Sosok itu hilang, sosok penuh tangisan manja yang setiap harinya selalu ditunjukkan.
Sosok itu hilang, sosok penuh keceriaan dan canda tawa yang tak peduli meski teracuhkan.
Sosok itu hilang, sosok penuh kisah tanpa rahasia yang senantiasa diceritakan.
Sosok itu hilang, dan aku tak pernah menyangka hilangnya sosok yang sangat aku rindukan.
Sosok itu hilang, sosok yang penuh dengan kedewasaan dan kasih sayang.
Sosok itu hilanh, sosok yang penuh perhatian dan kepercayaan.
Sosok itu hilang, sosok yang bijak akan setiap pengambilan sikap dan keputusan.
Sosok itu hilang, dan aku tak pernah menyadari hilangnya sosok yang sangat aku butuhkan.
Semakin dewasa seseorang, maka semakin besar pula tuntutan dan tanggung jawab yang ada di pundaknya.
Bukan hanya tentang pola fikir yang tidak boleh menuntut untuk bersikap egois, tetapi juga keikhlasan hati akan perasaan yang merasa sangat berat untuk melepaskan seseorang.
Seorang kakak penyayang, akan selalu merindukan pelukan hangat yang selalu diberikannya pada adik yang sangat disayanginya.
Seorang sahabat sejati, akan selalu siap memberikan pundaknya demi membagi beban ataupun sekedar dijadikan sandaran saat salah satunya merasa perlu bantuan dan saran.
Tapi ada saat dimana semua itu akan menghilang, dan hanya kedewasaanlah yang akan membuat seseorang merasa rela dengan semua itu.
Karena manusia hanya bisa melakukan sesuatu yang sifatnya sementara, selalu saja ada waktu dimana semuanya berhenti ataupun berganti. Kenangan akan menjadikan semuanya seolah abadi.
Kau sudah dewasa, begitupun dengan mereka. Lepaskanlah mereka dengan kedewasaanmu dan kedewasaannya.
Bersikaplah dewasa dalam melepaskan seseorang yang sudah dewasa.
Sapaan Kedewasaan
Nisa Wiyati Ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar