Kerinduan, suatu rasa yang akan menjelma saat kau terhitung lama tak berjumpa dengan seseorang.
Kerinduan, suatu rasa yang menggambarkan akan berartinya seseorang yang kau rindukan.
Kerinduan, suatu rasa yang menunjukkan akan kasih sayang yang ada dalam dirimu dan dia yang kau rindukan.
Rindu itu mulia, jika sosok yang kau rindukan adalah Allah SWT.
Kau rindu mendengar suara adzan, agar kau bisa bersegera untuk melaksanakan ibadah shalat sebagai bentuk ketaatanmu pada Rabbmu.
Kau rindu mempelajari isi Al-Qur’an, agar kau bisa bersegera untuk memahami surat cinta terindah yang telah diturunkan oleh Rabbmu ke alam dunia.
Kau rindu pada kematian dengan jalan syahid, agar kau bisa bersegera untuk bertemu dengan Rabbmu yang selalu memberikan kebaikan dalam setiap alur kehidupan.
Rindu itu mulia, jika pemimpin yang kau rindukan adalah Rasulullah, Muhammad SAW.
Kau rindu membaca sejarah kehidupannya, agar kau tahu betapa sayangnya Beliau kepada seluruh umatnya.
Kau rindu mempelajari kepribadiannya, agar kau tahu betapa istimewanya Beliau yang ditakdirkan menjadi pemimpinmu.
Kau rindu menjalankan sunnahnya, agar kau bisa menjadi seseorang yang pantas diberikan syafa’at olehnya selaku salah satu bagian dari umatnya.
Rindu itu mulia, jika orang-orang yang kau rindukan adalah orang tuamu.
Kau rindu mendengarkan nasihatnya, agar kau bisa menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.
Kau rindu melihat senyumannya, agar kau bisa bersemangat untuk menjalani setiap kegiatan yang kau lakukan saat kau jauh darinya.
Kau rindu merasakan kasih sayangnya, agar kau bisa menghormati dan menyayanginya kembali saat mereka ada di masa tuanya.
Sungguh rindu itu benar-benar mulia.
Karena sosok yang kau rindukan adalah sosok yang seharusnya.
Allah, Rasulullah, dan orang tua tercintamu.
Biarlah rasa rindu akan ketiganya tak pernah terhapuskan dalam lubuk hati yang terdalam. Agar kelak, hal-hal yang dilakukan mampu menghantarkan diri menjadi hamba yang taat, umat yang mendapatkan syafaat, dan anak yang berbakti dan bermanfaat.
Sapaan Kerinduan,
Nisa Wiyati Ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar