Selasa, 19 Agustus 2014

Berhentilah Mengalah

Malam itu aku belajar, meski sedikit namun sangat penting untuk prinsip yang kutentukan sendiri.
Seorang pribadi melankolis cenderung rela berkorban dan mengalah, begitupun denganku. Apa yang menjadi kebiasaanku adalah mengalah pada orang lain.
Namun, kesalahan yang ada pada sikap mengalah itu terjadi saat apa yang kuharapkan dan apa yang menjadi alasanku untuk mengalah tidak sesuai dengan realitanya.
Alasanku hanya 1, tidak mau menyakiti hati pihak lain, khususnya 1 pihak tertentu. Hal itu terlihat baik dan positif, meski sering berakhir dengan efek negatif.
Karena ternyata dibalik itu semua, pihak yang tersakiti melebihi dari apa yang ku bayangkan, termasuk diriku sendiri.
Apa mungkin aku telah dzalim pada diriku sendiri? Menahan diri untuk menggapai dan menjalankan apa yang sebenarnya kusukai.
Astaghfirullaahal'adzhiim, aku tahu aku salah jika merasa bahwa aku adalah orang yang paling baik. Namun aku harus dan perlu untuk menganggap bahwa aku adalah orang yang baik. Agar aku bisa belajar untuk tidak menyalahkan diriku sendiri.

Kawanku berpesan, kau punya potensi yang luar biasa diluar perkiraanmu. Allah selalu menciptakan makhluk-Nya dengan potensi beragam yang dimiliki masing-masing. Manfaatkanlah itu semua, jika kau suka maka lakukanlah. Kau pantas memilih untuk tidak mengalah pada sesuatu yang salah.

Sapaan Pesan Kawan
Nisa Wiyati Ilahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar