Minggu, 07 Oktober 2018

Memaknai Kehidupan: Lomba

Bicara tentang lomba, rasanya tak ada yang asing dengan istilah ini.
Dalam berbagai tingkat pendidikan, senantiasa ada lomba.
Di berbagai tempat di belahan dunia, pun ada lomba.
Entah yang berhubungan dengan pengetahuan ataupun olahraga.

Entah yang dilakukan untuk mencapai suatu prestasi dan targetan diri, ataupun hanya sekedar berkumpul dan ceria bersama.

Pemenang lomba, terkadang  ditentukan oleh siapa yang paling cepat menyelesaikan pun terkadang pada siapa yang paling tepat melakukan.

Juri sebuah lomba, tidak bisa dipilih asal-asalan. Juri sebuah lomba, dipandang sebagai pihak yang paling bijak dalam menilai pun menguasai bidang lomba yang bersangkutan.

Adapun lomba dalam kehidupan, terkadang kita lupa bahwa kita perlu untuk lebih sering berlomba dengan diri sendiri. Agar di setiap harinya, kebiasaan untuk beramal shalih akan senantiasa ditambahkan. Kita pun nyatanya lebih sulit menjadi pemenang atas diri sendiri. Pemenang yang mampu mengalahkan hawa nafsu, menggugurkan kebiasaan yang kurang bermanfaat bagi dirinya dan mengganti kebiasaan yang bersangkutan dengan kebiasaan baik berupa amalan yang menebarkan kebahagiaan pun ketenangan bagi diri dan sekitar. Tanpa melupakan bahwa yang menjadi juri adalah sang pemilik diri, Allah SWT. Maka tak patut kita merasa menang tanpa ada kepastian dari juri bahwa kita sudah menang.

Teruslah berlomba dengan diri, hingga juri memberikan kepastian bahwa kita adalah Pemenang.

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar