sosok itu, aku selalu melihatnya sore hari, dalam keadaan mendung menuju tibanya hujan, atau bahkan saat gerimis, hujan rintik rintik, sebaiknya kusapa saja dia pelangi.
lelaki itu, seolah memperhatikan tingkahku, ingin sekali aku menoleh padanya, tapi itu sangat memalukan bagiku, sikapnya yang keras mengingatkanku pada sesuatu, terlebih hanya saat hujan gerimis kita bertemu, kan kusapa dia guntur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar