Senin, 03 Maret 2014

Aku sebagai hamba-Mu

“Kita mau mengingkari atau mentaati-Nya, Dia tetaplah Tuhan. Tidak seperti tukang kayu yang membelah kayu untuk kebutuhannya seperti kayu bakar dan pondasi rumah. Bukan kayu yang membutuhkan tukangnya tetapi tukang yang itulah yang membutuhkannya.
Ibadah = Allah memerintah hamba-Nya untuk sujud, bukan karena Dia membutuhkan sujud-sujud sang hamba, melainkan sang hamba-lah yang membutuhkan sujud dihadapan-Nya.”
#hikmah surat Adz-Dzariyat:56 *m.r

Setiap sesuatu yang dilakukan oleh manusia tentu ada tujuannya. Yang padanya diharapkan bahwa hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebuah kebaikan. Sehingga dimulai dari tujuan, pelaksanaan, pencapaian, hingga hasil yang diperoleh sebagai akibat dari semua itu adalah hal yang melahirkan sebuah kebaikan pula.
Salah satu ayat yang terdapat dalam Surat Adz-Dzariyat menyatakan tentang apa tujuan hidup manusia. Dan ternyata, tujuan hidup manusia itu semata-mata hanyalah untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Tujuan tersebut, merupakan suatu tujuan yang mulia bagi manusia.
Kehidupan yang penuh dengan kenikmatan meski hanya semata dan sementara saja telah diberikan oleh Allah SWT. Kebahagiaan yang memenuhi seluruh alur kehidupan tak pernah henti dirasakan berkat karunia-Nya. Hingga tak lupa akan ketenangan hati dan fikiran yang senantiasa menemani langkah-langkah manusia dalam menjalani rutinitas kehidupannya sehari-hari.
Lalu, apa lagi yang menghambat kita untuk beribadah kepada-Nya? Apa lagi alasan kita untuk tak mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh-Nya?
Tak mampukah kita membalas semua kenikmatan dan karunia dari Allah SWT meski hanya sekedar bersimpuh dihadapan-Nya dan bersujud atas semua yang telah dianugerahkan olehnya? Meski hanya sekedar bersujud dihadapan-Nya memohon ampun atas semua dosa dan kesalahan yang telah diperbuat?

Mari bermuhasabah =)


*Risalah Inspirasi 24 Agustus 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar