Kamis, 14 Agustus 2014

SHAUM SUNNAH DI BULAN MUHARRAM

Oleh: Salman Al Farisi
عَنْ أَبي غَطَفَانَ بْنَ طَريْق الْمُري يَقُوْلُ سَمعْتُ عَبْدَ الله بْنَ عَباس رَضيَ الله عَنْهُمَا يَقُوْلُ حيْنَ صَامَ رَسُوْلُ الله صَلى الله عليه وَسَلمَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَ أَمَرَ بصيَامه قَالُوا يَا رَسُوْلَ الله إنَهُ يَوْمٌ تُعَظمُهُ الْيَهُوْدُ وَ النَصَارَى فَقَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وَسَلمَ فَإ ا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبلُ إنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَاسعَ قَالَ فَلَمْ يَأْت الْعَامُ الْمُقْبلُ حَتَى تُوُفيَ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم.
(رَوَاهُ مُسْلمٌ)
“Dari Abu Ghatafan Bin Tharif, ia berkata: aku mendengar Ibnu Abbas RA berkata: bahwa ketika rasulullah SAW sedang melaksanakan shaum di hari asyura dan memerintahkan para sahabat agar melaksanakannya, para sahabat berkata: ya Rasulullah! Hari ini adalah hari yang di agungkan oleh kaum yahudi dan nashrani. Rasulullah SAW bersabda: nanti tahun depan insya Allah kita akan melaksanakan shaum tanggal sembilannya. Ibnu Abbas berkata: sebelum datang tahun itu, rasulullah SAW telah wafat”.
(H.R Muslim)
Dalam ilmu hadits, hadits terbentuk dalam 5 bagian:
1.       Hadits qauli, ialah perkataan yang di sampaikan oleh nabi SAW dalam berbagai kesempatan dan berkaitan dengan berbagai hal.
2.       Hadits fi’li , ialah perbuatan yang dilakukan nabi SAW mengenai perkara ibadah dan yang lainnya.
3.       Hadits taqriri, ialah persetujuan nabi SAW terhadap berbagai perbuatan sebagian sahabat dengan tidak menegurnya atau memperlihatkan keridhoan beliau bahkan terkadang memberikan pujian dan dukungan.
4.       Hadits sifati (hadits ahwali), ialah sifat-sifat beliau yang termasuk kandungan hadits.
5.       Hadits hammi, ialah perkara yang berupa keinginan rasul yang belum terealisasikan.

Hadits yang termaktub di atas adalah contoh dari hadits Hammiyah yaitu, yang berupa keinginan rasulullah yang belum terealisasikan. Ketika rasulullah menyuruh kepada para sahabatnya agar shaum pada tanggal sembilannya, ternyata sebelum datang tahun depan rasulullah telah wafat dahulu.
Muharram adalah nama bulan pada awal tahun hijriah, yang di dalamnya terdapat suatu rangkaian ibadah sunnah. Yaitu pada tanggal 9 dan 10 muharram ada yang dinamakan dengan saum sunnah tasu’a asyura. Ketika itu rasulullah sudah melaksanakan shaum di hari asyura, dan memerintahkan para sahabatnya untuk melaksanakan shaum tersebut. Para sahabat pun membantah bahwa pada hari itu lah, hari yang di agung-agungkaan oleh kaum yahudi dan nashrani. Maka rasulullah pun bersabda nanti tahun depan insya Allah kita akan melaksanakan shaum pada tanggal sembilannya.
Menurut penjelasan para ulama, seperti Imam Syafi’i shaum pada tanggal 9 muharram (Tasu’a) sama sunnahnya dengan tanggal 10 muharram (Asyura). Keduanya merupakan rangkaian ibadah shaum sunnah yang ada pada bulan muharram. Dalam hadits rasul di jelaskan:
عَنْ أَبيْ هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَى الله عَلَيْه وسلم: أَفْضَلُ الصيَام بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَمُ, وَ أَفْضَلُ الصَلَاة بَعْدَ الْفَريْضَة صَلَاةُ اللَيْل.
“Dari Abu Hurairah R.A, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: puasa yang paling mulia setelah ramadhan adalah puasa di bulan muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (H.R Muslim 3/169)
Sangat dianjurkan bagi umat islam untuk melaksanakan shaum di bulan muharram (tasu’a asyura), karena shaum tasu’a asyura lebih utama setelah shaum ramadhan. Dan pada hari asyura pula terdapat peristiwa yang sangat agung, tatkala pada hari itu Allah menyelamatkan musa dan kaumnya, dan menenggelamkan fir’aun beserta kaumnya. Dalamhadits di jelaskan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَدِمَ الْمَدِيْنَةَ فَوَجَدَ الْيَهُوْدَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ, فَقَالَ لَهُمْ رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا هَذَا الْيَوْمُ اَّلذِيْ تَصُوْمُوْنَهُ, فَقَالُوْا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ أَنْجَى اللهُ فِيْهِ مُوْسَى وَ قَوْمَهُ, وَ غَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَ قَوْمَهُ, فَصَامَهُ مُوْسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُوْمُهُ, فَقَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: فَنَحْنُ أَحَقُّ وَ أَوْلَى بِمُوْسَى مِنْكُمْ, فَصَامَهُ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم, وَ أَمَرَ بِصِيَامِهِ
“Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Rasulullah SAW datang ke Madinah, lalu beliau mendapati orang-orang yahudi berpuasa pada hari Asyura, kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, “Hari apa yang kalian berpuasa ini?” mereka menjawab, “ini hari yang agung. Pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya dan Allah menenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya, maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur, dan kami pun berpuasa pada hari ini.” Kemudian Rasulullah berkata, “ Kamilah yang lebih berhak dan lebih utama pada kalian terhadap Musa.” Maka Rasulullah berpuasa pada hari itu, dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa.{Muslim 3/150}.
Adapun pada hari apa di lakukan shaum Asyura, di jelaskan dalam hadits rasul:
عَنِ الْحَكَمِ بْنِالْأَعْرَجِ قَالَ: انْتَهَيْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ رِدَاءَهُ فِى زَمْزَمَ, فَقُلْتُ لَهُ: أَخْبِرْنِي عَنْ صَوْمِ عَاشُوْرَاءَ! فَقَالَ: إِذَا رَأَيْتَ هِلَالَ الْمَحَرَّمِ, فَاعْدُدْ وَ أَصْبِحْ يَوْمَ التَّاسِعِ صَائِمًا, قُلْتُ: هَكَذَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُوْمُهُ؟ قَالَ نَعَم.
Dari Al-Hakim, dari Al‘raj, dia berkata, “Aku pernah mendetangi Ibnu Abbas ketika ia sedang berbantal selendangnya di dekat Zamzam, lalu aku berkata kepadanya’ ‘Beritahukanlah kepadaku tentang puasa Asyura !’ Ia menjawab,’Jika kamu telah melihat hilal (bukan sabit) pada bulan Muharam, maka hitunglah, lalu berpuasalah sejak Subuh pada hari kesembilan, ‘ Aku bertanya, ‘Apakah Rasulullah SAW berpuasa seperti itu?’ Ia menjawab, ‘Ya.’’’’’ {Muslim 3/151}
Dikalangan masyarakat kita masih belum mengetahui rangkaian ibadah sunnah pada bulan muharram, padahal ibadah tersebut adalah suatu keinginan rasul yang belum tercapai. Oleh karena itu kitalah para pengikutnya serta umatnya yang harus menjalankan sunnah rasul yang belum terealisasikan tersebut. Sedangkantanggal 9 dan 10 muharram (bulan ini) 1435 H jatuh Pada hari rabu dan kamis tanggal 13 dan 14 november 2013. Wallahu a’lam bis-shawwab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar