Aku adalah seorang anak yang telah diajarkan Al-qur'an sedari kecil secara langsung oleh kedua orang tua ku, juga beberapa teman keduanya yang menjadi guru mengajiku.
Ketika usia sekolah dasar, aku belajar mengaji dengan ringan dan sederhana, hanya sekedar
menghafal surat2 pendek dan melancarkan membaca Al-qur'an. Seiring dengan pertumbuhan ku, aku mulai masuk pondok pesantren di tingkat sekolah menengah. Aku dibimbing untuk menghafal beberapa juz Al-qur'an, beberapa surat tertentu dan mengembangkan kemampuan membaca Al-qur'an yang ku miliki.
Interaksi dengan Al-qur'an ku jalani beriringan dengan tuntutan sekolah. Karenanya setelah sekolah usai, belum terbersit keinginan untuk menghafalkan Al-qur'an di jenjang pendidikan yang lebih khusus.
Usai di masa sekolah, Qadarullah aku memasuki universitas yang didalamnya terdapat kewajiban bagi mahasiswa baru untuk di tes bacaan dan hafalan Al-qur'an nya. Sehingga, setelah sekian lama akhirnya aku berhasil menghafalkan juz 30. Aku bersungguh-sungguh, aku baru mampu menghafalkan juz 'amma di masa perkuliahan bukan di masa sekolah dasar ataupun menengah.
Pada awalnya aku tak mau menempuh pendidikan di universitas tersebut, hingga bahkan setelah lulus pun aku bertanya-tanya mengapa harus universitas tersebut yang berhasil ku masuki, namun ternyata itu cara Allah untuk menjaga kedekatan ku dengan Al-qur'an, untuk menambah hafalanku, untuk menambah ketertarikan ku menjadi pengajar Al-qur'an.
Dan sekarang Qadarullah aku berada di lingkungan para penghafal Al-qur'an, para pengajar Al-qur'an dan para pecinta Al-qur'an.
Meski pada awalnya terasa sangat berat untuk mengabdi disana, terasa sangat meragukan untuk berkarir disana, namun kembali Allah menjadikannya jalan untukku terjaga interaksi nya dengan Al-qur'an.
Alhamdulillaah. Alhamdulillaah. Alhamdulillaah. Untuk penjagaanMu terhadapku ya Allah, untuk kedekatanku dengan Al-qur'an ya Rahmaan, meski masih sangat banyak kealfaan dan kekurangan diri untuk mencintai dengan lebih lagi terhadap ayat-ayat Al-qur'an ya Ghaffar.
Aku semakin tersadar bahwa seringkali, aku membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memahami kejadian2 tertentu yang Allah takdirkan untukku. Namun sungguh, ketika aku tersadar mengapa hal itu terjadi, rasanya malu, dan sangat haru, menyadari betapa besarnya kasih sayang Allah untukku, betapa inginnya Allah dekat denganku, termasuk kesadaranku saat ini betapa inginnya Allah mendekatkanku dengan Al-qur'an. Maa syaa Allah. Ampuni hamba atas keterlambatan hamba dalam menyadari kasih sayangMu. Semoga setelah ini hamba mampu memaksimalkan potensi diri dan memanfaatkan setiap kesempatan yang Engkau berikan. Aamiin ya Allah yaa Rabbal 'aalamiin.
Akhir kata, teriring ucap Jazaakumullaah khairan untuk seorang hamba Allah yang sempat berkenan mendoakan agar semakin hari akan semakin banyak pelajaran yang nisa dapatkan. Semoga Allah senantiasa membersamai setiap langkahmu. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar