“Cinta
itu indah bila kita berani untuk mengenalnya secara utuh.. tak perlu karena
indah kita cinta, yakinilah saja semua akan terasa dan nampak indah karena
cinta..
Sepasang
insan pasti akan dipersatukan selamanya jika mereka mempertahankan eksistensi ridha
Allah diatas cinta.”
#hikmah
Q.S. Ar-Rum:21 *m.r
Cinta..
sebuah rasa yang tak mungkin jika tidak dirasakan oleh setiap manusia pada
umumnya. Cinta tidak hanya dari lawan jenis, seorang sahabat, keluarga, ataupun
orang tua. Tetapi bahkan ada cinta dari sang Maha Cinta, Allah SWT. Karena
cinta adalah fitrah seorang manusia yang diberikan oleh Allah SWT.
Lalu,
selama ini dimanakah cinta itu bergantung dan berlabuh?
Apakah
kepada lawan jenis, seorang sahabat, keluarga, orang tua, atau Allah SWT.
Teringat
akan sebuah lagu yang berjudul “Sandiwara Cinta – Shaffix” yang mengutarakan
bahwa cinta pada manusia hanya akan membawa pada impian dan harapan, luka
mendalam yang sulit tuk disembuhkan, hingga akhirnya berujung pada sebuah
kekecewaan. Tentu sudah tak asing lagi istilah “pacaran” dalam kehidupan di
zaman ini. Yang merupakan bukti serta perwujudan akan adanya cinta yang
dilabuhkan pada manusia.
Tak ada
salahnya jika rasa cinta ada pada seseorang untuk lawan jenisnya. Karena cinta
adalah suatu perasaan suci yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluk-Nya.
Namun yang salah adalah ketika seseorang menggantungkan dan melabuhkan cinta
itu pada manusia, makhluk yang justru seluruh hidupnya bergantung pada-Nya.
Cinta dan
hati itu milik Allah SWT, manusia hanya mempunyai hak dan kewajiban atas
keduanya. Yaitu hak guna pakai dan kewajiban menjaga keduanya.
Lalu,
bagaimana hati, perasaan dan cinta itu digunakan namun tetap terjaga?
Sejauh
ini, nikmatilah apa yang sedang dirasakan karena itu adalah sebuah nikmat yang luar
biasa. Gunakanlah cinta dalam hal yang membawa kepada suatu kebaikan. Tak perlu
mengelak jika cinta yang dimaksudkan adalah cinta kepada manusia. Hanya satu
hal yang perlu diingat dan digaris bawahi, tetaplah gantungkan dan labuhkan
cinta itu pada Allah SWT. Dalam arti, cintailah seseorang itu karena Allah,
atau meski hanya sekedar membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah dan
semakin mencintai Allah.
Jika
muncul keinginan untuk mendapatkan cinta dari seseorang, maka dekatilah sang
pemberi cinta. Namun, jika muncul keinginan untuk melupakan cinta pada
seseorang, maka berdoalah kepada sang pemilik cinta, dan sang pembolak balik
hati manusia.
Akhir
kata, terlantun sebuah lagu yang menyatakan bahwa cinta pada Allah adalah cinta
yang hakiki, cinta pada Allah adalah cinta yang sejati, dengan membersihkan
diri dan hati, cinta pada Ilahi akan tergapai dengan mudah dan indah.
Salam
cinta Lillah dan fillah..
*Risalah
Inspirasi 3 September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar