Rabu,
29 Januari 2014
Waktu
menunjukkan pukul 18:06, sore itu adzan maghrib sudah berkumandang dan aku
berada dalam perjalanan pulang. Diperjalanan kulihat dengan begitu indahnya
hiasan malam yang diberikan berkat lampu dan cahaya dari rumah-rumah yang berjajar
rapi dari sudut kanan ke kiri memenuhi barisan depan ke belakang yang semakin
mengarah ke atas dari dasarnya. Subhaanallaah.. hanya kata itulah yang mampu
terucap oleh lidah ini melihat pemandangan yang begitu menawan.
Namun,
beberapa detik kemudian terlintas dalam fikiranku tentang semua nikmat
karunia-Nya yang telah diberikan dalam setiap hembusan nafas para keturunan
Adam Hawa. Yang dibalas dengan perbuatan semena-mena terhadap alam dan tak
adanya rasa terima kasih berwujud tunduk syukur kepada Allah sang Tuhan alam
semesta.
Terkadang,
terfikir olehku tentang sikap seseorang atau bahkan sebuah golongan yang tidak
mentaati perintah Allah. Jika saja Allah mau dan berkehendak untuk memusnahkan
mereka, tentu dengan mudah Allah akan memberikan pelajaran bahkan musibah pada
mereka. Namun Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, dan
Maha menentukan segala yang terjadi memberikan kenikmatan yang tiada tara.
Nikmat bernafas, nikmat kehidupan, nikmat seluruh panca indera yang dimiliki.
Maa
Syaa Allah.. aku takkan pernah mampu menghitung seluruh nikmat karunia serta
ampunan yang selalu Kau berikan.. Ampuni aku Ya Allah.. Ampuni kami semua
selaku hamba-Mu.. Aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar