Selasa, 14 Oktober 2014

Pelangi guntur #4

sore itu teduh , warna awan selaras dengan sorot mata pelangi. dan di waktu yang bersamaan kulihat ia sedang duduk di bangku taman, membaca buku ditemani adik perempuannya. kudekati mereka dan berhati", jangan sampai pelangi tau aku ada disini, menguping pembicaraan mereka.
"kak, boleh aku bertanya sesuatu?" adik kecilnya mulai berbicara.
"kenapa? tanyakan saja" jawab pelangi sambil tetap memperhatikan buku, membuka halaman selanjutnya dan tak menoleh sedikitpun. tapi nada suaranya selalu ramah, merangkul.
"perasaan itu kan anugerah, lalu kenapa justru aku merasa lelah?"
pelangi menoleh pada adiknya, menutup buku bacaannya kemudian tersenyum.
"kau bilang perasaan itu anugerah bukan?" adiknya menganggukkan kepala, "kalau begitu, saat kau lelah cobalah kau tengok imanmu, jangan" kondisi imanmu sedang lemah" lanjutnya sambil tersenyum lagi. ahh pelangi memang murah senyum.
"lalu kak, apa yang harus ku lakukan?"
"jika memang kau menganggapnya anugerah, maka jangan sampai kau menempatkannya pada sesuatu yang salah. Allah menciptakan rasa dengan segala kebaikan didalamnya, meskipun itu terlihat seperti ujian. tapi kau percaya bukan dibalik kesulitan selalu ada kemudahan, dibalik kesedihan selalu ada kebahagiaan, dan setiap kejadian baik itu berupa ujian atau cobaan selalu ada hikmahnya"
"bahkan jika saat hujan ada guntur, sesudahnya akan Allah suguhkan pelangi kan kak?"
aku menelan ludah, kenapa kata" itu diucapkan dengan mudahnya oleh adik kecil ini?
pelangi tersenyum mendengar komentar adiknya.
"kau mengerti sekarang dik?"
"iya kak" adik kecilnya tersenyum.
"memangnya kenapa kau bisa bertanya seperti itu?"
"aku hanya merasa lelah karena terus menunggu seorang lelaki yang kuharapkan mengungkapkan perasaannya padaku"
pelangi mencubit pipi adiknya, "kau ini masih kecil tapi sudah memikirkan cinta, dasar"
"justru itu kak, aku merasa lelah dengan semua rasa ini, kadang aku sering berfikir apa mungkin aku minta saja pada Allah agar untuk sekarang ini aku tak mau dikaruniai rasa cinta"
"Allah memberikan anugerah pada seseorang yang pantas menerimanya, begitupun dengan ujian yang disesuaikan dengan kadar kemampuannya"
"tapi aku merasa belum pantas merasakan ini semua kak, aku masih harus mengejar impian dan cita"ku, tapi kegiatan yang kujalani tak bisa kulakukan dengan baik karena perasaan ini"
"kalau begitu tempatkanlah hatimu dan rasa cintamu itu pada Allah dan pada setiap apa yang kau kerjakan, Allah adalah Maha pembolak balik hati hamba-Nya, perbanyaklah berdoa dan meminta pada Allah agar kau mendapatkan izin dari-Nya untuk menempatkan rasa cinta yang telah dianugerahkan kepadamu pada hal yang membuat imanmu bertambah, seperti mencapai cita" dan impianmu itu, bukan pada seseorang yang tak layak"
"apa kakak pernah merasakan hal yang sama, seperti yang saat ini aku rasakan?"
pelangi mengangguk dan tersenyum, ia memeluk adiknya dengan hangat.
"ya, kakak pernah merasakannya dan kakak ingin kau mempunyai seseorang yang dapat menguatkanmu, tidak seperti kakak yang selalu mencari" sendiri tanpa tau apa kah yang sedang kakak rasakan dan kakak jalani itu benar atau salah. tapi ini pembelajaran untuk kakak, agar kakak senantiasa menyerahkan segala urusan hanya pada Allah, meminta bantuan hanya pada Allah, dan bahagia atas izin Allah. pesan kakak, jangan biarkan anugerah membuatmu lelah karena kau menempatkannya pada sesuatu yang salah. dan saat kau lelah, jangan biarkan imanmu melemah"
nasihat dari pelangi membuat adiknya terharu dan memeluknya. aahh aku semakin yakin saja, bahwa kau adalah seorang bidadari, pelangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar