mirip dengannya, hal2 yang berkaitan tentangnya. Hingga bahkan ketika ada hal tidak baik yang aku temukan tentang dirinya, aku selalu membelanya, aku selalu membandingkan dan mengutamakan hal2 positif atasnya, dalam pandanganku, aku selalu menjaganya tetap sempurna bagaimana pun dirinya yang nyata, memiliki kekurangan seperti orang lain pada umumnya.
kemudian aku berpikir, dia seorang manusia, dia makhluk ciptaan Allah, yang Maha Sempurna, yang tiada dua tiada serupa.
Tak bisakah jika perasaan dan sikap tadi diterapkan kepadaNya bukan kepada makhluk Nya?
Astaghfirullah, bahkan Cinta ini anugerah dariMu namun mengapa justru aku begitu sungguh dalam mengagumi makhlukMu ketika #akutersentuhcinta?
Ketika Aku tersentuh Cinta seringkali aku bermimpi tentang sosok yang sama berulang kali, setiap hari. Seringkali namanya kusebut dan senantiasa terjaga dalam hati, tak pernah hilang dari pikiran, tak pernah lepas diri ini berdoa untuknya. Hati ini selalu merasa bahwa aku sedang merindukannya, bagaimana agar aku bisa berjumpa dengannya, bahagianya jika dalam kehidupan nyata aku bisa bertegur sapa dengannya, berbincang-bincang dengan cerianya.
Kemudian aku berpikir, dia manusia biasa, bukan suri tauladan yang paling mulia, Rasulullah Muhammad SAW.
Tak bisakah jika harapan dan keinginan tadi diterapkan kepada beliau bukan kepada dirinya?
Astaghfirullah, bahkan Cinta ini anugerah dariMu namun mengapa justru aku begitu sungguh dalam merindukan makhlukMu ketika #akutersentuhcinta?
Ya Allah, ketika aku tersentuh Cinta, aku ingin kembali padaMu.
Tuntun aku ya Rabb.
-sedikit pemikiran tentang ketika #akutersentuhcinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar