Kamis, 16 Oktober 2014

Pelangi guntur #5

pagi ini penuh kabut, hujan deras masih belum berhenti sejak kemarin malam. dingin sekali udara yang kurasakan, tapi tetap mengingatkanku pada seseorang, ya dialah guntur.
kugunakan jas hujan milikku, tak mungkin mengendarai motor tanpanya dengan kondisi hujan seperti ini. ayah bilang ia khawatir jika aku mengendarainya sendiri, jadi aku akan diantar ayah ke kampus.
diperjalanan, saat lampu merah, diseberang jalan kulihat guntur menghentikan sepeda motornya, apa yang akan dilakukannya?
oohh, ternyata ia bersegera  membantu seorang kakek yang sudah tua renta turun dari angkutan umum.
si kakek terlihat kesulitan, kakinya gemetar, mungkin lemas, kedinginan, dan sudah tak sekuat dulu lagi.
guntur mengulurkan tangannya, menjadikan pundaknya pegangan bagi si kakek untuk turun dari angkutan umum. setelah itu, ia papah si kakek ke tempat duduk terdekat. ia berbincang sebentar dengannya, sedikit mengerutkan dahi lalu pergi. aku tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan  tapi sepertinya ia berpamitan pada kakek itu, karena seperti biasanya hari ini  jadwalnya bekerja di pagi hari. tunggu dulu, dari mana aku tahu? aahh kau terlalu menunjukkan perhatianmu padanya.
guntur, kau orang yang tegas, bahkan bisa kubilang keras. tapi jauh didalam hatimu ada kelembutan yang membuatmu menolong siapapun yang kesulitan, bahkan saat kau sendiri pun sedang terburu-buru untuk bepergian. dan kau punya keperluan, tapi kau luangkan waktumu untuk memberikan bantuan.
guntur, aku yakin kau lelaki yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar