Senin, 12 Juni 2017

Faktanya, sikapku masih ke”kanak-kanak”an.


Orang bilang aku memiliki kedewasaan.
Orang bilang aku memiliki kebijaksanaan.
Tapi faktanya, sikapku masih ke“kanak-kanak”an.
Orang bilang aku
sangat cocok dengan sikap memperhatikan.
Orang bilang aku sangat cocok dengan sikap mempertimbangkan.
Tapi faktanya, sikapku masih ke”kanak-kanak”an.
Karena ternyata, sadar ataupun tidak, aku selalu membutuhkan peran orang yang lebih dewasa pemikiran dan sikapnya melebihi diriku sendiri.
Karena ternyata, sadar ataupun tidak, aku selalu membutuhkan pandangan orang yang lebih bijaksana melebihi diriku sendiri.
Terutama saat aku berada dalam kondisi kebingungan.
Karena ternyata, sadar ataupun tidak, aku senang memperhatikan karena aku pun ingin mendapatkan perhatian, hingga bahkan mungkin seringkali caraku mendapat perhatian adalah memperhatikan terlebih dahulu.
Karena ternyata, sadar ataupun tidak, aku senang mempertimbangkan karena aku pun ingin dipertimbangkan, hingga bahkan mungkin seringkali caraku mendapat pertimbangan adalah mempertimbangkan terlebih dahulu.
Haa tulisan macam apa ini?
Lihat, faktanya, sikapku masih ke”kanak-kanak”an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar