Dik,
aku mendengar
kabar atau mungkin lebih tepatnya mendapatkan informasi dari akun pribadimu
bahwa kau telah kehilangan seseorang yang sangat berharga bagimu, seorang
shalehah, bidadarimu. Aahh maaf, harusnya aku tidak menggunakan kata
kehilangan, melainkan perpisahan sementara.
Dik, aku benar-benar
ingin menyapamu, tapi bahkan aku merasa khawatir, sangat-sangat khawatir,
hingga aku tak tahu kata sapaan seperti apa yang harus ku sampaikan padamu.
Dik, meski begitu,
aku berdoa semoga Allah menguatkanmu. Juga semoga ia, bidadarimu, diberikan
tempat terbaik disisi-Nya. Seorang shalehah telah dipanggil lebih cepat,
sungguh aku percaya bahwa Allah telah sangat menyayanginya hingga ia dipanggil
menghadap-Nya di usia nya saat ini.
Dik, meski begitu,
aku pun berdoa semoga Allah memberikan pengganti yang terbaik bagimu. Bukan tentang
sosok pengganti, tapi mungkin bisa saja waktu dan tempat pengganti. Seperti katamu,
kamu dan dirinya, cintamu dan cintanya, sehidup sesyurga.
Dik, kuatlah. Kau lelaki
shaleh yang tegas dan bertanggung jawab. Semoga Allah selalu membersamai setiap
langkahmu dik. Aamiin.
Salam sapa, kakak
(?).
Nisa Wiyati Ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar