Jumat, 19 Mei 2017

Kebebasan Hati ^^


Apa pernah kau merasa menyesal karena sudah melakukan sesuatu hal?
Apa pernah kau merasa lega karena sudah melakukan sesuatu hal?
Saat ini, aku merasakan keduanya sekaligus.
Aku menyesal dan merasa bahwa aku telah menyakiti diriku sendiri, juga sepertinya menyakiti pihak yang bersangkutan karena perbuatanku. Tapi aku juga merasa lega karena dengan melakukan perbuatan tadi, menunjukkan bahwa aku telah membuka hatiku, atau mungkin lebih tepatnya aku berhasil membebaskan hatiku. Membebaskan hati dari ikatan kuat yang justru aku sendiri lah yang membuat ikatan itu semakin kuat di setiap harinya.
Aku merasa bahwa aku bersalah dan mengambil langkah yang seenaknya saja, memikirkan kebaikan diriku saja, tapi aku juga merasa bahwa aku harus melakukannya dan aku telah diberikan kekuatan untuk dapat melakukannya. Sehingga meskipun hati dan pikiranku dipenuhi oleh rasa bersalah, ketidakenakan, terhadap pihak yang bersangkutan, tapi hati ini berhasil memperoleh haknya untuk bebas dan bahagia tanpa adanya ikatan apapun, perasaan bersalah apapun, ketidaknyamanan apapun.
Aku meyakini bahwa hati dan pikiranku memiliki area yang harus dilalui untuk mendapatkan kebebasan hati.
Area pertama adalah area dimana adanya keraguan akan harapan yang belum pernah dipastikan.
Hal yang selalu ingin ku lakukan adalah memastikan adanya harapan tersebut. Dan aku berhasil memastikannya. Siapa sangka kepastian akan harapan itu membawa ku ke area selanjutnya.
Area kedua adalah area dimana adanya keraguan akan waktu terwujudnya harapan yang sudah dipastikan.
Hal yang selalu ingin ku lakukan adalah memiliki batasan waktu akan terwujudnya harapan tersebut. Dan aku tidak berhasil memastikannya. Hingga akhirnya ia membawa ku pada area selanjutnya.
Area ketiga adalah area dimana adanya kebebasan hati itu sendiri.
Hal yang selalu ingin ku lakukan adalah melepaskan semua harapan dan mengembalikannya kepada pihak yang seharusnya, Allah SWT yang mengatur segalanya.
Hal yang keliru adalah terjebak di area kedua, dan menggantungkan harapan pada diri sendiri maupun pihak yang bersangkutan. Padahal waktu dan pihak terbaik hanyalah Allah yang mengetahuinya.
Saat ini, aku berhasil berada dalam area kebebasan hati. Meski begitu, aku baru saja berada didalamnya. Sehingga, hati ini belum bisa terbebas sepenuhnya (bisa dibilang dikhawatirkan ia akan berjalan mundur ke area sebelumnya).
Hati ini baru merasakan betapa bahagianya jika ia sudah terbebas sepenuhnya. Karena bahkan saat ini saja, membayangkan kebebasan hati itu sendiri, menginjak area kebebasan hati untuk pertama kalinya, rasanya sudah sangat membahagiakan. Aahh Allah memang Maha Baik. Bahkan, seorang teman mengatakan bahwa kebahagiaan yang terasa ini adalah hadiah yang diberikan kepada mereka yang bergantung hanya kepada Allah dan mengembalikan semua urusan kepada-Nya. Aahh Allah memang Maha Penyayang.
Aaa, teringat, seseorang dalam cerita fiksi pernah mengatakan,
“Buka hatimu, dan cobalah hidup dengan bebas. Maka seluruh hal di dunia, apapun itu, akan terasa seperti cahaya matahari yang indah.”
Yaa, memang membuka hati dan membebaskan hati bukanlah hal yang mudah untukku. Tapi, setelah aku berhasil melakukannya, sungguh sangat terasa membahagiakan. Cahaya itu nyatanya memang sangat indah.
Sayang, hatiku belum sepenuhnya pulih dari rasa takut, penyesalan dan juga rasa bersalah terhadap pihak yang bersangkutan. Sehingga kebahagiaan itu belum terasa sepenuhnya. Meski begitu, seperti kataku tadi, aku tetap bahagia karena hatiku berhasil mendapatkan kebebasannya. Hanya saja, tentang rencana terdekat itu, dengan kondisi hatiku yang belum pulih, sepertinya aku harus menundanya untuk sementara waktu. Begitukah yang terbaik untukku, Allah Rabbii?
Lagipula, sikap dari pihak yang bersangkutan itu sangat bijak. Siapa yang tak akan kagum dengan sikapnya yang seperti itu? Bahkan aku pun luluh seketika. Ia, benar-benar cahaya matahari yang indah, penginspirasi kata teristimewa.
Akhir kata,
Alhamdulillaah untuk rasa hormat pada pihak yang bersangkutan yang semakin bertambah.
Alhamdulillaah untuk kebahagiaan tak terhingga yang bahkan tidak dapat dideskripsikan secara sempurna.
Alhamdulillaah untuk area kebebasan hati yang sudah mulai terasa kenyamanannya.
Terima kasih banyak, Allah Rabbii.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar