Senin, 01 September 2014

Karena Kesedihan Mudah Dihilangkan

Saat kau merasa sendiri, jangan biarkan kau larut disana, karena kesedihan dan kesepian akan mudah datang disaat seperti itu.
Saat kau merasa sedih, jangan biarkan kau larut disana, karena kondisi hatimu bisa saja menguasai pola fikirmu.
Saat kau merasa kesepian, jangan biarkan kau larut disana, karena begitu banyak orang yang menyayangimu tanpa kau sadari sekalipun.

Setiap orang pasti punya masalah, atau sekedar hal hal kecil yang bisa membuatnya sedih dan kesepian. Begitupun dengan diri kita, karena itu adalah hal yang sangat wajar bagi setiap manusia.
Namun, Allah selalu mempersiapkan kemudahan dalam kesulitan, yang artinya juga mempersiapkan kebahagiaan dalam kesedihan. Kau bisa menemukan kebahagiaan itu saat kau berusaha untuk mencarinya. Jika kau tak mencarinya, maka tentu akan terasa sulit kebahagiaan itu kau dapatkan.

Setiap orang juga punya cara sendiri dalam menghadapi masalah, entah itu mencari solusi terbaik atau selalu menjauhkan diri dan menghindar dari permasalahannya. Tapi yang terbaik adalah menghadapi dengan mencari solusi dan jalan keluar.
Oleh karenanya, kita harus senantiasa sadar bahwa setiap masalah pasti akan ada solusinya. Dan caraku menghilangkan kesedihan adalah berkumpul bersama teman teman terdekat. Meski hanya sekedar berbincang dan bercanda tawa bersama sesaat saja, rasanya tak ada beban yang sedang dipikul, tak ada masalah yang harus dicari solusinya, yang ada hanya kebahagiaan bersama mereka.

Berkumpul bersama teman, entah itu meminta solusi dari permasalahan, atau berbincang sederhana selayaknya kawan, selalu saja berakhir dengan canda tawa dan senyuman.

Karena kesedihan itu mudah dihilangkan, saat kau tahu bagaimana caramu menghilangkannya. Terima kasih banyak sahabat.

Sapaan Persahabatan
Nisa Wiyati Ilahi

Minggu, 24 Agustus 2014

Melepaskan dalam Kedewasaan

Sosok itu hilang, sosok penuh tangisan manja yang setiap harinya selalu ditunjukkan.
Sosok itu hilang, sosok penuh keceriaan dan canda tawa yang tak peduli meski teracuhkan.
Sosok itu hilang, sosok penuh kisah tanpa rahasia yang senantiasa diceritakan.
Sosok itu hilang, dan aku tak pernah menyangka hilangnya sosok yang sangat aku rindukan.

Sosok itu hilang, sosok yang penuh dengan kedewasaan dan kasih sayang.
Sosok itu hilanh, sosok yang penuh perhatian dan kepercayaan.
Sosok itu hilang, sosok yang bijak akan setiap pengambilan sikap dan keputusan.
Sosok itu hilang, dan aku tak pernah menyadari hilangnya sosok yang sangat aku butuhkan.

Semakin dewasa seseorang, maka semakin besar pula tuntutan dan tanggung jawab yang ada di pundaknya.
Bukan hanya tentang pola fikir yang tidak boleh menuntut untuk bersikap egois, tetapi juga keikhlasan hati akan perasaan yang merasa sangat berat untuk melepaskan seseorang.
Seorang kakak penyayang, akan selalu merindukan pelukan hangat yang selalu diberikannya pada adik yang sangat disayanginya.
Seorang sahabat sejati, akan selalu siap memberikan pundaknya demi membagi beban ataupun sekedar dijadikan sandaran saat salah satunya merasa perlu bantuan dan saran.
Tapi ada saat dimana semua itu akan menghilang, dan hanya kedewasaanlah yang akan membuat seseorang merasa rela dengan semua itu.
Karena manusia hanya bisa melakukan sesuatu yang sifatnya sementara, selalu saja ada waktu dimana semuanya berhenti ataupun berganti. Kenangan akan menjadikan semuanya seolah abadi.
Kau sudah dewasa, begitupun dengan mereka. Lepaskanlah mereka dengan kedewasaanmu dan kedewasaannya.
Bersikaplah dewasa dalam melepaskan seseorang yang sudah dewasa.

Sapaan Kedewasaan
Nisa Wiyati Ilahi

Kamis, 21 Agustus 2014

Sapaan Kebahagiaan

setiap tempat punya kebahagiaan, jika satu tempat tak memberikan kebahagiaan maka percayalah bahwa tempat lain memiliki kebahagiaan yang telah disediakan.
meski begitu, hanya diri sendiri lah yang bisa membuat seluruh tempat yang didatanginya memberikan kebahagiaan.

setiap orang punya kebahagiaan, jika seseorang tak dapat memberikan kebahagiaan maka percayalah bahwa orang lain bersedia untuk memberikan kebahagiaan dengan suka hati.
meski begitu, hanya diri sendiri lah yang bisa membuat setiap orang yang berada dilingkungannya membuatnya bahagia.

yang terpenting adalah berbahagialah, karena ternyata yang terbaik adalah memberikan kebahagiaan di setiap tempat dimana diri ini berada dan juga memberikan kebahagiaan pada setiap orang di lingkungan sekitarnya.
meski begitu, hanya diri sendiri lah yang menentukan apakah ia akan memilih untuk memberikan kebahagiaan atau diberikan kebahagiaan.

tenanglah, saat tak ada tempat atau orang yang memberikan kebahagiaan, ada Allah yang senantiasa mempersiapkan kebahagiaan tiada tara untuk hamba-Nya yang percaya akan kuasa-Nya.
berikanlah kebahagiaan pada setiap tempat dan setiap orang, dan biarlah Allah yang memberikan kebahagiaan sebagai balasannya.

Sapaan Kebahagiaan
Nisa Wiyati Ilahi

Selasa, 19 Agustus 2014

Berhentilah Mengalah

Malam itu aku belajar, meski sedikit namun sangat penting untuk prinsip yang kutentukan sendiri.
Seorang pribadi melankolis cenderung rela berkorban dan mengalah, begitupun denganku. Apa yang menjadi kebiasaanku adalah mengalah pada orang lain.
Namun, kesalahan yang ada pada sikap mengalah itu terjadi saat apa yang kuharapkan dan apa yang menjadi alasanku untuk mengalah tidak sesuai dengan realitanya.
Alasanku hanya 1, tidak mau menyakiti hati pihak lain, khususnya 1 pihak tertentu. Hal itu terlihat baik dan positif, meski sering berakhir dengan efek negatif.
Karena ternyata dibalik itu semua, pihak yang tersakiti melebihi dari apa yang ku bayangkan, termasuk diriku sendiri.
Apa mungkin aku telah dzalim pada diriku sendiri? Menahan diri untuk menggapai dan menjalankan apa yang sebenarnya kusukai.
Astaghfirullaahal'adzhiim, aku tahu aku salah jika merasa bahwa aku adalah orang yang paling baik. Namun aku harus dan perlu untuk menganggap bahwa aku adalah orang yang baik. Agar aku bisa belajar untuk tidak menyalahkan diriku sendiri.

Kawanku berpesan, kau punya potensi yang luar biasa diluar perkiraanmu. Allah selalu menciptakan makhluk-Nya dengan potensi beragam yang dimiliki masing-masing. Manfaatkanlah itu semua, jika kau suka maka lakukanlah. Kau pantas memilih untuk tidak mengalah pada sesuatu yang salah.

Sapaan Pesan Kawan
Nisa Wiyati Ilahi

Kamis, 14 Agustus 2014

SHAUM SUNNAH DI BULAN MUHARRAM

Oleh: Salman Al Farisi
عَنْ أَبي غَطَفَانَ بْنَ طَريْق الْمُري يَقُوْلُ سَمعْتُ عَبْدَ الله بْنَ عَباس رَضيَ الله عَنْهُمَا يَقُوْلُ حيْنَ صَامَ رَسُوْلُ الله صَلى الله عليه وَسَلمَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَ أَمَرَ بصيَامه قَالُوا يَا رَسُوْلَ الله إنَهُ يَوْمٌ تُعَظمُهُ الْيَهُوْدُ وَ النَصَارَى فَقَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وَسَلمَ فَإ ا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبلُ إنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَاسعَ قَالَ فَلَمْ يَأْت الْعَامُ الْمُقْبلُ حَتَى تُوُفيَ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم.
(رَوَاهُ مُسْلمٌ)
“Dari Abu Ghatafan Bin Tharif, ia berkata: aku mendengar Ibnu Abbas RA berkata: bahwa ketika rasulullah SAW sedang melaksanakan shaum di hari asyura dan memerintahkan para sahabat agar melaksanakannya, para sahabat berkata: ya Rasulullah! Hari ini adalah hari yang di agungkan oleh kaum yahudi dan nashrani. Rasulullah SAW bersabda: nanti tahun depan insya Allah kita akan melaksanakan shaum tanggal sembilannya. Ibnu Abbas berkata: sebelum datang tahun itu, rasulullah SAW telah wafat”.
(H.R Muslim)
Dalam ilmu hadits, hadits terbentuk dalam 5 bagian:
1.       Hadits qauli, ialah perkataan yang di sampaikan oleh nabi SAW dalam berbagai kesempatan dan berkaitan dengan berbagai hal.
2.       Hadits fi’li , ialah perbuatan yang dilakukan nabi SAW mengenai perkara ibadah dan yang lainnya.
3.       Hadits taqriri, ialah persetujuan nabi SAW terhadap berbagai perbuatan sebagian sahabat dengan tidak menegurnya atau memperlihatkan keridhoan beliau bahkan terkadang memberikan pujian dan dukungan.
4.       Hadits sifati (hadits ahwali), ialah sifat-sifat beliau yang termasuk kandungan hadits.
5.       Hadits hammi, ialah perkara yang berupa keinginan rasul yang belum terealisasikan.

Hadits yang termaktub di atas adalah contoh dari hadits Hammiyah yaitu, yang berupa keinginan rasulullah yang belum terealisasikan. Ketika rasulullah menyuruh kepada para sahabatnya agar shaum pada tanggal sembilannya, ternyata sebelum datang tahun depan rasulullah telah wafat dahulu.
Muharram adalah nama bulan pada awal tahun hijriah, yang di dalamnya terdapat suatu rangkaian ibadah sunnah. Yaitu pada tanggal 9 dan 10 muharram ada yang dinamakan dengan saum sunnah tasu’a asyura. Ketika itu rasulullah sudah melaksanakan shaum di hari asyura, dan memerintahkan para sahabatnya untuk melaksanakan shaum tersebut. Para sahabat pun membantah bahwa pada hari itu lah, hari yang di agung-agungkaan oleh kaum yahudi dan nashrani. Maka rasulullah pun bersabda nanti tahun depan insya Allah kita akan melaksanakan shaum pada tanggal sembilannya.
Menurut penjelasan para ulama, seperti Imam Syafi’i shaum pada tanggal 9 muharram (Tasu’a) sama sunnahnya dengan tanggal 10 muharram (Asyura). Keduanya merupakan rangkaian ibadah shaum sunnah yang ada pada bulan muharram. Dalam hadits rasul di jelaskan:
عَنْ أَبيْ هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَى الله عَلَيْه وسلم: أَفْضَلُ الصيَام بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَمُ, وَ أَفْضَلُ الصَلَاة بَعْدَ الْفَريْضَة صَلَاةُ اللَيْل.
“Dari Abu Hurairah R.A, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: puasa yang paling mulia setelah ramadhan adalah puasa di bulan muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (H.R Muslim 3/169)
Sangat dianjurkan bagi umat islam untuk melaksanakan shaum di bulan muharram (tasu’a asyura), karena shaum tasu’a asyura lebih utama setelah shaum ramadhan. Dan pada hari asyura pula terdapat peristiwa yang sangat agung, tatkala pada hari itu Allah menyelamatkan musa dan kaumnya, dan menenggelamkan fir’aun beserta kaumnya. Dalamhadits di jelaskan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَدِمَ الْمَدِيْنَةَ فَوَجَدَ الْيَهُوْدَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, فَقَالَ لَهُمْ رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا هَذَا الْيَوْمُ اَّلذِيْ تَصُوْمُوْنَهُ, فَقَالُوْا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ أَنْجَى اللهُ فِيْهِ مُوْسَى وَ قَوْمَهُ, وَ غَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَ قَوْمَهُ, فَصَامَهُ مُوْسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُوْمُهُ, فَقَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: فَنَحْنُ أَحَقُّ وَ أَوْلَى بِمُوْسَى مِنْكُمْ, فَصَامَهُ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم, وَ أَمَرَ بِصِيَامِهِ
“Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW datang ke Madinah, lalu beliau mendapati orang-orang yahudi berpuasa pada hari Asyura, kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, “Hari apa yang kalian berpuasa ini?” mereka menjawab, “ini hari yang agung. Pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya dan Allah menenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya, maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur, dan kami pun berpuasa pada hari ini.” Kemudian Rasulullah berkata, “ Kamilah yang lebih berhak dan lebih utama pada kalian terhadap Musa.” Maka Rasulullah berpuasa pada hari itu, dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa.{Muslim 3/150}.
Adapun pada hari apa di lakukan shaum Asyura, di jelaskan dalam hadits rasul:
عَنِ الْحَكَمِ بْنِالْأَعْرَجِ قَالَ: انْتَهَيْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ رِدَاءَهُ فِى زَمْزَمَ, فَقُلْتُ لَهُ: أَخْبِرْنِي عَنْ صَوْمِ عَاشُوْرَاءَ! فَقَالَ: إِذَا رَأَيْتَ هِلَالَ الْمَحَرَّمِ, فَاعْدُدْ وَ أَصْبِحْ يَوْمَ التَّاسِعِ صَائِمًا, قُلْتُ: هَكَذَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُوْمُهُ؟ قَالَ نَعَم.
Dari Al-Hakim, dari Al‘raj, dia berkata, “Aku pernah mendetangi Ibnu Abbas ketika ia sedang berbantal selendangnya di dekat Zamzam, lalu aku berkata kepadanya’ ‘Beritahukanlah kepadaku tentang puasa Asyura !’ Ia menjawab,’Jika kamu telah melihat hilal (bukan sabit) pada bulan Muharam, maka hitunglah, lalu berpuasalah sejak Subuh pada hari kesembilan, ‘ Aku bertanya, ‘Apakah Rasulullah SAW berpuasa seperti itu?’ Ia menjawab, ‘Ya.’’’’’ {Muslim 3/151}
Dikalangan masyarakat kita masih belum mengetahui rangkaian ibadah sunnah pada bulan muharram, padahal ibadah tersebut adalah suatu keinginan rasul yang belum tercapai. Oleh karena itu kitalah para pengikutnya serta umatnya yang harus menjalankan sunnah rasul yang belum terealisasikan tersebut. Sedangkantanggal 9 dan 10 muharram (bulan ini) 1435 H jatuh Pada hari rabu dan kamis tanggal 13 dan 14 november 2013. Wallahu a’lam bis-shawwab