Senin, 03 Maret 2014

nikmat dan alam

Rabu, 29 Januari 2014

Waktu menunjukkan pukul 18:06, sore itu adzan maghrib sudah berkumandang dan aku berada dalam perjalanan pulang. Diperjalanan kulihat dengan begitu indahnya hiasan malam yang diberikan berkat lampu dan cahaya dari rumah-rumah yang berjajar rapi dari sudut kanan ke kiri memenuhi barisan depan ke belakang yang semakin mengarah ke atas dari dasarnya. Subhaanallaah.. hanya kata itulah yang mampu terucap oleh lidah ini melihat pemandangan yang begitu menawan.
Namun, beberapa detik kemudian terlintas dalam fikiranku tentang semua nikmat karunia-Nya yang telah diberikan dalam setiap hembusan nafas para keturunan Adam Hawa. Yang dibalas dengan perbuatan semena-mena terhadap alam dan tak adanya rasa terima kasih berwujud tunduk syukur kepada Allah sang Tuhan alam semesta.
Terkadang, terfikir olehku tentang sikap seseorang atau bahkan sebuah golongan yang tidak mentaati perintah Allah. Jika saja Allah mau dan berkehendak untuk memusnahkan mereka, tentu dengan mudah Allah akan memberikan pelajaran bahkan musibah pada mereka. Namun Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, dan Maha menentukan segala yang terjadi memberikan kenikmatan yang tiada tara. Nikmat bernafas, nikmat kehidupan, nikmat seluruh panca indera yang dimiliki.

Maa Syaa Allah.. aku takkan pernah mampu menghitung seluruh nikmat karunia serta ampunan yang selalu Kau berikan.. Ampuni aku Ya Allah.. Ampuni kami semua selaku hamba-Mu.. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar