Harusnya ketika seseorang memiliki harapan yang besar maka ia
pun akan memberikan usaha yang besar. Karena hasil tidak akan mengkhianati
usaha, itu terbukti secara pasti. Usaha dalam mewujudkan harapan akan bisa
tergambarkan dalam kata perjuangan.
Karena hasil akan selalu bergantung pada usaha, maka
kemenangan yang ingin diraih perlu didukung dengan adanya perjuangan.
Apa kau pernah melihat seseorang atau mungkin beberapa orang
yang selalu menang?
Apa kau pernah melihat sejauh apa orang tersebut berjuang?
Apa kau tahu sedalam apa harapan yang ia tanamkan?
Aku pernah, bahkan aku mengenalnya dengan cukup baik sebagai
rekan kerja. Kami tidak terlalu akrab dan dekat satu sama lain, kami hanya
bekerja bersama, itu saja.
Yang ku tahu, setiap apa yang ia harapkan hasilnya selalu
berakhir dengan label kemenangan.
Yang ku tahu, setiap apa yang ia perjuangkan selalu dilakukan
dengan penuh keyakinan. Keyakinan yang disertai dengan perjuangan bersama
penduduk bumi maupun langit.
Lantas, ketika perjuangan bersama penduduk bumi tak
ditampakkan secara terang-terangan olehnya bagaimana mungkin perjuangan bersama
penduduk langit mampu terlihat jejaknya?
Aku sungguh malu padanya, ia senantiasa menang karena ia
menggantungkan harapan dengan penuh kebaikan didalamnya dan ia mengusahakan
perjuangan secara totalitas dalam dirinya. Namun yang terpenting adalah ia
senantiasa merasa belum cukup sehingga ia terus belajar hingga menemukan
harapan baru lagi.
Tak dapat rasanya ia disetarakan denganku. Jika dibandingkan,
harapan yang kumiliki tak pernah ku besar-besarkan dalam benak diri. Perjuangan
yang kulakukan tak pernah menjadi sebuah totalitas dalam gerak diri. Hingga
akhirnya kemenangan yang kudapatkan tak pernah membuatku ingin belajar kembali
terlebih menumbuhkan harapan baru lagi.
Lantas, ketika suatu hari aku mendapatkan kemenangan, apakah
itu tamparan untuk diri?
Yang pasti, saat ini aku sungguh malu namun sangat berterima
kasih padanya. Telah mampu membuatku tersadar bahwa seringkali aku mengabaikan
kemenangan yang kudapatkan. Aku tak mensyukurinya dengan kembali belajar, aku
terlalu membanggakannya dengan tak lagi menumbuhkan sebuah harapan.
Kini aku tahu mengapa aku selalu berada di posisi terbawah
sedang ia berada di posisi teratas. Itu karena aku tak pernah memberikan totalitas
dalam diri untuk berjuang, sedang ia bahkan melampaui batas diri agar mampu
berkembang dan menang.
Ketika aku dan dia menang di waktu bersamaan, apa artinya
semua ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar