Senin, 03 Maret 2014

cinta??

“Cinta itu indah bila kita berani untuk mengenalnya secara utuh.. tak perlu karena indah kita cinta, yakinilah saja semua akan terasa dan nampak indah karena cinta..
Sepasang insan pasti akan dipersatukan selamanya jika mereka mempertahankan eksistensi ridha Allah diatas cinta.”
#hikmah Q.S. Ar-Rum:21 *m.r

Cinta.. sebuah rasa yang tak mungkin jika tidak dirasakan oleh setiap manusia pada umumnya. Cinta tidak hanya dari lawan jenis, seorang sahabat, keluarga, ataupun orang tua. Tetapi bahkan ada cinta dari sang Maha Cinta, Allah SWT. Karena cinta adalah fitrah seorang manusia yang diberikan oleh Allah SWT.
Lalu, selama ini dimanakah cinta itu bergantung dan berlabuh?
Apakah kepada lawan jenis, seorang sahabat, keluarga, orang tua, atau Allah SWT.
Teringat akan sebuah lagu yang berjudul “Sandiwara Cinta – Shaffix” yang mengutarakan bahwa cinta pada manusia hanya akan membawa pada impian dan harapan, luka mendalam yang sulit tuk disembuhkan, hingga akhirnya berujung pada sebuah kekecewaan. Tentu sudah tak asing lagi istilah “pacaran” dalam kehidupan di zaman ini. Yang merupakan bukti serta perwujudan akan adanya cinta yang dilabuhkan pada manusia.
Tak ada salahnya jika rasa cinta ada pada seseorang untuk lawan jenisnya. Karena cinta adalah suatu perasaan suci yang diberikan oleh Allah SWT kepada makhluk-Nya. Namun yang salah adalah ketika seseorang menggantungkan dan melabuhkan cinta itu pada manusia, makhluk yang justru seluruh hidupnya bergantung pada-Nya.
Cinta dan hati itu milik Allah SWT, manusia hanya mempunyai hak dan kewajiban atas keduanya. Yaitu hak guna pakai dan kewajiban menjaga keduanya.
Lalu, bagaimana hati, perasaan dan cinta itu digunakan namun tetap terjaga?
Sejauh ini, nikmatilah apa yang sedang dirasakan karena itu adalah sebuah nikmat yang luar biasa. Gunakanlah cinta dalam hal yang membawa kepada suatu kebaikan. Tak perlu mengelak jika cinta yang dimaksudkan adalah cinta kepada manusia. Hanya satu hal yang perlu diingat dan digaris bawahi, tetaplah gantungkan dan labuhkan cinta itu pada Allah SWT. Dalam arti, cintailah seseorang itu karena Allah, atau meski hanya sekedar membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah dan semakin mencintai Allah.
Jika muncul keinginan untuk mendapatkan cinta dari seseorang, maka dekatilah sang pemberi cinta. Namun, jika muncul keinginan untuk melupakan cinta pada seseorang, maka berdoalah kepada sang pemilik cinta, dan sang pembolak balik hati manusia.
Akhir kata, terlantun sebuah lagu yang menyatakan bahwa cinta pada Allah adalah cinta yang hakiki, cinta pada Allah adalah cinta yang sejati, dengan membersihkan diri dan hati, cinta pada Ilahi akan tergapai dengan mudah dan indah.

Salam cinta Lillah dan fillah..

*Risalah Inspirasi 3 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar