Rabb, mungkin ini adalah puncak kelelahan dari seorang manusia yang terus menerus mengejar prestasi duniawi.
atau mungkin ini adalah saat dimana seorang hamba ingin segera kembali ke pangkuan Rabbnya dan menyerah dari semua tipu daya dunia.
atau juga mungkin ini adalah tanda dimana ia tergoda oleh bisikan halus tak berarti yang membuat iman seseorang semakin menurun sedang keputus asaannya meningkat dengan sempurna.
aku sungguh tak tahu akan ketiga hal itu, manakah yang paling tepat menggambarkan kondisiku saat ini. yang kutahu, aku selalu merasa bersedih tanpa tau apa penyebabnya meski hati dan fikiran meyakini bahwa ini adalah karena memikirkan dunia, dunia, dan dunia.
Haruskah mata ini merasakan bagaimana ia buta hingga dapat terasa pula ketenangan hati dan jiwa saat membaca deretan ayat suci Alquran yang menakjubkan?
Haruskah telinga ini merasakan bagaimana ia tuli hingga dapat terasa pula gema suara adzan dan iqamat yang memanggil hamba untuk segera bersujud menghadap Rabbnya?
Haruskah kaki ini merasakan bagaimana ia lumpuh hingga dapat terasa pula ringannya berjalan dalam langkah kebaikan yang bermanfaat di dunia dan akhirat?
Haruskah tangan ini merasakan bagaimana ia kaku hingga dapat terasa pula nikmatnya memberi sesuatu hal berarti pada orang lain meski itu hanya sedikit atau bahkan justru sangat sedikit?
Haruskah diri ini merasakan bagaimana ia berhenti bernafas dan jantung berhenti berdetak hingga dapat terasa pula semua nikmat Allah SWT yang selalu diberikan di setiap helaannya?
Rabb, apa hamba sedang lelah hidup di dunia? sungguh rasanya dunia ini sangat mengerikan.
apakah ini alasannya mengapa Kau memanggil orang-orang yang kau cintai di usia muda mereka?
apakah ini alasannya mengapa dunia dipersamakan dengan neraka ataupun penjara bagi orang muslin dan surga bagi orang kafir?
apakah ini alasannya aku selalu memikirkan bahwa umurku tak sepanjang yang kuharapkan dan tak sependek yang kufikirkan?
ampuni hamba ya Allah, semakin banyak saja kesalahan dalam diri ini. semakin menumpuk saja dosa yang diperbuat oleh diri ini. semakin turun saja keimanan dalam diri ini. Astaghfirullah, kuatkan hamba Ya Allah.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar