Senin, 24 Maret 2014

Peringatan-Ujian-Hukuman

Hari itu, tertanggal 21 Maret 2014 seorang hamba yang lemah telah diberi peringatan oleh sang Maha Kuasa. Ia kehilangan handphone yang baru saja dibelinya sekitar 7 bulan yang lalu. Waktu yang terhitung sangat singkat baginya memiliki handphone itu.

Hamba itu tak tahu, apakah itu sebuah peringatan agar ia selalu bersikap hati-hati dalam setiap situasi dan kondisi yang dianggap “ter-aman-” sekalipun.
Ia pun tak tahu, apakah itu sebuah ujian yang ditimpakan kepadanya untuk menguji sejauh mana keikhlasan dan kesabaran yang dimiliki olehnya.
Bahkan ia tak tahu, apakah itu sebuah hukuman atas apa yang telah diperbuatnya, hukuman karena ia telah melakukan suatu hal yang membuatnya berdosa ataupun belum sempat dan tenggelam dalam khilaf untuk melakukan sesuatu yang berbuah pahala dan kebaikan untuknya.

Ia menangis dan bersedih, namun kesedihannya bukan karena hilangnya handphone tersebut. Ia bersedih karena ia tak bisa menjaga amanah dari kedua orang tuanya untuk menjaga barang yang dimilikinya sebaik mungkin. Karena semua itu adalah titipan Allah SWT semata. Sempat terlintas dalam fikirannya, mungkin sudah saatnya Allah SWT mengambil apa yang menjadi titipan dan apa yang memang secara haq adalah milik-Nya.

Namun ternyata ia merasa khawatir, jika memang itu adalah sebuah peringatan ia khawatir bahwa ia sudah melupakan sesuatu hal yang seharusnya dilakukan olehnya. Jika itu adalah sebuah ujian, ia hanya berharap semoga Allah SWT memberikan ujian ini karena ia sanggup untuk melewatinya. Dan jika itu adalah sebuah hukuman, ia takut bahwa ia sudah melakukan suatu perbuatan dosa yang mungkin tak pernah disadari olehnya. Hukuman untuk perbuatan yang membuatnya melupakan Allah SWT dan mementingkan sesuatu yang bukan seharusnya.

Hingga pada akhirnya, ia mencoba untuk ikhlas dan selalu menjadikan apa yang telah dialami olehnya sebagai suatu pelajaran yang berharga. Dan ia pun berharap dengan sepenuh hati, semoga barang titipan yang telah diambil oleh-Nya dapat tergantikan dengan yang lebih baik dan barang itu akan memberi manfaat yang lebih banyak di tangan orang lain. Jauh didalam hatinya, ia menyayangi barang tersebut, karena didalamnya seperti ada kehidupan yang sangat berarti untuknya.

Astaghfirullaahal’adzhim.. Ampuni hamba-Mu ya Allah.. Dengan segala kehampaan hati tanpa adanya kehadiran-Mu.. Astaghfirullaahal’adzhim.. 

Jumat, 21 Maret 2014

Buatlah Aku Cemburu

Saat melihat sepasang kekasih bercanda gurau bersama, mungkin aku cemburu..
Saat melihat mereka tertawa bahagia bersama, mungkin aku cemburu..
Hingga saat melihat mereka senantiasa bersama dalam kesedihan dan permasalahan rumit pun, mungkin aku tetap saja cemburu..

Ya Allah.. Apakah rasa ini salah dan hamba tak boleh merasakannya?
Ya Allah.. Apakah rasa ini termasuk pada karunia dan nikmat-Mu yang tiada terduga itu?
Ya Allah.. Apakah rasa ini memang suatu kehendak dan ketetapan dari-Mu sang Maha Cinta dan Pemilik Hati para hamba-Nya?

Aku tak tahu, mengapa aku cemburu..
Namun, aku kan selalu memanjatkan doa pada-Nya agar aku tetap cemburu..

Buatlah aku sangat cemburu melihat sepasang kekasih romantis dan harmonis yang memang terikat dalam izin-Mu..
Buatlah aku sangat cemburu pada mereka yang menjaga hatinya hanya untuk seseorang yang telah menjadi kehendak-Mu..
Buatlah aku sangat cemburu pada hamba yang mampu menunggu dengan penuh kesabaran semua ketetapan dari-Mu..
Dan buatla aku sangat cemburu pada siapapun yang menjadikan cinta dan kasih sayang dalam hidupnya hanya atas diri-Mu..

Yaa Muqallibal Qalb, jauhkanlah hamba dari rasa cemburu pada mereka yang entah bahagia karena taat pada perintah-Mu atau taat dan terjatuh pada perasaan dalam hati mereka atas karunia-Mu..
Namun, jadikanlah hamba sebagai bagian dari mereka yang dengan penuh kesabaran menanti karunia terindah dari-Mu, kehendak dan ketetapan yang paling tepat dari-Mu, serta izin yang diharapkan oleh semua hamba-Mu..

Buatlah aku cemburu ya Allah..

Aamiin..

Rabu, 19 Maret 2014

Kebetulan atau Ketentuan

Kebetulan??
Seringkali kita mendengar atau bahkan mungkin mengatakan kata-kata itu..
Kebetulan saat saya sedang..
Kebetulan saat dia sedang..
dan lain sebagainya..
Lantas, benarkah memang ada "kebetulan" di dunia ini??

Sayangnya tidak, tak ada yang kebetulan kawan. Tapi, ketetapan dan ketentuan Allah lah yang sebenarnya ada.
Apa terciptanya dunia ini hanya sekedar sebuah kebetulan belaka??
Apa semua alur kehidupan di dunia ini pun sama sebagai sebuah kebetulan semata??
Dunia ini, ada Allah yang menciptakan.. Alur kehidupan pun, ada Allah yang mengatur semuanya dari waktu yang tak pernah kita tau hingga waktu yang tak pernah bisa kita perkirakan..

Begitupun jika kita berbicara tentang sebuah perasaan yang kita miliki.
Tentang sebuah rasa yang mungkin tak bisa untuk diterjemahkan apa maksud dari semuanya.
Karena semua itu adalah fitrah dari Allah, karunia terbesar dari-Nya, untuk makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, yaitu manusia.
Ingatlah kawan, karena hatimu sekalipun adalah tetap milik Allah sampai kapanpun, jasadnya maupun isi hatinya.

Maka, perlu kita sadari sepenuhnya bahwa..
Semua yang terjadi di dunia ini, bukanlah suatu kebetulan, melainkan apa yang telah Dia tetapkan.
Semua yang kau rasakan di dalam hatimu, bukanlah suatu kebetulan, melainkan apa yang telah Dia karuniakan.
Oleh karena itulah, mengapa kita harus selalu meminta dan mengharapkan yang terbaik dari-Nya.
Agar ketetapan dan karunia dari-Nya, bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan dan kita impikan.

Semoga Allah selalu memberikan ketetapan dan karunia terbaik-Nya bagi kita semua. Aamiin.


“Dan ketentuan Allah itu adalah suatu ketetapan yang pasti berlaku” (Q.S. Al-Ahzab:38)

Senin, 03 Maret 2014

nikmat dan alam

Rabu, 29 Januari 2014

Waktu menunjukkan pukul 18:06, sore itu adzan maghrib sudah berkumandang dan aku berada dalam perjalanan pulang. Diperjalanan kulihat dengan begitu indahnya hiasan malam yang diberikan berkat lampu dan cahaya dari rumah-rumah yang berjajar rapi dari sudut kanan ke kiri memenuhi barisan depan ke belakang yang semakin mengarah ke atas dari dasarnya. Subhaanallaah.. hanya kata itulah yang mampu terucap oleh lidah ini melihat pemandangan yang begitu menawan.
Namun, beberapa detik kemudian terlintas dalam fikiranku tentang semua nikmat karunia-Nya yang telah diberikan dalam setiap hembusan nafas para keturunan Adam Hawa. Yang dibalas dengan perbuatan semena-mena terhadap alam dan tak adanya rasa terima kasih berwujud tunduk syukur kepada Allah sang Tuhan alam semesta.
Terkadang, terfikir olehku tentang sikap seseorang atau bahkan sebuah golongan yang tidak mentaati perintah Allah. Jika saja Allah mau dan berkehendak untuk memusnahkan mereka, tentu dengan mudah Allah akan memberikan pelajaran bahkan musibah pada mereka. Namun Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, dan Maha menentukan segala yang terjadi memberikan kenikmatan yang tiada tara. Nikmat bernafas, nikmat kehidupan, nikmat seluruh panca indera yang dimiliki.

Maa Syaa Allah.. aku takkan pernah mampu menghitung seluruh nikmat karunia serta ampunan yang selalu Kau berikan.. Ampuni aku Ya Allah.. Ampuni kami semua selaku hamba-Mu.. Aamiin..

Aku ingin mencintai nabiku

Saat ada perintah untuk mengucapkan syahadat, telah kulakukan dan kuusahakan setiap harinya dalam setiap shalatku.
Saat ada perintah untuk mendirikan shalat, telah kuusahakan menanamkan dalam diri ini bahwa shalat adalah salah satu kebutuhanku menjalani kehidupan.
Saat ada perintah untuk menunaikan zakat, telah kuserahkan sepenuhnya dalam tanggungan kedua orangtuaku dan kuusahakan menyisihkan sebagian dari apa yang aku peroleh untuk memberikannya pada yang lebih layak mendapatkannya.
Saat ada perintah untuk melaksanakan shaum, telah kuusahakan melewati hari-hari di bulan Ramadhan dengan melaksanakannya dan diselingi dengan shaum sunnah dalam hari-hari tertentu selain didalamnya.
Saat ada perintah untuk bersyukur, berdoa, ataupun menghadirkan Allah dalam setiap hembusan nafas dan detik yang dilalui, telah kuusahakan dengan melakukannya tanpa ada unsur paksaan atau alasan dan kondisi tertentu.

Ya Allah, hamba tahu hanya Engkau lah yang mampu menilai kadar keimanan seseorang terhadap Tuhannya dan apa yang seharusnya diimani. Namun, berikanlah aku jalan dan kesempatan untuk mencintainya, seseorang yang telah menunjukkan jalan yang penuh dengan cahaya yang terang benderang dan berujung pada kebahagiaan hakiki di alam akhirat. Berikanlah aku cara dan ketentuan untuk mengikuti sunnahnya, melakukan setiap kegiatan dalam kehidupan berdasarkan contohnya, hingga meniru akhlak mulianya.

Allaahumma shallii ‘ala Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad..
Ajarkanlah aku cara mencintai nabi-Mu, rasul-Mu, kekasih-Mu..

Aamiin..