“Kita
mau mengingkari atau mentaati-Nya, Dia tetaplah Tuhan. Tidak seperti tukang
kayu yang membelah kayu untuk kebutuhannya seperti kayu bakar dan pondasi
rumah. Bukan kayu yang membutuhkan tukangnya tetapi tukang yang itulah yang
membutuhkannya.
Ibadah
= Allah memerintah hamba-Nya untuk sujud, bukan karena Dia membutuhkan
sujud-sujud sang hamba, melainkan sang hamba-lah yang membutuhkan sujud
dihadapan-Nya.”
#hikmah
surat Adz-Dzariyat:56 *m.r
Setiap
sesuatu yang dilakukan oleh manusia tentu ada tujuannya. Yang padanya
diharapkan bahwa hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah
sebuah kebaikan. Sehingga dimulai dari tujuan, pelaksanaan, pencapaian, hingga
hasil yang diperoleh sebagai akibat dari semua itu adalah hal yang melahirkan
sebuah kebaikan pula.
Salah
satu ayat yang terdapat dalam Surat Adz-Dzariyat menyatakan tentang apa tujuan
hidup manusia. Dan ternyata, tujuan hidup manusia itu semata-mata hanyalah
untuk menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Tujuan tersebut, merupakan suatu
tujuan yang mulia bagi manusia.
Kehidupan
yang penuh dengan kenikmatan meski hanya semata dan sementara saja telah
diberikan oleh Allah SWT. Kebahagiaan yang memenuhi seluruh alur kehidupan tak
pernah henti dirasakan berkat karunia-Nya. Hingga tak lupa akan ketenangan hati
dan fikiran yang senantiasa menemani langkah-langkah manusia dalam menjalani
rutinitas kehidupannya sehari-hari.
Lalu,
apa lagi yang menghambat kita untuk beribadah kepada-Nya? Apa lagi alasan kita
untuk tak mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh-Nya?
Tak
mampukah kita membalas semua kenikmatan dan karunia dari Allah SWT meski hanya
sekedar bersimpuh dihadapan-Nya dan bersujud atas semua yang telah
dianugerahkan olehnya? Meski hanya sekedar bersujud dihadapan-Nya memohon ampun
atas semua dosa dan kesalahan yang telah diperbuat?
Mari
bermuhasabah =)
*Risalah
Inspirasi 24 Agustus 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar