Oleh : Salman Al Farisi
إِنَّ مِمَّا
أَدْرَكَ النَّاَسِ مِنْ كَلَامٍ النُبُوَّةَ الأَوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ
مَا شِئْتَ
“Sesungguhnya diantara apa yang ia dapati oleh manusia dari ucapan para
nabi terdahulu,(ialah) apabila engkau tidak punya rasa malu, maka lakukanlah
sekehendakmu”.(H.R.
Bukhari)
Takhrijhadits.
1.
Shahihbukhari, kitabahadits al- anbiya, bab.Hadits
al-ghaar, no.3484, kitab al-adab, bab.Idza lam tastahyiyfasna ma syi’ta.
2.
Sunanibnumajah, kitabaz-zuhdi, bab. Al-haya’ no.4183
3.
Musnadahmad, no.16641,22742.
4.
Shahihibnuhibban, kitabar-raqaaiq, bab al-haya
Syarahmufrodat
اَلْحَيَاءُ: menahandiri (hilangnyasemangat)
dariberbuatsesuatudanmeninggalkannyakarenawaspadaatautakutdaricelaanpadanya (karenaperbuatantersebut)
(at-ta’rifat, hal.99 no.796:4)
Syarahijmali
Sesungguhnya
al-hayamerupakansinyal yang dapatmenerangkantabiatdalamdiriseseorang,
jugadapatmenjadiukurankadarkeimanan .
Para
ulamamengistinbatkanduahaltentang al-haya, yaitu: pertama, rasa
maludapatmenahanseseorangdariberbuatjahatdanma’siat. Kedua,
memberiartibahwajikahendakbertindakfikirkanterlebihdahulu,
bilamemalukantinggalkanlah.
Makatakheran,
bilaada yang
menyebutzamansekarangzamanjahilliyahmoderen.Karenamanusiapadazamansekarangsemakinharisemakinmenurunkadarkeimanannya,
hilang pula rasa malunya, sampaihancurlahakhlaqnya. Jikainidibiarkan,
akhlaqmanusiaakansepertibinatang, takkenaltemanlawansalinghantam,
tertekandanmenjatuhkan. Bahkanbisalebih (hina) daribinatang.
Sebagaimanafirman
Allah SWT:
“Merekaitubagaikanbinatangternak,
bahkanmerekalebihsesatlagi”. (Al-A’raf:179).
Rasulullahbersabda:
وَ فِيْاْلحَدِيْثِ, لَوْلَاأَنَّاللهَسَتَرَالْمَرْأَةُبِاالْحَيَاءِلَكَانَتْلاَتُسَاوِىْكَفّاًمِنْتُرَابٍ. (عُقُوْدُاللُّجَيْنِص: ٦)
“Dan padasatuhadits (diterangkan): Seandainya
Allah tidakmenutupiperempuandengan rasa malu,
tentuialebihrendahdaripadasekepaltanah”.(uqudu al-lujain, hal: 6, Tarbiyah
an-nisa, hal: 10)
Dari hadits di atasjelasbahwajikadalamdirimanusiasudahhilang
rasa malumakaderajatmanusiaakanlebihrendahdaripadasekepaltanah.
Samahalnyaketikaseseorangsudahkehilanganakhlaqnyamakaseseorangituakanlebihhinadaripadabinatang.
اَلْخُلُقْ: Satuungkapantentangsuatubentuk yang menancappadajiwa,
bersumberdarinyaperbuatan-perbuatan yang reflex danspontanterjaditanpapemikirandanpertimbangansebelumnya.
(At-Ta’rifat, hal 105 no.835)
Dan
akhlaqitumerupakangambaranjiwaseseorang, yang kemudiantimbuldan di
aplikasikanoleh raga.Secara global akhlaqmenurut Imam Al-Ghazali
:adakhuluqhasan ( AkhlaqTerpuji), yang
timbuldarinyaperbuatanterpujibaiksecaraakalmaupunsyara’, dankhuluqsayyi’
(AkhlaqTercela) yang timbuldariperbuatantercela. Hal
tersebutakanterusberkembangdanterusmeningkatapabilatelahhilang rasa
maludalamdiriseseorang, sabdaRasul SAW sebagaimana yang tertulispadamuqaddimah.
Dan dalamhaditslainRasul SAW bersabda:
عَنْ أَبِيْ دَرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ ص : مَا مِنْ شَيْءٍ فِي الْمِيْزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ. (أَخْرَجَهُ
أَبُوْ دَاوُدَ وَ التِّرْمِذِي وَ صَحَّحَهُ)
“Dari
Abu DardaRA, iaberkata: telahbersabdaRasulullah SAW:
Tidakadasesuatupundaripertimbanganamal yang lebihberatdariakhlaq yang baik”.
Olehkarenaitu, jagalahdirikita di area
abu-abu.Ada udang di balikbatu.Ada orang dibalikkelabu.Ada misitersembunyi yang
merekamau.Bisikansyaithan yang merayu.Tarikannafsu yang
mendayu.Makasyurgakanpesanmu, jaga rasa malumu! Olehkarenaitu
Al-Hayadiartikanmalu, yang ma’nanyasangatdekatdengan Al-Hayah yang
berartikehidupan.Kita haruskembalipadakekuataniman.Dan jagalahsupaya
virus-virus itutidakmenyerbudanmenghinakandirikita.Wallahu ‘alambish-shawwab
I like it
BalasHapus