Sikap mengalah, sikap yang selalu menempel pada diri seorang wanita, melankolis khususnya. Awalnya kata mengalah itu identik dengan mengorbankan diri sendiri untuk orang lain. Pribadi yang mulia, selalu mengutamakan orang lain dibandingkan dengan dirinya sendiri. Selalu mengorbankan kondisi hati, fisik, waktu, dan perasaannya hanya untuk kebahagiaan orang lain.
Lama kelamaan, sikap yang hanya muncul sekali dua kali itu hanya akan menimbulkan rasa kecewa pada diri sendiri. Hanya akan menimbulkan rasa sakit pada dirinya sendiri, yang mana kelak rasa sakit itu akan terobati begitu saja saat melihat orang lain tersenyum bahagia dengan tulus karena kebaikan 'mengalah' nya.
Tapi ternyata tidak, sikap mengalah itu bisa jadi menimbulkan rasa sakit pada sekian banyak orang hanya demi kebahagiaan satu orang yang kau pandang tersakiti jika kau tak mengalah padanya.
Bayangkan jika seandainya rasa ingin mengalah itu adalah ujian, bukan petunjuk akan hal baik yg harus dilakukan. Apa kau tak kan menyesal karena telah mengabaikan ujian dari Tuhan? Apa kau tak malu saat kau tak menyadari bahwa kau seolah tak mampu lulus dari ujian yang telah diberikan?
Bayangkan jika seandainya harapan dari orang tuamu adalah kau menjadi seorang pemenang yang berjuang? Saat kau ingin mengejar prestasi mu, mengejar impian mu, dan kau melewatkan semua kesempatan itu hanya karena 1 alasan, mengalah untuk orang lain yang belum tentu lebih hebat darimu.
Bayangkan jika seandainya satu teman yang kau perjuangkan membuat 10 temanmu kecewa atas sikap dan keputusanmu? Kau pikir itu bisa disebut setimpal? Saat kau ingin membahagiakan temanmu, maka bahagiakanlah semuanya, bukan sebagian kecilnya.
Mengalah memang bukan berarti kalah
Tapi Mengalah juga bukan berarti salah
Tapi mengalah haruslah membuat hilang setiap resah
Kekecewaan yang berlipat, akan menimbulkan penyesalan yang juga hebat
Berfikirlah sebelum kau mengalah, jangan sampai itu kelak menjadi keputusan terbesarmu yang salah
Ada satu hal yang perlu kau pelajari dari kata mengalah.
Saat kau mengalah, kau egois.
Kau tau kenapa? Karena terkadang mengalah adalah salah satu tanda keegoisan seseorang.
Keegoisan untuk selalu mengikuti fikiran dan logika yang mempengaruhi hati tanpa melihat lebih dalam disana.
Keegoisan untuk selalu menyakiti diri sendiri secara tak sadar akan sikap yang tak seharusnya dilakukan, dengan alasan memperjuangkan salah satu kebahagiaan.
Keegoisan untuk selalu menganggap benar apa yang terlintas dalam fikiran, setiap pendapat yang terucapkan, padahal tak sepatutnya merasa benar akan sesuatu yang masih belum dapat dipastikan.
Keegoisan untuk selalu mendahulukan orang lain yang justru belum tentu ia adalah orang yang lebih baik untuk menggantikanmu, untuk kau perjuangkan, dimata Allah, dimata kedua orang tuamu, dimata sahabatmu, bahkan jauh dilubuk hatimu.
Mengalahlah, tanpa adanya keegoisan. :)
Nisa Wiyati Ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar