum menghafal Al Qur’an. Ada
pertanyaan yang ingin diajukan (termasuk kepada diri saya sendiri), apakah
menghafalkan alqur’an 30 juz itu sulit? Jujur saja bagi saya, ya. Tapi melalui
salah satu guru saya, saya diingatkan bahwa
didalam surat Al Qamar ada ayat (yang setelah saya hitung diulang sebanyak 4 kali) yang artinya “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”. Adapun kaitan ayat tersebut dengan menghafalkan Al Qur’an adalah terfokus pada kalimat “mudah” nya itu sendiri. Sehingga saya merasa ditegur bahwa ketika saya berpikir bahwa hal tersebut sulit untuk dilakukan, justru ayat didalamnya menyebutkan kata “mudah”.
didalam surat Al Qamar ada ayat (yang setelah saya hitung diulang sebanyak 4 kali) yang artinya “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”. Adapun kaitan ayat tersebut dengan menghafalkan Al Qur’an adalah terfokus pada kalimat “mudah” nya itu sendiri. Sehingga saya merasa ditegur bahwa ketika saya berpikir bahwa hal tersebut sulit untuk dilakukan, justru ayat didalamnya menyebutkan kata “mudah”.
Intinya, sepertinya langkah awal
dalam menghafal Al Qur’an haruslah berdasar pada keyakinan bahwa Al Qur’an itu
mudah untuk diingat dan dihafalkan. Oleh siapapun. Bismillaah.
Kemudian hal kedua yang ingin
saya sampaikan adalah mengenai target pencapaian hafalan tersebut. Misalnya,
saya ingin hafal 30 juz dalam waktu 1 tahun atau 2 tahun dan seterusnya.
Memiliki target memang penting karena jika tidak maka mungkin kita akan
menunda-nunda proses penghafalan tersebut, namun ada hal yang harus kita ingat
yaitu tidak boleh terkesan terburu-buru. Kembali diingatkan oleh salah satu
guru saya, kali ini pelajaran tersebut terdapat dalam surat Al Qiyamah ayat 16
yang artinya “Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al
Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya”. Fokus nya adalah pada
kalimat “jangan cepat-cepat”.
Pada dasarnya ketika kita
berhasil menghafalkan satu ayat atau bahkan satu kalimat, itu adalah atas izin
dan kehendak Allah, pemberian Allah, Allah lah yang menanamkan ayat tersebut
dalam pikiran kita sehingga kita mampu menghafalnya. Sehingga, tentu saja
selain berusaha menghafal kita pun harus senantiasa berdoa kepada Allah agar
Allah menemani kita dan membantu kita dalam menghafalkan Al Qur’an juga
mengamalkannya.
Intinya, dalam hal ini kita harus
mengukur kemampuan kita sendiri. Ada tipe orang yang mampu mengingat dengan
cepat namun juga dapat lupa dengan cepat, ada juga tipe orang yang mengingat
dengan agak lambat namun tidak mudah lupa dengan cepat, atau sebaliknya. Jika
sudah terukur kemampuan kita maka kita dapat sesuaikan dengan target pencapaian
hafalan kita, yang tentu saja dengan catatan tidak terkesan terburu-buru atau
ingin cepat-cepat menguasai.
Selanjutnya hal ketiga yang ingin
saya sampaikan adalah mengenai teknik dalam menghafalkan Al Qur’an. Masih
melalui salah satu guru saya, untuk hal ini beliau menghubungkan dengan surat
Al Isra ayat 41 yang artinya “Dan sungguh, dalam Al Qur’an ini telah Kami
(jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi
(peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran)”. Dalam hal ini,
fokusnya terdapat pada kalimat “berulang-ulang”.
Jadi memang teknik yang cukup penting
dalam menghafalkan Al Qur’an adalah dibaca dengan berulang-ulang atau bisa juga
dengan didengarkan secara berulang-ulang. Bukan hanya saat proses penambahan
hafalan ayat (ziyadah) saja, tetapi juga dalam proses pengulangan ayat yang
sudah berhasil dihafalkan (muraja’ah).
Intinya, hal yang perlu kita
perhatikan adalah melakukan pengulangan, baik ketika ziyadah maupun ketika
muraja’ah. Insya Allah hal ini akan membantu proses menghafal dan mengingat
dengan baik.
Jika saya simpulkan, 3 hal yang
perlu diperhatikan dalam menghafalkan Al Qur’an adalah meyakini bahwa menghafal
Al Qur’an 30 juz itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan, tidak tergesa-gesa
dalam menghafalkan Al Qur’an dan sering melakukan pengulangan dalam proses
penghafalan Al Qur’an. Wallaahu a’lam bi shawab.
Sekian sedikit pengetahuan yang
ingin saya bagikan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaiannya.
Mudah-mudahan kita bisa sama-sama menjadi seorang penghafal Al Qur’an. Aamiin.
Akhir kata,
Salam, Nisa Wiyati Ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar