Orang bilang aku memiliki kedewasaan.
Orang
bilang aku memiliki kebijaksanaan.
Tapi
faktanya, sikapku masih ke“kanak-kanak”an.
Orang
bilang aku
sangat cocok dengan sikap memperhatikan.
Orang
bilang aku sangat cocok dengan sikap mempertimbangkan.
Tapi
faktanya, sikapku masih ke”kanak-kanak”an.
Karena
ternyata, sadar ataupun tidak, aku selalu membutuhkan peran orang yang lebih
dewasa pemikiran dan sikapnya melebihi diriku sendiri.
Karena
ternyata, sadar ataupun tidak, aku selalu membutuhkan pandangan orang yang
lebih bijaksana melebihi diriku sendiri.
Terutama
saat aku berada dalam kondisi kebingungan.
Karena
ternyata, sadar ataupun tidak, aku senang memperhatikan karena aku pun ingin
mendapatkan perhatian, hingga bahkan mungkin seringkali caraku mendapat perhatian
adalah memperhatikan terlebih dahulu.
Karena
ternyata, sadar ataupun tidak, aku senang mempertimbangkan karena aku pun ingin
dipertimbangkan, hingga bahkan mungkin seringkali caraku mendapat pertimbangan
adalah mempertimbangkan terlebih dahulu.
Haa
tulisan macam apa ini?
Lihat,
faktanya, sikapku masih ke”kanak-kanak”an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar