Tak sedikit orang yang terfokus pada satu hal, dan saat fokusnya terbagi, maka itu tak bisa tetap dinamakan 'fokus' baginya.
Mungkin memang dalam menjalani kehidupan, fokus untuk mencapai sesuatu itu perlu dilakukan, terlebih dalam menempuh studi yang baik. Fokus akan selalu diperlukan.
Fokus tak perlu dianggap sulit, karena fokus itu tak selamanya sempit.
Tak sedikit orang yang mempunyai kerabat atau sahabat, entah berapa jumlahnya, sedikit atau banyak, selalu saja ada pihak yang difokuskan dengan berlebih. Sadar tak sadar, fokus itu pasti ada. Reflex, nama pertama yang disebutkan adalah dia yang difokuskan.
Namun ada sedikit kekeliruan disana, terfokus pada 1 orang dan pada 1 hal kelak akan menghambat tercapainya 1 tujuan.
Saat ada rasa ingin terfokus pada 1 pihak, percayalah akan ada lebih banyak pihak yang terabaikan meski apa yang dia fokuskan adalah diri kita.
Saat ada rasa ingin fokus pada 1 prestasi, percayalah akan ada banyak kesempatan dan peluang yang tersedia, dengan mudahnya akan begitu saja terlewati.
Tapi saat ada rasa fokus pada 1 tujuan, setiap hal yang berhubungan dengan tujuan tersebut tetap berada dalam ruang lingkup fokus.
Tujuan utama adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lain, menjadi orang yang dapat membantu yang lain, menjadi orang yang menyayangi dengan tulus yang lain.
Artinya kita tak perlu memfokuskan perhatian dan bantuan pada seorang saja, kita tak perlu memfokuskan keakraban dan kedekatan pada seorang saja, karena bermanfaat adalah untuk umat, bukan untuk dirinya yang hanya sebagian kecil dari masyarakat.
Artinya kita tak perlu memfokuskan prestasi pada 1 peluang saja, pada 1 kesempatan saja, patut rasanya bagi kita untuk memanfaatkan peluang dan kesempatan yang sesuai dengan tujuan dan fokus utama kita diatas tadi.
Maka dengan jalan yang luas, fokus itu tetap ada, pada 1 tujuan.
Nisa Wiyati Ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar